Minggu, 20 September 2026

,

 @masto.asyk 

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di SMAN 6 Surakarta

Minggu, 20 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Ada pemandangan sederhana tetapi penuh makna ketika dua alumni MTsN Surakarta 1 kembali menyapa gurunya, meskipun mereka kini sudah melanjutkan pendidikan ke sekolah berikutnya. Sapaan hangat, senyum, dan sikap hormat yang mereka tunjukkan menjadi pengingat bahwa hubungan antara guru dan murid tidak selalu berakhir ketika masa belajar di madrasah telah selesai. Ada nilai-nilai kebaikan yang tetap tumbuh dan terbawa dalam perjalanan mereka menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

 

Bagi seorang guru, bertemu kembali dengan murid yang pernah dididiknya tentu menghadirkan kebahagiaan tersendiri. Apalagi ketika alumni masih mengingat gurunya, menyapa dengan sopan, serta menunjukkan rasa hormat sebagaimana ketika mereka masih menjadi murid di madrasah. Hal sederhana tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya tentang pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga tentang pembentukan karakter, adab, dan kebiasaan baik yang diharapkan melekat dalam kehidupan sehari-hari.

 

Dua alumni tersebut memberikan gambaran bahwa pendidikan karakter membutuhkan proses yang panjang dan keteladanan yang konsisten. Sikap menghormati guru, menjaga kesopanan ketika bertemu orang yang lebih tua, serta tidak melupakan tempat seseorang pernah belajar merupakan bagian dari nilai luhur yang penting untuk dipertahankan. Ketika kebiasaan tersebut tetap dilakukan setelah meninggalkan madrasah, pendidikan karakter menjadi sesuatu yang hidup dan tidak berhenti hanya di dalam ruang kelas.

 

Madrasah tidak hanya berharap melahirkan murid yang berprestasi secara akademik, tetapi juga pribadi yang memiliki akhlak, sopan santun, kepedulian, dan rasa hormat kepada sesama. Dua alumni itu menjadi contoh sederhana bahwa karakter yang ditanamkan sejak di madrasah dapat terus melekat dalam perjalanan kehidupan. Sebab, ilmu dapat membawa seseorang menuju masa depan, tetapi adab dan karakter baik akan menjadi bekal yang menyertai setiap langkahnya.

 

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani. 

 

Sabtu, 19 September 2026

,

@masto.asyk

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di ruang 14 ASTS

Sabtu, 19 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Menjadi pengawas Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) Gasal mata pelajaran Informatika di Ruang 14, kelas 8 Sains 3, memberikan pengalaman tersendiri dalam melihat pelaksanaan evaluasi pembelajaran berbasis digital. Sejak awal kegiatan, murid tampak mempersiapkan perangkat telepon seluler (HP) masing-masing dan mengikuti arahan guru pengawas. Suasana ruang kelas terlihat tenang dan tertib. Hampir seluruh murid fokus menatap layar HP untuk membaca soal dan menentukan jawaban. Penggunaan HP dalam ASTS bukan untuk bermain atau membuka media sosial, melainkan sebagai sarana utama untuk mengerjakan asesmen yang memang dirancang secara digital.

Pelaksanaan ASTS berbasis digital tentu memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga kejujuran murid. HP merupakan perangkat yang memiliki banyak fungsi dan secara teknis dapat digunakan untuk mencari informasi atau melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan ketentuan ujian. Namun, madrasah telah menerapkan sistem yang membatasi akses perangkat selama asesmen berlangsung. HP dikondisikan agar hanya dapat digunakan untuk membuka dan mengerjakan soal yang telah disediakan. Dengan demikian, kesempatan untuk membuka aplikasi atau sumber lain dapat diminimalkan sehingga murid dapat berkonsentrasi pada soal yang sedang dikerjakan.

Selain sistem digital yang dikunci, pelaksanaan asesmen juga didukung oleh pengawasan langsung dari guru pengawas dan kamera CCTV yang tersedia di dalam ruangan. Kehadiran kedua unsur tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana asesmen yang tertib, aman, dan berintegritas. Murid terlihat fokus mengerjakan soal masing-masing tanpa banyak melakukan aktivitas lain. Pengawasan bukan semata-mata untuk mencari kesalahan, tetapi juga membantu membangun kesadaran bahwa setiap murid memiliki tanggung jawab terhadap proses belajarnya sendiri. Nilai yang paling penting bukan hanya memperoleh hasil yang baik, tetapi mendapatkannya melalui usaha dan kemampuan sendiri.

Pengalaman menjadi pengawas ASTS Gasal Informatika di kelas 8 Sains 3 menunjukkan bahwa digitalisasi madrasah perlu berjalan seiring dengan penguatan karakter. Teknologi dapat membantu membuat proses asesmen lebih praktis dan efisien, tetapi kejujuran tetap menjadi fondasi utama. Di tengah tantangan global dan perkembangan madrasah digital, murid perlu dibiasakan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Kejujuran dalam mengerjakan asesmen menjadi latihan penting untuk membentuk pribadi yang berintegritas, disiplin, mandiri, dan siap menghadapi dunia yang semakin digital.

 Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani. 

Jumat, 18 September 2026

,

@masto.asyk

-Foto kiri Ibu Nirmala, Mas Lutfi (alumni) dan Pak Rohas – sedang berdiskusi
Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di are depan PTSP Madrasah

Jum’at, 18 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Ruang publik di lingkungan madrasah tidak selalu harus berupa tempat yang luas dan megah. Sebuah area sederhana yang tertata rapi, nyaman, teduh, dan memberikan suasana damai juga dapat menjadi ruang yang memiliki banyak manfaat. Di depan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) MTsN Surakarta 1, tersedia area umum yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat menerima tamu, berdiskusi, berbincang, maupun sekadar bersantai. Kehadiran ruang ini membuat suasana lingkungan madrasah terasa lebih ramah dan terbuka bagi siapa saja yang datang.


Ketika tamu berkunjung ke madrasah, area tersebut dapat menjadi tempat menunggu dan menerima tamu sebelum memperoleh pelayanan di PTSP. Guru, tenaga kependidikan, murid, maupun orang tua dapat memanfaatkannya untuk berbincang dalam suasana yang lebih santai. Percakapan ringan di ruang tersebut dapat menjadi bagian dari interaksi sosial yang mempererat hubungan ant warga madrasah. Suasana yang teduh membuat kegiatan menunggu tidak terasa membosankan, sementara lingkungan yang tenang menghadirkan rasa nyaman dan damai.


Bagi murid, ruang publik ini juga dapat menjadi tempat beristirahat sejenak setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Mereka dapat duduk bersama teman, bertukar cerita, mendiskusikan tugas, atau menyampaikan gagasan dengan tetap memperhatikan tata krama dan ketertiban. Ruang tersebut sekaligus memberikan alternatif tempat berkegiatan selain ruang kelas dan pojok baca madrasah. Dengan demikian, fasilitas sederhana di lingkungan PTSP dapat berkembang menjadi ruang interaksi yang mendukung kenyamanan, komunikasi, dan kebersamaan warga madrasah.


Keberadaan ruang publik di depan PTSP MTsN Surakarta 1 menunjukkan bahwa fasilitas madrasah bukan hanya berkaitan dengan sarana pembelajaran formal. Area yang nyaman dan teduh juga memiliki nilai penting dalam membangun suasana madrasah yang humanis. Di tempat ini, tamu dapat menunggu dengan nyaman, guru dan murid dapat berbincang, sementara warga madrasah dapat menikmati waktu istirahat dalam suasana yang damai. Ruang publik tersebut menjadi pelengkap fasilitas madrasah sekaligus menghadirkan ruang kebersamaan yang sederhana, tetapi bermakna bagi kehidupan sehari-hari di madrasah.


Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.

Kamis, 17 September 2026

,

 @masto.asyk

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di tembok madrasah

Kamis, 17 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Kanvas tidak hanya menjadi tempat untuk mencurahkan keindahan melalui warna dan gambar, tetapi juga dapat menjadi media untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan pesan yang bermakna. Di lingkungan madrasah, kreativitas murid melalui lukisan dapat diarahkan untuk menyuarakan berbagai pesan positif bagi kehidupan bersama. Salah satunya adalah kampanye untuk menjauhi narkoba, perundungan atau bullying, serta segala bentuk kekerasan. Dengan kuas, cat, gambar, dan tulisan, murid dapat menyampaikan pesan yang terkadang sulit diungkapkan hanya melalui kata-kata. Setiap goresan warna menjadi bentuk kepedulian terhadap terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, sehat, nyaman, dan menyenangkan.

Kampanye melalui kanvas memberikan kesempatan kepada murid untuk menuangkan pemikiran mereka tentang bahaya narkoba dan dampak buruk perundungan serta kekerasan. Gambar tangan yang saling menggenggam, misalnya, dapat menggambarkan persahabatan dan kepedulian. Tulisan “Jauhi Narkoba”, “Stop Bullying”, atau “Madrasah Tanpa Kekerasan” dapat menjadi pesan sederhana yang mudah dipahami oleh siapa saja. Kreativitas tersebut sekaligus menjadi pengalaman belajar yang mengajarkan keberanian menyampaikan pendapat, kepedulian terhadap sesama, serta tanggung jawab menjaga lingkungan madrasah. Seni menjadi jembatan antara ekspresi pribadi dan pesan sosial yang bermanfaat.

Kanvas yang telah selesai dibuat tidak seharusnya hanya disimpan di dalam kelas atau ruang kegiatan. Karya tersebut perlu dipampang pada tembok atau tempat yang mudah dilihat oleh warga madrasah. Ketika murid, guru, tenaga kependidikan, maupun tamu melewati area tersebut, pesan kampanye dapat terbaca dan menjadi bahan perhatian. Tembok madrasah pun berubah menjadi ruang edukasi visual yang menyampaikan pesan secara terus-menerus. Warna dan gambar yang menarik dapat mengundang perhatian, sedangkan pesan yang ditampilkan dapat mengingatkan setiap orang untuk saling menghormati, menjaga pergaulan, dan berani menolak narkoba, perundungan, serta kekerasan.

Melalui kegiatan tersebut, murid tidak hanya belajar menghasilkan karya seni, tetapi juga belajar menjadi bagian dari gerakan menciptakan lingkungan madrasah yang positif. Luapan ekspresi pikiran dan perasaan melalui kanvas menunjukkan bahwa suara murid dapat disampaikan dengan cara kreatif, santun, dan penuh makna. Setiap karya yang terpampang di tembok menjadi pengingat bersama bahwa madrasah adalah tempat untuk tumbuh, belajar, berteman, dan mengembangkan potensi tanpa rasa takut. Pesan anti narkoba, anti bullying, dan anti kekerasan diharapkan terus hidup melalui karya-karya tersebut sehingga menjadi perhatian semua dan menguatkan komitmen bersama untuk menjaga madrasah tetap aman, damai, dan penuh persaudaraan.

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.

 

Rabu, 16 September 2026

,

 @masto.asyk

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di halaman

Rabu, 16 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Sampah menjadi salah satu persoalan yang selalu hadir dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan madrasah. Aktivitas murid, guru, dan seluruh warga madrasah dapat menghasilkan berbagai jenis sampah, mulai dari sisa makanan, daun kering, kertas, hingga botol dan kemasan plastik. Karena itu, diperlukan kebiasaan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama agar sampah tidak menumpuk dan mengganggu kebersihan lingkungan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menyediakan Bank Sampah Rumah Botol Plastik di lingkungan MTsN Surakarta 1. Kehadirannya menjadi tempat untuk mengumpulkan dan mengelola botol plastik agar tidak langsung berakhir sebagai sampah yang berserakan.

Bank sampah bukan sekadar tempat mengumpulkan botol plastik, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi murid. Melalui kegiatan tersebut, murid dilatih untuk mengenali perbedaan antara sampah organik dan anorganik. Sampah organik seperti sisa makanan dan daun dapat dipisahkan untuk pengolahan lebih lanjut, sedangkan botol plastik, kemasan, dan bahan sejenis ditempatkan pada wadah khusus. Kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya dapat membentuk sikap disiplin dan peduli terhadap lingkungan. Murid belajar bahwa membuang sampah pada tempatnya merupakan langkah awal, sedangkan memisahkan sampah sesuai jenisnya merupakan kebiasaan yang memberikan manfaat lebih besar.

Rumah Botol Plastik juga dapat menjadi contoh bahwa menjaga kebersihan madrasah tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. Botol plastik yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat dikumpulkan secara teratur, kemudian dipilah dan dikelola sesuai kebutuhan. Kegiatan ini dapat melibatkan murid melalui jadwal piket, kegiatan kelas, maupun program kepedulian lingkungan. Dengan keterlibatan tersebut, halaman, ruang kelas, taman, dan berbagai sudut madrasah dapat terjaga lebih bersih. Lingkungan yang bersih dan tertata tentu memberikan suasana yang lebih nyaman bagi murid untuk belajar, berinteraksi, dan melaksanakan berbagai kegiatan madrasah.

Lebih dari sekadar mengurangi penumpukan sampah, Bank Sampah Rumah Botol Plastik dapat menjadi media pembentukan karakter murid. Mereka belajar bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan sendiri, bekerja sama menjaga kebersihan, serta memahami bahwa tindakan kecil dapat memberikan dampak bagi lingkungan. MTsN Surakarta 1 dapat menjadikan kebiasaan memilah dan mengumpulkan sampah sebagai bagian dari budaya madrasah. Dari sebuah botol plastik yang dikumpulkan dengan tertib, tumbuh kesadaran bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama dan lingkungan yang sehat dimulai dari kepedulian setiap warga madrasah.

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani. 

 

Selasa, 15 September 2026

,

@masto.asyk 

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di halaman

Selasa, 15 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Halaman madrasah bukan sekadar ruang terbuka yang berada di antara gedung-gedung kelas. Bagi murid, halaman madrasah adalah tempat yang selalu memiliki cerita. Sejak pagi hingga waktu pulang, tempat ini hampir tidak pernah benar-benar sepi. Ada murid yang berjalan bersama teman, bermain, berbincang, bercanda, atau sekadar duduk menikmati suasana setelah mengikuti pembelajaran. Tawa dan sapaan mereka menjadikan halaman madrasah terasa hidup. Di tempat sederhana itulah berbagai pengalaman kecil tumbuh menjadi kenangan yang kelak akan mereka rindukan ketika sudah meninggalkan madrasah.

Ketika waktu istirahat tiba, halaman berubah menjadi arena bermain yang menyenangkan. Murid bergerak bebas setelah beberapa jam berkonsentrasi mengikuti pelajaran di kelas. Ada yang bermain bersama, saling mengejar, berbagi cerita, maupun bercanda dengan teman-temannya. Tidak semua aktivitas harus berupa permainan yang terencana. Percakapan sederhana, gurauan kecil, dan senyum antarteman sudah cukup membuat suasana menjadi hangat. Kebersamaan tersebut mengajarkan bahwa kehidupan di madrasah bukan hanya tentang buku, tugas, dan nilai, tetapi juga tentang membangun persahabatan serta belajar memahami karakter orang lain.

Lebih dari itu, halaman madrasah sering menjadi tempat murid mengadu. Ketika menghadapi persoalan dengan teman, merasa sedih karena hasil belajar belum sesuai harapan, atau memiliki cerita yang ingin disampaikan, mereka membutuhkan seseorang yang mau mendengarkan. Di sudut halaman, dalam suasana santai, seorang teman dapat menjadi tempat berbagi keluh kesah. Kadang-kadang masalah yang terasa berat menjadi lebih ringan setelah diceritakan. Kebersamaan membuat murid menyadari bahwa mereka tidak sendirian menghadapi berbagai pengalaman selama berada di madrasah.

Karena itu, halaman madrasah memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar tempat berkumpul. Ia menjadi ruang tumbuh bagi keceriaan, persahabatan, kepedulian, dan keberanian untuk berbagi cerita. Di sanalah murid belajar bahwa kehidupan membutuhkan keseimbangan antara belajar dengan serius dan menikmati kebersamaan. Suara tawa, canda, langkah kaki, serta cerita yang silih berganti menjadi bagian dari kehidupan madrasah. Halaman yang tak pernah sepi itu pada akhirnya menjadi saksi perjalanan murid dalam membangun pengalaman belajar, persahabatan, dan kenangan indah yang akan selalu tersimpan dalam ingatan.

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani. 

 

Senin, 14 September 2026

,

 @masto.asyk 

Sumber gambar: Foto share whatsapp grup forum komunikasi madrasah

Senin, 14 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Pelaksanaan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) Gasal di madrasah bukan sekadar kegiatan untuk mengukur capaian hasil belajar murid setelah mengikuti rangkaian pembelajaran. Lebih dari itu, setiap proses yang berlangsung dapat menjadi bagian penting dari perjalanan menuju madrasah digital yang semakin baik. Dokumentasi berupa foto, video, maupun arsip digital menjadi bukti nyata bahwa kegiatan asesmen telah dilaksanakan secara tertib, terencana, dan memanfaatkan perkembangan teknologi. Setiap aktivitas murid dan guru yang terdokumentasikan memberikan gambaran tentang budaya belajar yang terus berkembang sesuai tuntutan zaman.

Dokumentasi ASTS Gasal juga menunjukkan bagaimana teknologi mulai menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas pendidikan. Penggunaan perangkat digital, pengelolaan informasi, penyampaian pengumuman, pengarsipan data, hingga publikasi kegiatan dapat dilakukan dengan lebih efektif melalui sistem digital. Dokumentasi tersebut bukan hanya menjadi kenangan, tetapi juga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk melihat sejauh mana madrasah mampu mengembangkan tata kelola pembelajaran yang modern, tertib, transparan, dan efisien. Dengan demikian, digitalisasi tidak berhenti pada penggunaan perangkat, tetapi berkembang menjadi budaya kerja dan budaya belajar.

Bagi murid, dokumentasi kegiatan ASTS Gasal dapat menumbuhkan kesadaran bahwa mereka sedang menjadi bagian dari perubahan pendidikan. Kegiatan asesmen mengajarkan kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, ketelitian, dan kemandirian. Ketika proses tersebut diabadikan dengan baik, murid dapat melihat kembali pengalaman belajarnya sekaligus memahami bahwa teknologi harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab. Dokumentasi juga dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan pembelajaran masa depan.

Dokumentasi ASTS Gasal merupakan salah satu bukti perjalanan madrasah dalam membangun ekosistem digital yang lebih baik. Foto dan arsip kegiatan menjadi rekam jejak bahwa guru, murid, dan madrasah bersama-sama berusaha menciptakan pembelajaran yang tertib, modern, dan bermakna. Madrasah digital bukan hanya tentang perangkat komputer, jaringan internet, atau aplikasi, melainkan tentang perubahan pola pikir dan budaya pendidikan. Dengan dokumentasi yang terkelola dengan baik, setiap kegiatan menjadi bukti perkembangan sekaligus inspirasi untuk menghadirkan madrasah yang semakin maju, cerdas, adaptif, dan berkarakter.

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani. 

 

Follow Us @soratemplates