Sabtu, 12 September 2026

,

 @masto.asyk 

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di ruang 26 (9Sa4)

Sabtu, 12 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) Gasal bukan sekadar kegiatan untuk mengukur sejauh mana murid memahami materi pembelajaran yang telah diberikan. Lebih dari itu, ASTS dapat menjadi bagian penting dari proses pendidikan karakter. Setelah mengikuti serangkaian pembelajaran, murid memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kejujuran melalui pelaksanaan asesmen. Dalam suasana ujian, murid belajar bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh tingginya nilai, tetapi juga oleh proses mendapatkannya. Nilai yang diperoleh dengan usaha sendiri akan memberikan kepuasan dan pengalaman yang jauh lebih bermakna dibandingkan nilai tinggi yang diperoleh melalui cara yang tidak jujur. Dengan demikian, ASTS dapat menjadi sarana pembelajaran untuk menanamkan karakter mulia dalam kehidupan sehari-hari.

Kejujuran menjadi salah satu nilai utama yang dapat dibangun melalui pelaksanaan ASTS. Murid menghadapi soal secara mandiri, membaca petunjuk dengan cermat, mengerjakan sesuai kemampuan, serta menghindari menyontek atau mencari bantuan yang tidak diperbolehkan. Sikap tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi sesungguhnya merupakan latihan moral yang sangat penting. Ketika murid terbiasa jujur dalam asesmen, mereka sedang belajar membangun kepercayaan terhadap dirinya sendiri dan orang lain. Guru pun dapat memberikan pemahaman bahwa kesalahan dalam menjawab soal bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Kesalahan merupakan bagian dari proses belajar yang dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kemampuan pada pembelajaran berikutnya. Kejujuran justru mengajarkan murid untuk berani menerima hasil sesuai kemampuan dan berusaha memperbaikinya.

ASTS Gasal juga dapat menjadi pengalaman belajar yang membentuk karakter tangguh dan bertanggung jawab. Murid belajar mempersiapkan diri sebelum asesmen dengan mengulang materi, mengatur waktu belajar, menjaga kesehatan, dan mengikuti tata tertib yang telah ditentukan. Saat mengerjakan soal, mereka belajar berkonsentrasi, mengendalikan kecemasan, serta tidak mudah menyerah ketika menemukan pertanyaan yang sulit. Nilai yang diperoleh kemudian dapat menjadi cermin terhadap perjalanan belajar sebelumnya. Jika hasilnya belum sesuai harapan, murid tidak perlu merasa gagal, tetapi dapat menjadikannya motivasi untuk belajar lebih baik. Sebaliknya, hasil yang baik hendaknya tidak membuat murid sombong, melainkan semakin bersyukur dan bertanggung jawab untuk mempertahankan prestasinya.

ASTS Gasal dapat menjadi lebih dari sekadar kegiatan evaluasi akademik apabila dilaksanakan dengan kesadaran bahwa pendidikan bertujuan membentuk manusia berilmu sekaligus berkarakter. Pengalaman mengikuti asesmen secara tertib, mandiri, disiplin, dan jujur merupakan bekal berharga bagi kehidupan murid di masa depan. Mereka belajar bahwa setiap keberhasilan membutuhkan proses, perjuangan, tanggung jawab, dan integritas. Serangkaian pembelajaran yang telah dilalui sebelumnya menjadi pengalaman yang membangun pengetahuan sekaligus sikap. ASTS hendaknya dipandang sebagai kesempatan bagi murid untuk membuktikan kemampuan akademiknya sekaligus mempraktikkan karakter mulia. Nilai yang baik memang penting, tetapi nilai kejujuran, tanggung jawab, dan ketangguhan jauh lebih berharga karena menjadi dasar bagi terbentuknya pribadi yang dapat dipercaya dan memiliki masa depan gemilang.

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani. 

 

Jumat, 11 September 2026

,

 @masto.asyk 

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di Halaman MTsN 1 Surakarta

Jum’at, 11 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Madrasah bukan sekadar tempat murid datang untuk belajar, mengerjakan tugas, dan mengikuti pelajaran di dalam kelas. Bagi murid MTsN 1 Surakarta, madrasah dapat menjadi rumah kedua tempat mereka tumbuh, berkembang, beraktivitas, berkreasi, bersosialisasi, bahkan berbagi keceriaan bersama teman dan guru. Sejak pagi sekitar pukul 07.00 WIB hingga sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, sebagian besar waktu mereka dihabiskan di lingkungan madrasah. Rentang waktu yang panjang tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan pendidikan dan pembentukan karakter. Di madrasah, murid tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, sopan santun, kepedulian, kemandirian, dan bagaimana membangun hubungan yang baik dengan orang lain. Suasana madrasah yang aman, nyaman, dan menyenangkan akan membuat murid merasa diterima sebagaimana berada di rumah sendiri.

Berbagai aktivitas murid berlangsung secara dinamis dari pagi hingga sore. Mereka mengikuti pembelajaran, berdiskusi, membaca, melakukan praktik, mengerjakan proyek, mengikuti kegiatan pengembangan bakat dan minat, serta berinteraksi dengan teman-temannya. Di sela-sela kegiatan, terdengar canda dan tawa yang membuat suasana menjadi lebih hidup. Murid dapat mengekspresikan kreativitas melalui karya seni, olahraga, teknologi, organisasi, maupun kegiatan lainnya. Kebersamaan tersebut menjadi pengalaman berharga karena murid belajar bahwa kehidupan tidak hanya tentang mencapai nilai akademik, tetapi juga tentang membangun persahabatan, menghargai perbedaan, bekerja dalam kelompok, dan saling membantu. Dari aktivitas sederhana seperti bercanda bersama teman, berbagi pengalaman, hingga menyelesaikan tugas bersama, tumbuh rasa memiliki terhadap madrasah sebagai lingkungan yang memberikan ruang untuk berkembang.

Sebagai rumah kedua, madrasah juga berupaya memberikan lingkungan yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan pendidikan dan perkembangan murid. Kebutuhan belajar tersedia melalui ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, fasilitas teknologi, kegiatan ekstrakurikuler, serta pendampingan guru. Kebutuhan untuk berkreasi diberikan melalui berbagai kegiatan yang mendorong murid menghasilkan karya dan menunjukkan potensi dirinya. Kebutuhan untuk bersosialisasi tumbuh melalui interaksi antarmurid dan hubungan yang hangat dengan guru. Sementara itu, kebutuhan untuk mendapatkan arahan dan pembinaan dipenuhi melalui pendidikan karakter, keteladanan, serta bimbingan yang diberikan secara berkelanjutan. Dengan demikian, waktu yang panjang di madrasah bukan sekadar rutinitas, melainkan kesempatan untuk membentuk pribadi yang lebih matang, mandiri, percaya diri, dan siap menghadapi kehidupan di masa depan.

Madrasah sebagai rumah kedua bukan berarti menggantikan peran keluarga, melainkan menjadi tempat kedua setelah rumah yang ikut membentuk perjalanan hidup seorang murid. Dari pagi hingga sore, MTsN 1 Surakarta menjadi ruang untuk belajar, bermain secara positif, berkarya, bercanda, berteman, dan menemukan berbagai pengalaman kehidupan. Guru hadir bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing dan teladan yang membantu murid menemukan arah perkembangan dirinya. Ketika murid merasa nyaman berada di madrasah, mereka akan lebih mudah tumbuh dengan penuh semangat dan percaya diri. Setiap sudut madrasah dapat menjadi ruang pembelajaran, setiap aktivitas menjadi pengalaman, dan setiap kebersamaan menjadi kenangan. Karena itu, menjadikan madrasah sebagai rumah kedua berarti membangun lingkungan pendidikan yang hangat, aman, menyenangkan, dan penuh kepedulian agar setiap murid dapat tumbuh menjadi generasi berilmu, berkarakter, kreatif, mandiri, dan siap memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama.

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani. 

 

Kamis, 10 September 2026

,

@masto.asyk

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi

Kamis, 10 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Foto bersama guru dan murid bukan sekadar dokumentasi untuk mengabadikan sebuah kegiatan, tetapi dapat menjadi bagian dari cara membangun komunikasi dan kedekatan yang positif di lingkungan madrasah. Senyum yang terpancar dalam sebuah foto menggambarkan suasana ceria, bahagia, dan penuh kebersamaan. Ketika guru dan murid berdiri bersama tanpa sekat, tercipta suasana yang lebih hangat dan nyaman. Momen sederhana tersebut dapat menjadi kenangan yang mengingatkan bahwa proses pendidikan tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui hubungan kemanusiaan yang dilandasi kepedulian, perhatian, dan kebersamaan.

Keceriaan dalam foto bersama mampu menghadirkan rasa kekeluargaan yang semakin kuat. Guru tidak hanya dipandang sebagai sosok yang menyampaikan materi pelajaran, memberikan tugas, atau menilai hasil belajar, tetapi juga sebagai orang tua asuh yang memberikan perhatian, bimbingan, kasih sayang, serta keteladanan kepada murid. Sebaliknya, murid juga belajar memahami bahwa kedekatan dengan guru harus tetap disertai adab dan penghormatan. Tidak ada jarak pembeda yang membuat guru dan murid terasa jauh, tetapi terdapat hubungan yang saling menghargai. Kehangatan komunikasi seperti ini dapat membuat murid merasa diterima, dihargai, dan memiliki tempat yang nyaman untuk berkembang.

Kebersamaan tersebut juga menjadi sarana pendidikan karakter yang sederhana tetapi bermakna. Di balik senyum dan kebahagiaan dalam sebuah foto, terdapat nilai sopan santun, rasa hormat, kepedulian, disiplin, dan sikap saling menghargai. Murid yang terbiasa mendapatkan perhatian dan keteladanan dari gurunya diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, santun dalam berbicara, hormat kepada guru, patuh terhadap aturan, serta mampu menghargai orang lain. Guru pun mendapatkan energi positif dari keceriaan murid. Hubungan yang dilandasi rasa asih, asah, dan asuh dapat menciptakan suasana pendidikan yang lebih manusiawi, sehingga guru dan murid merasa berada dalam satu keluarga besar yang saling mendukung dan sepenanggungan.

Foto ceria bersama menjadi simbol bahwa pendidikan membutuhkan hati, bukan hanya kecerdasan. Sebuah senyuman mungkin terlihat sederhana, tetapi dapat menyampaikan pesan tentang persahabatan, kepercayaan, kenyamanan, dan kebersamaan. Ketika guru dan murid mampu menciptakan komunikasi yang hangat tanpa kehilangan batas adab dan kewibawaan, madrasah akan menjadi tempat yang menyenangkan untuk belajar dan bertumbuh. Dokumentasi kebersamaan hari ini kelak dapat menjadi kenangan berharga bahwa pernah ada masa ketika guru dan murid berjalan bersama, saling menguatkan, berbagi kebahagiaan, dan belajar menjadi manusia yang lebih baik.

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.

 

Rabu, 09 September 2026

,

 @masto.asyk 

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi

Rabu, 9 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Sampah organik merupakan salah satu jenis limbah yang paling banyak dihasilkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti sisa makanan, kulit buah, sayuran, daun kering, dan potongan tanaman. Jika dibuang begitu saja, sampah tersebut dapat menumpuk, menimbulkan bau tidak sedap, mengundang lalat, serta menghasilkan gas rumah kaca ketika membusuk tanpa pengelolaan yang baik. Salah satu cara sederhana untuk mengatasinya adalah menggunakan komposter. Komposter merupakan alat atau wadah yang membantu proses penguraian bahan organik oleh mikroorganisme. Dengan pengelolaan yang tepat, sebagian sampah organik tidak lagi berakhir di tempat pembuangan, tetapi dapat diolah menjadi kompos dan menghasilkan cairan yang sering dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair. Karena itu, komposter memiliki potensi nyata untuk mengurangi jumlah limbah rumah tangga maupun limbah organik di lingkungan madrasah.

Secara teknis, komposter sebenarnya tidak harus dibeli karena dapat dibuat sendiri menggunakan bahan yang mudah ditemukan. Wadah plastik bekas yang memiliki tutup dapat dimanfaatkan sebagai komposter sederhana. Wadah tersebut sebaiknya diberi lubang atau sistem penampungan cairan agar proses penguraian berlangsung lebih terkendali. Sampah organik dipotong menjadi bagian kecil agar lebih mudah terurai, kemudian dimasukkan secara bertahap ke dalam wadah. Bahan yang terlalu basah dapat dicampur dengan bahan kering seperti daun kering atau potongan kardus tanpa tinta berlebihan. Untuk mempercepat penguraian, dapat digunakan aktivator kompos atau mikroorganisme pengurai sesuai petunjuk penggunaannya. Komposter perlu ditempatkan di lokasi teduh dan diperiksa secara berkala agar kelembapannya tidak berlebihan serta tidak menimbulkan bau menyengat.

Cairan yang terkumpul dari proses penguraian dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik cair setelah melalui pengolahan dan pengenceran yang sesuai. Cairan tersebut jangan langsung digunakan dalam konsentrasi tinggi pada tanaman karena dapat terlalu kuat dan berpotensi merusak tanaman. Sementara itu, bahan padat yang telah matang dapat digunakan sebagai kompos untuk memperbaiki kondisi tanah. Manfaat komposter menjadi semakin besar apabila dilakukan secara rutin dan konsisten. Misalnya, sisa sayuran dan kulit buah dari dapur setiap hari dapat dipisahkan sejak awal sehingga tidak bercampur dengan sampah plastik, kaca, atau logam. Kebiasaan sederhana tersebut membuat proses pengolahan menjadi lebih mudah sekaligus meningkatkan kesadaran untuk memilah sampah dari sumbernya.

Komposter memang mampu membantu mengurangi limbah sampah organik, meskipun bukan berarti seluruh persoalan sampah dapat diselesaikan hanya dengan satu alat. Keberhasilannya sangat bergantung pada kebiasaan memilah sampah, kapasitas komposter, perawatan, dan konsistensi penggunaannya. Di rumah, komposter dapat membantu mengurangi sampah dapur yang dibuang setiap hari. Di madrasah, penggunaannya dapat menjadi sarana pembelajaran nyata tentang lingkungan, pengelolaan sampah, sains, dan tanggung jawab bersama. Murid dapat belajar bahwa sesuatu yang dianggap tidak berguna ternyata masih memiliki nilai apabila dikelola dengan benar. Dari sebuah komposter sederhana, tumbuh kebiasaan menjaga kebersihan, mengurangi sampah, memanfaatkan kembali bahan organik, dan merawat lingkungan secara berkelanjutan. Dengan langkah kecil yang dilakukan bersama-sama, lingkungan sehari-hari dapat menjadi lebih bersih, sehat, dan ramah bagi kehidupan.

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.

Selasa, 08 September 2026

,

 @masto.asyk

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di ruang Laborat

Selasa, 8 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Pembelajaran Informatika di laboratorium komputer membutuhkan pengelolaan perangkat yang efektif agar kegiatan belajar berlangsung tertib, terarah, dan interaktif. Salah satu aplikasi yang dapat dimanfaatkan adalah Veyon Master, yaitu perangkat lunak yang memungkinkan guru memantau dan mengelola komputer peserta didik dari satu komputer utama. Dengan aplikasi ini, guru dapat melihat tampilan layar komputer yang digunakan murid secara bersamaan melalui komputer guru. Pemanfaatan Veyon Master membantu guru mengetahui proses belajar secara langsung tanpa harus berpindah dari satu komputer ke komputer lainnya. Kondisi tersebut sangat bermanfaat ketika guru memberikan latihan pengoperasian aplikasi, praktik membuat dokumen, mengolah data, maupun kegiatan pembelajaran berbasis internet.

Salah satu kemampuan Veyon Master adalah remote control, yaitu guru dapat melakukan kendali jarak jauh terhadap komputer tertentu yang terhubung dalam jaringan laboratorium. Dalam pembelajaran, fitur ini dapat digunakan secara terarah untuk memberikan contoh, membantu murid ketika mengalami kesulitan, atau menunjukkan langkah penggunaan suatu aplikasi. Guru juga dapat menampilkan layar komputer tertentu kepada seluruh peserta didik sehingga hasil pekerjaan seorang murid dapat dijadikan contoh pembelajaran bersama. Penggunaan remote control bukan dimaksudkan untuk mengambil alih kegiatan murid secara terus-menerus, melainkan sebagai sarana pendampingan dan pengawasan agar proses pembelajaran berjalan efektif. Dengan demikian, teknologi jaringan komputer dapat dimanfaatkan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih terkontrol sekaligus interaktif.

Veyon Master juga dapat membantu guru mengetahui aktivitas yang sedang diakses melalui komputer laboratorium, terutama melalui tampilan layar komputer peserta didik. Guru dapat melihat apakah murid sedang mengerjakan tugas, membuka aplikasi yang berkaitan dengan materi, atau justru mengakses halaman yang tidak berhubungan dengan pembelajaran. Pemantauan tersebut penting untuk menjaga fokus dan kedisiplinan selama kegiatan praktikum. Namun, penggunaannya harus tetap memperhatikan etika, privasi, transparansi, dan aturan madrasah. Murid sebaiknya diberi penjelasan sejak awal bahwa komputer laboratorium berada dalam sistem pembelajaran yang dapat dipantau oleh guru. Pemantauan hendaknya dilakukan hanya untuk kepentingan pendidikan, keamanan perangkat, dan pengelolaan kelas, bukan untuk mengakses informasi pribadi murid yang tidak berkaitan dengan kegiatan pembelajaran.

Penggunaan Veyon Master menunjukkan bahwa pembelajaran Informatika tidak hanya mengajarkan cara menggunakan komputer, tetapi juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi jaringan secara nyata. Guru dapat mengelola banyak komputer dengan lebih efisien, memberikan bantuan secara cepat, serta menjaga kegiatan praktikum tetap sesuai tujuan pembelajaran. Di sisi lain, murid belajar menggunakan perangkat digital secara bertanggung jawab karena memahami bahwa teknologi memiliki aturan dan etika dalam penggunaannya. Laboratorium Informatika pun dapat menjadi ruang belajar yang modern, tertib, aman, dan produktif. Dengan pendampingan guru yang bijaksana, Veyon Master dapat menjadi salah satu sarana pendukung pembelajaran digital yang membantu murid meningkatkan keterampilan teknologi sekaligus membangun sikap disiplin dan bertanggung jawab dalam menggunakan perangkat komputer.

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.

Senin, 07 September 2026

,

 @masto.asyk

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di ruang kelas 8C

Senin, 7 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Pelaksanaan ulangan harian online di kelas 8C MTsN Surakarta 1 menjadi salah satu wujud nyata implementasi madrasah digital dalam proses pembelajaran. Sebelum pelaksanaan ulangan, murid telah diinformasikan agar membawa telepon pintar atau HP sebagai perangkat digital yang akan digunakan untuk mengerjakan soal. Namun, penggunaan HP tidak dilakukan secara bebas sejak awal pembelajaran. Setibanya di madrasah, perangkat tersebut terlebih dahulu dititipkan kepada guru atau ditempatkan pada tempat yang telah disediakan. Aturan ini bertujuan agar murid tetap fokus mengikuti kegiatan pembelajaran dan tidak menggunakan perangkat digital untuk aktivitas lain sebelum waktu ulangan dimulai.

Ketika jam ulangan harian tiba, guru memberikan arahan mengenai tata cara pelaksanaan ulangan online, termasuk aturan penggunaan HP, langkah mengakses soal, serta ketentuan selama mengerjakan. Setelah mendapatkan izin, murid mengambil perangkat masing-masing dan mulai menggunakannya sesuai instruksi. Suasana kelas terlihat tertib dan kondusif. Murid tidak hanya dituntut mampu menjawab pertanyaan berdasarkan materi yang telah dipelajari, tetapi juga belajar menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Pengalaman ini menunjukkan bahwa perangkat digital bukan sekadar alat komunikasi dan hiburan, melainkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar dan evaluasi pembelajaran yang efektif.

Ulangan online juga memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan murid di era digital. Mereka belajar membuka tautan atau aplikasi yang digunakan untuk ulangan, membaca petunjuk, memilih jawaban, mengirimkan hasil pekerjaan, serta memastikan bahwa proses pengerjaan telah selesai dengan benar. Kegiatan sederhana tersebut secara tidak langsung melatih keterampilan digital, ketelitian, kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Dengan pembiasaan yang terarah, murid menjadi semakin percaya diri dalam menghadapi perkembangan teknologi. Mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga belajar menjadi pengguna yang cerdas, bijak, dan mampu mengikuti perubahan zaman tanpa gagap teknologi.

Pelaksanaan ulangan harian online di kelas 8C akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan penilaian hasil belajar. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses membangun budaya digital di lingkungan madrasah. Penggunaan HP yang diawali dengan aturan penitipan dan baru diperbolehkan ketika ulangan berlangsung memberikan pembelajaran tentang disiplin sekaligus etika dalam menggunakan teknologi. MTsN Surakarta 1 terus mendorong murid agar memiliki kemampuan akademik yang baik sekaligus kecakapan digital yang memadai. Dengan demikian, madrasah digital bukan hanya tentang penggunaan perangkat teknologi, tetapi tentang bagaimana teknologi dimanfaatkan secara tepat untuk membentuk murid yang cerdas, mandiri, bertanggung jawab, adaptif, dan siap menghadapi masa depan.

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.

Minggu, 06 September 2026

,

 @masto.asyk

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di halaman MTsN Surakarta 1

Minggu, 6 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Kilas balik acara sosialisasi dari sosis so nice ke MTsN Suakarta 1, pada hari Jum’at (04/09/2026), kerjasama dengan pihak ketiga menjadi pondasi kokoh dalam memajukan instansi. Selebihnya untuk memberikan pembelajaran di luar kelas, pembelajaran yang tidak hanya terfokus dari guru tetapi dapat dari siapapun dan dari manapu.  Pagi yang cerah dan hangat menjadi suasana yang tepat untuk menyambut kegiatan sosialisasi dari Sosis So Nice di MTsN Surakarta 1. Sejak kegiatan dimulai, wajah-wajah ceria para murid menunjukkan antusiasme dan semangat untuk mengikuti setiap rangkaian acara. Kehadiran kegiatan sosialisasi tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengenal sebuah produk, tetapi juga menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan di luar suasana pembelajaran kelas. Para murid tampak bersemangat, tertib, dan penuh rasa ingin tahu. Keceriaan yang terpancar menciptakan suasana pagi yang hidup, positif, dan penuh energi.

Dalam mengikuti kegiatan tersebut, para murid belajar bahwa menjadi terbaik tidak hanya ditunjukkan melalui hasil, tetapi juga melalui sikap dan perilaku selama mengikuti kegiatan. Mereka tampil sesuai prosedur dan aturan yang telah ditetapkan, mulai dari menjaga ketertiban, mengikuti arahan, menunggu giliran, hingga berpartisipasi dengan penuh percaya diri. Sikap disiplin menjadi bagian penting dalam membangun karakter. Murid yang mampu menaati aturan menunjukkan bahwa dirinya dapat bertanggung jawab terhadap kegiatan yang diikuti. Semangat untuk menjadi terbaik pun tidak harus diwujudkan dengan mengalahkan orang lain, tetapi dengan berusaha memberikan penampilan dan sikap terbaik dari kemampuan yang dimiliki.

Kegiatan sosialisasi tersebut juga memberikan pengalaman berharga tentang keberanian tampil di hadapan orang lain. Para murid mendapatkan ruang untuk menunjukkan keceriaan, kreativitas, kerja sama, serta kepercayaan diri. Mereka belajar bahwa setiap kesempatan dapat menjadi pengalaman untuk berkembang. Ketika suasana kegiatan dipenuhi semangat dan kegembiraan, proses belajar menjadi lebih bermakna. Interaksi antara murid, guru, dan pihak penyelenggara menciptakan suasana yang hangat sehingga kegiatan tidak sekadar menjadi acara sosialisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan karakter positif dalam diri murid.

Antusiasme dan semangat para murid dalam mengikuti sosialisasi Sosis So Nice menjadi gambaran generasi yang aktif, percaya diri, disiplin, dan siap mengambil kesempatan untuk berkembang. Pagi yang cerah seolah menjadi simbol harapan bahwa setiap murid memiliki peluang untuk meraih prestasi dan menunjukkan eksistensi yang gemilang. Dengan mengikuti prosedur, menghargai aturan, menjaga keceriaan, serta berani memberikan yang terbaik, murid belajar bahwa keberhasilan dibangun melalui kebiasaan-kebiasaan positif. Dari kegiatan sederhana tersebut, tumbuh semangat untuk terus belajar, berani tampil, dan menjadi pribadi terbaik yang mampu membawa nama baik diri sendiri, madrasah, serta lingkungan di sekitarnya.

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya.  Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.

Follow Us @soratemplates