Jumat, 02 Oktober 2026

,

@masto.asyk  

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di area pintu gerbang madrasah

Jum’at, 02 Oktober 2026 | oleh: Toad Isbani         

Setiap pagi,  suasana MTsN Surakarta 1 terasa semakin hangat dengan kehadiran guru dan tenaga kependidikan (tendik) yang menyambut kedatangan murid di lingkungan madrasah. Sambutan sederhana melalui senyum, sapaan, dan salam menjadi awal yang baik sebelum murid mengikuti rangkaian pembelajaran. Budaya 5S, yaitu Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun, bukan sekadar kebiasaan, tetapi menjadi bagian dari pembentukan karakter dalam kehidupan sehari-hari. Sapaan hangat dari guru dan tendik membuat murid merasa dihargai, diterima, dan memiliki tempat yang nyaman untuk belajar serta berkembang.

 

Kebiasaan menyambut murid sejak pagi juga menjadi bentuk pendidikan kedisiplinan yang nyata. Murid dibiasakan datang tepat waktu, memasuki lingkungan madrasah dengan tertib, serta menunjukkan kesiapan sebelum pembelajaran dimulai. Selain kedisiplinan dalam waktu, perhatian juga diberikan terhadap kerapian berpakaian, kelengkapan atribut, dan sikap ketika berada di lingkungan madrasah. Hal-hal sederhana tersebut menjadi pembelajaran penting bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh sikap, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten.

 

Sambutan hangat pada pagi hari turut membangun hubungan yang harmonis antara murid, guru, dan tenaga kependidikan. Ketika komunikasi dibangun dengan sikap ramah dan penuh penghargaan, suasana madrasah menjadi lebih nyaman dan menyenangkan. Murid pun lebih mudah membangun keberanian untuk berkomunikasi, menyampaikan pendapat, maupun meminta bantuan ketika menghadapi kesulitan dalam belajar. Hubungan yang baik tersebut menjadi modal penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, positif, dan mendukung perkembangan karakter setiap murid.

 

Pembelajaran sesungguhnya telah dimulai sejak langkah pertama murid memasuki gerbang madrasah. Senyum guru, salam yang terucap, pakaian yang rapi, kedatangan yang tepat waktu, serta sikap sopan dan santun menjadi rangkaian kecil yang memberikan dampak besar. Sambutan pagi melalui budaya 5S mampu menumbuhkan motivasi dan semangat murid untuk mengikuti pembelajaran dengan lebih siap. Dari kebiasaan sederhana inilah tumbuh kedisiplinan, kenyamanan, rasa saling menghargai, serta hubungan harmonis yang menjadi bagian penting dari budaya positif MTsN Surakarta 1.

 

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.

Kamis, 01 Oktober 2026

,

@masto.asyk 

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di halaman madrasah

Kamis, 01 Oktober 2026 | oleh: Toad Isbani         

Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum penting bagi seluruh warga Madrasah Tsanawiyah Negeri Surakarta 1 untuk kembali menguatkan semangat kebangsaan, persatuan, dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dalam suasana penuh khidmat, seluruh murid, guru, dan tenaga kependidikan mengikuti apel peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lingkungan madrasah. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas seremonial, tetapi menjadi kesempatan untuk mengenang sejarah perjuangan bangsa sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa persatuan dan keteguhan dalam menjaga nilai-nilai Pancasila merupakan tanggung jawab bersama.

 

Momentum tersebut menjadi semakin istimewa karena dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTsN Surakarta 1 periode tahun 2026/2027. Para pengurus OSIM yang telah mendapatkan amanah berdiri dengan penuh kesiapan untuk menerima tanggung jawab baru. Pelantikan menjadi tanda dimulainya perjalanan mereka dalam menjalankan berbagai program, kegiatan, dan tugas organisasi di madrasah. Amanah tersebut bukan hanya berkaitan dengan kepemimpinan, tetapi juga menjadi sarana belajar untuk membangun kedisiplinan, kerja sama, komunikasi, tanggung jawab, dan keteladanan.

 

Pelantikan OSIM juga memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Seorang pengurus organisasi perlu mampu menghargai perbedaan pendapat, mengutamakan musyawarah, menjaga persatuan, serta melaksanakan tugas dengan adil dan bertanggung jawab. Kepemimpinan di lingkungan madrasah diharapkan tidak berhenti pada jabatan atau nama dalam struktur organisasi, melainkan diwujudkan melalui tindakan nyata dalam membantu kegiatan madrasah dan memberikan contoh positif kepada sesama murid.

 

Dengan dilaksanakannya apel Hari Kesaktian Pancasila sekaligus pelantikan OSIM, MTsN Surakarta 1 menanamkan pembelajaran karakter melalui pengalaman nyata. Para pengurus OSIM periode 2026/2027 diharapkan mampu menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh, menjunjung tinggi nilai kebersamaan, serta menjadi penggerak berbagai kegiatan positif di madrasah. Semoga amanah yang telah diberikan menjadi awal perjalanan kepemimpinan yang penuh tanggung jawab, keteladanan, dan semangat memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan madrasah.

 

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani. 

Follow Us @soratemplates