Jumat, 09 Oktober 2026

,

@masto.asyk  

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di ruang Laborat

Jum’at, 09 Oktober 2026 | oleh: Toad Isbani         

Perpustakaan merupakan salah satu pusat sumber belajar yang memiliki peran penting dalam meningkatkan budaya literasi di lingkungan madrasah. Di MTsN Surakarta 1, upaya menumbuhkan minat baca dan memperluas wawasan murid dilakukan melalui program kunjungan perpustakaan yang terjadwal bagi setiap kelas. Kegiatan ini dilaksanakan pada jam pelajaran ke-7 dengan pembagian jadwal yang telah ditentukan sebelumnya. Melalui program tersebut, setiap kelas memperoleh kesempatan yang sama untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan sebagai tempat belajar, membaca, dan menggali berbagai informasi. Kebijakan ini menjadi langkah nyata madrasah dalam membangun kebiasaan literasi yang teratur, terarah, dan berkelanjutan.

 

Penentuan jadwal kunjungan pada jam ke-7 memberikan kepastian bagi setiap kelas untuk mendapatkan hak menggunakan perpustakaan selama satu jam pertemuan. Dengan pengaturan tersebut, penggunaan fasilitas perpustakaan menjadi lebih tertib dan merata, sehingga tidak terjadi penumpukan pengunjung dari berbagai kelas pada waktu yang bersamaan. Murid dapat memanfaatkan waktu yang tersedia untuk membaca buku pengetahuan umum, karya sastra, buku pelajaran, ensiklopedia, maupun berbagai bacaan menarik lainnya. Guru juga dapat mendampingi murid dalam memilih bahan bacaan yang sesuai, memberikan arahan, serta mendorong mereka untuk aktif mencari informasi sebagai bagian dari proses pembelajaran.

 

Kegiatan literasi di perpustakaan tidak hanya berfokus pada kebiasaan membaca, tetapi juga mengembangkan kemampuan memahami isi bacaan, berpikir kritis, memperkaya kosakata, dan menyampaikan kembali informasi yang diperoleh. Murid dapat membuat catatan sederhana, merangkum bacaan, berdiskusi dengan teman, atau menceritakan kembali hal-hal menarik dari buku yang telah dibaca. Pembiasaan ini diharapkan mampu menjadikan kegiatan membaca sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban sekolah. Dengan dukungan guru, petugas perpustakaan, dan seluruh warga madrasah, suasana perpustakaan dapat menjadi lingkungan belajar yang menyenangkan, nyaman, dan inspiratif bagi setiap murid.

 

Melalui jadwal kunjungan perpustakaan yang teratur setiap jam ke-7, MTsN Surakarta 1 berupaya memastikan bahwa seluruh kelas memperoleh kesempatan yang adil untuk mengembangkan budaya literasi. Program ini menjadi bentuk komitmen madrasah dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus membangun karakter murid yang gemar membaca, memiliki rasa ingin tahu, dan berwawasan luas. Harapannya, satu jam kunjungan perpustakaan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi perkembangan pengetahuan dan keterampilan murid. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten akan menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi pembelajar sepanjang hayat, yang mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

 

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani. 

Kamis, 08 Oktober 2026

,

@masto.asyk  

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi di area pintu gerbang masuk

Kamis, 08 Oktober 2026 | oleh: Toad Isbani         

Kedatangan tamu di lingkungan madrasah merupakan sebuah kesempatan untuk menunjukkan sikap ramah, sopan, dan berkarakter. Di MTsN Surakarta 1, menyambut tamu bukan sekadar kegiatan formal, tetapi menjadi bagian dari pembiasaan positif yang dilakukan oleh seluruh warga madrasah. Setiap tamu yang datang, baik orang tua murid, alumni, instansi, maupun tamu dari lembaga pendidikan lainnya, diupayakan memperoleh sambutan yang hangat sehingga merasa dihargai, dihormati, dan diterima dengan baik.

 

Keramahan terlihat dari cara warga madrasah memberikan senyum, salam, sapaan, serta bantuan ketika tamu memasuki lingkungan madrasah. Petugas maupun warga madrasah berusaha memberikan informasi yang diperlukan dengan bahasa yang santun dan sikap yang penuh perhatian. Apabila tamu membutuhkan arahan menuju ruang tertentu, mereka tidak segan membantu menunjukkan lokasi atau mengantarkan secara langsung. Sikap sederhana tersebut menjadi bentuk pelayanan yang mencerminkan kepedulian sekaligus menciptakan suasana madrasah yang nyaman dan bersahabat.

 

Pembiasaan menyambut tamu dengan baik juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi murid. Mereka belajar bahwa menghormati orang lain dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menyapa dengan sopan, berbicara dengan bahasa yang baik, memberikan tempat duduk, serta membantu seseorang yang membutuhkan pertolongan. Nilai keramahan, kesantunan, tanggung jawab, kepedulian, dan menghargai orang lain diharapkan tidak hanya diterapkan di madrasah, tetapi juga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari di keluarga dan masyarakat.

 

Pelayanan prima di MTsN Surakarta 1 pada akhirnya bukan hanya tentang memberikan pelayanan yang cepat dan tepat, melainkan menghadirkan pengalaman yang menyenangkan bagi setiap tamu. Senyum dan keramahan menjadi wajah madrasah yang pertama kali dirasakan oleh setiap orang yang datang. Melalui pembiasaan tersebut, madrasah terus membangun budaya positif yang berkarakter, beradab, dan humanis. Tamu merasa dihargai, sementara warga madrasah belajar mempraktikkan nilai-nilai kebaikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

 

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani. 

Rabu, 07 Oktober 2026

,

@masto.asyk  

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di ruang Laborat

Rabu, 07 Oktober 2026 | oleh: Toad Isbani         

Suasana pintu gerbang dan jalan depan MTsN Surakarta 1 tampak ramai saat waktu kepulangan murid setelah mengikuti pembelajaran sepanjang hari. Satu per satu murid keluar dari lingkungan madrasah dengan tertib, sementara para orang tua dan keluarga yang datang menjemput mulai memenuhi area sekitar gerbang. Mereka dengan sabar menunggu murid menyelesaikan kegiatan dan keluar dari pintu gerbang. Meskipun suasana cukup ramai, semua pihak berusaha menjaga ketertiban agar arus keluar-masuk kendaraan tetap berjalan dengan baik dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

 

Para penjemput terlihat memilih menunggu di area parkir atau tempat yang telah memungkinkan untuk berhenti dengan aman. Sebagian kendaraan datang lebih awal dan menunggu hingga murid yang akan dijemput keluar dari madrasah. Ada pula penjemput yang baru tiba ketika kegiatan pembelajaran telah selesai. Kesabaran menjadi bagian penting dalam situasi tersebut karena waktu kepulangan setiap murid tidak selalu bersamaan. Dengan menunggu secara tertib, suasana di depan madrasah dapat tetap terkendali dan memberikan rasa aman bagi murid, guru, tenaga kependidikan, maupun para penjemput.

 

Dalam kondisi tertentu, ada murid yang belum mengetahui bahwa orang tua atau keluarganya sudah menunggu di luar. Untuk membantu mempercepat proses penjemputan, para penjemput dapat meminta bantuan petugas keamanan atau satpam madrasah. Dengan menggunakan pengeras suara atau sound, satpam membantu memanggil nama murid yang sedang ditunggu. Cara sederhana tersebut sangat membantu, terutama ketika suasana gerbang sedang ramai dan murid masih berada di dalam lingkungan madrasah. Peran satpam menjadi penting dalam menjaga ketertiban sekaligus membantu komunikasi antara penjemput dan murid.

 

Momen kepulangan bukan sekadar aktivitas meninggalkan madrasah, tetapi juga menjadi bagian dari pembelajaran tentang kedisiplinan, kesabaran, ketertiban, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Murid belajar untuk segera menuju titik penjemputan tanpa berdesak-desakan, sedangkan para penjemput belajar menghargai aturan dan kenyamanan bersama. Kerja sama antara murid, orang tua, satpam, guru, dan seluruh warga madrasah membuat proses kepulangan berlangsung lebih aman dan tertib. Dari suasana sederhana di pintu gerbang tersebut, tumbuh kebiasaan baik untuk selalu mengutamakan keselamatan, ketertiban, dan sikap saling menghargai.

 

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.

Selasa, 06 Oktober 2026

,

@masto.asyk  

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di area madrasah

Selasa, 06 Oktober 2026 | oleh: Toad Isbani         

Pembinaan dan pengarahan bagi kaum putri yang sedang berhalangan sehingga tidak melaksanakan salat Dhuhur di masjid madrasah merupakan salah satu bentuk perhatian dan pendampingan dari guru serta tenaga kependidikan (tendik) putri. Kegiatan ini dilaksanakan oleh guru dan tendik putri yang mendapatkan tugas piket pada waktu salat Dhuhur. Para siswi yang sedang berhalangan diarahkan untuk tetap menjaga ketertiban dan mengikuti kegiatan pembinaan di tempat yang telah ditentukan oleh madrasah. Dengan adanya kegiatan ini, para siswi tetap mendapatkan pendampingan dan pembinaan keagamaan meskipun sedang tidak melaksanakan salat.

 

Dalam pelaksanaannya, guru atau tendik putri memberikan pengarahan dengan bahasa yang santun, bijaksana, dan mudah dipahami oleh para siswi. Mereka diberikan pemahaman bahwa kondisi berhalangan merupakan bagian dari ketentuan syariat yang harus dipahami dan dijalankan dengan baik. Meskipun tidak melaksanakan salat, para siswi tetap diarahkan untuk menjaga sikap, adab, kebersihan, kedisiplinan, serta menghormati teman-teman yang sedang melaksanakan ibadah. Pembinaan juga menjadi kesempatan bagi guru untuk memberikan nasihat dan penguatan mengenai pentingnya menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

 

Selain pengarahan keagamaan, guru dan tendik putri yang bertugas juga melakukan pendampingan agar kegiatan berlangsung tertib, aman, dan kondusif. Para siswi diarahkan untuk menggunakan waktu dengan kegiatan yang bermanfaat, seperti membaca materi keagamaan, berdiskusi, mendapatkan nasihat, atau mengikuti pembinaan karakter. Pendekatan yang dilakukan diharapkan tidak menimbulkan rasa malu atau tidak nyaman bagi siswi yang sedang berhalangan, tetapi justru memberikan rasa dihargai dan diperhatikan oleh pihak madrasah.

 

Melalui kegiatan pembinaan dan pengarahan tersebut, madrasah berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang religius, humanis, dan penuh kepedulian. Guru dan tendik putri tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga menjadi pembimbing yang memberikan teladan dan dukungan kepada para siswi. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman keagamaan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta pembentukan akhlak mulia pada diri siswi. Dengan demikian, meskipun sedang berhalangan dan tidak melaksanakan salat Dhuhur, para siswi tetap memperoleh pembinaan keagamaan yang terarah dan bernilai positif.

 

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.

Senin, 05 Oktober 2026

,

@masto.asyk   

 

Sumber gambar: Foto dari share google drive humas MTsN Surakarta 1

Senin, 05 Oktober 2026 | oleh: Toad Isbani         

MTsN Surakarta 1 kembali mendapatkan kepercayaan sebagai salah satu madrasah yang menjadi rujukan inspirasi dalam pengembangan pengelolaan dan inovasi pendidikan. Kepercayaan tersebut terlihat melalui kunjungan studi tiru Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) 02 Kabupaten Kudus (Sabtu,03/10/2026). Kehadiran rombongan menjadi sebuah kehormatan sekaligus kesempatan berharga bagi MTsN Surakarta 1 untuk berbagi pengalaman, gagasan, program unggulan, serta praktik baik yang selama ini dikembangkan di lingkungan madrasah. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan semangat untuk saling belajar.

 

Studi tiru bukan sekadar kegiatan berkunjung dan melihat berbagai fasilitas yang tersedia, tetapi menjadi momentum untuk menggali informasi secara lebih mendalam mengenai tata kelola madrasah, budaya kerja, pembelajaran, penguatan karakter murid, pemanfaatan teknologi, serta berbagai inovasi yang mendukung peningkatan mutu pendidikan. Rombongan KKMTs 02 Kabupaten Kudus dapat melihat secara langsung berbagai aktivitas dan lingkungan MTsN Surakarta 1 yang terus diarahkan menjadi madrasah yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Setiap pengalaman yang dibagikan diharapkan dapat menjadi inspirasi yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing madrasah.

 

Bagi MTsN Surakarta 1, kunjungan tersebut juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah madrasah tidak hanya diukur dari prestasi yang diraih, tetapi juga dari kemauan untuk berbagi dan memberikan manfaat bagi lembaga pendidikan lainnya. Pengalaman yang dimiliki menjadi lebih bermakna ketika dapat ditularkan kepada sesama insan pendidikan. Dialog, diskusi, dan pertukaran pengalaman dalam kegiatan studi tiru membuka ruang untuk menemukan ide-ide baru, memperkuat jejaring antarmadrasah, serta mendorong lahirnya inovasi yang lebih relevan dengan kebutuhan murid dan tuntutan pendidikan masa kini.

 

Kunjungan KKMTs 02 Kabupaten Kudus sekaligus memperkuat semangat MTsN Surakarta 1 untuk terus berbenah, berinovasi, dan menjaga kualitas layanan pendidikan. Menjadi tempat rujukan inspirasi merupakan sebuah amanah yang harus dijawab dengan kerja nyata, konsistensi, dan keterbukaan untuk terus belajar. Semoga kegiatan studi tiru ini memberikan manfaat bagi kedua pihak dan menjadi awal dari terjalinnya kerja sama yang semakin erat. Dari sebuah kunjungan, lahir pertukaran pengalaman; dari pengalaman, tumbuh inspirasi; dan dari inspirasi, diharapkan lahir madrasah-madrasah yang semakin maju, unggul, berkarakter, serta mampu memberikan pendidikan terbaik bagi generasi masa depan.

 

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani. 

Minggu, 04 Oktober 2026

,

@masto.asyk  

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di ruang satpam MTsN Surakarta 1

Minggu, 04 Oktober 2026 | oleh: Toad Isbani         

Ruangan  satpam MTsN Surakarta 1 tidak hanya menjadi tempat bagi petugas keamanan untuk beristirahat atau bersiap menjalankan tugas, tetapi juga menjadi salah satu pusat pemantauan keamanan lingkungan madrasah. Ruangan tersebut dilengkapi dengan monitor pemantau kamera CCTV yang terhubung dengan sejumlah titik kamera di lingkungan madrasah. Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian penting dalam mendukung terciptanya suasana madrasah yang aman, nyaman, tertib, dan kondusif bagi seluruh warga madrasah. Dengan dukungan teknologi, tugas Satpam dapat dilakukan secara lebih terarah dan sistematis.

Melalui monitor CCTV, Satpam dapat memantau aktivitas murid maupun kondisi lingkungan sekitar madrasah tanpa harus selalu mendatangi setiap lokasi secara langsung. Berbagai area yang memiliki jarak cukup jauh dari ruang Satpam tetap dapat dipantau melalui layar monitor. Aktivitas murid di halaman, koridor, area parkir, pintu masuk, maupun sejumlah sudut madrasah dapat terlihat dengan lebih mudah. Pemantauan ini bukan dimaksudkan untuk membatasi aktivitas murid, melainkan sebagai langkah preventif agar lingkungan madrasah tetap tertib serta setiap potensi kejadian yang membutuhkan perhatian dapat diketahui lebih awal.

Keberadaan monitor CCTV juga membuat pekerjaan Satpam menjadi lebih efektif dan efisien. Jika sebelumnya pemantauan area yang jauh harus dilakukan dengan berkeliling secara langsung, kini sebagian pengawasan dapat dilakukan dari ruang Satpam melalui layar monitor. Ketika terlihat situasi yang memerlukan peninjauan lebih lanjut, petugas dapat segera menentukan lokasi yang harus didatangi. Dengan demikian, waktu dan tenaga dapat digunakan secara lebih optimal, sementara pengawasan terhadap lingkungan madrasah tetap berjalan secara berkesinambungan.

Pemanfaatan teknologi CCTV menunjukkan bahwa keamanan madrasah dapat berjalan seiring dengan perkembangan teknologi digital. Satpam tidak hanya mengandalkan pengamatan secara langsung, tetapi juga memanfaatkan perangkat teknologi sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas pelayanan keamanan. Kehadiran ruang Satpam yang dilengkapi monitor pemantau CCTV menjadi bentuk ikhtiar madrasah dalam memberikan rasa aman kepada murid, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh warga MTsN Surakarta 1. Teknologi digunakan secara bijak untuk mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, tertib, nyaman, dan kondusif.

 

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.

Sabtu, 03 Oktober 2026

,

@masto.asyk  

Sumber gambar: Foto dari share google drive tim jurnalis dan humas MTsN Surakarta 1

Sabtu, 03 Oktober 2026 | oleh: Toad Isbani         

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan murid MTsN Surakarta 1 melalui ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta. Khanza Azzahra Alifa dan Aisha Ilfa Dilla, yang tergabung dalam Tim Aksara MTsN Surakarta 1, berhasil meraih Medali Perak melalui karya penelitian budaya yang sarat dengan nilai kearifan lokal. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa murid madrasah tidak hanya mampu berprestasi dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menggali kekayaan budaya bangsa melalui penelitian yang dilakukan secara serius, kreatif, dan penuh ketekunan.

 

Karya penelitian yang mereka angkat berjudul “Harmoni Masyarakat dalam Bingkai Jagad Cilik: Aktualisasi Naskah Kuno Karya Pujangga Keraton Surakarta dalam Menghadapi Krisis Kesantunan Generasi Z.” Judul tersebut menunjukkan keberanian Tim Aksara untuk mengangkat persoalan kehidupan generasi muda dengan menjadikan naskah kuno dan pemikiran pujangga Keraton Surakarta sebagai sumber pembelajaran. Di balik penelitian tersebut tersimpan pesan penting bahwa warisan budaya tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi dapat dikaji kembali untuk menemukan nilai-nilai yang relevan dengan kehidupan masyarakat masa kini, termasuk tentang kesantunan, keharmonisan, dan tata hubungan antarmanusia.

 

Prestasi Medali Perak OPSI 2026 sekaligus memperlihatkan bahwa meneliti itu seru. Penelitian mengajak murid bertanya, mencari informasi, membaca berbagai sumber, mengolah data, berdiskusi, menemukan hubungan, kemudian menyusun kesimpulan berdasarkan bukti. Proses tersebut melatih kemampuan berpikir kritis dan membangun keberanian untuk menyampaikan gagasan secara ilmiah. Khanza dan Aisha telah memberikan contoh bahwa prestasi akademik dapat lahir dari rasa ingin tahu yang dipelihara melalui proses belajar yang tekun dan berkelanjutan.

 

Lebih dari sekadar sebuah medali, keberhasilan Tim Aksara menjadi pesan inspiratif bagi seluruh murid MTsN Surakarta 1 bahwa ilmu pengetahuan dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya. Penelitian terhadap naskah kuno membuktikan bahwa kearifan lokal masih memiliki ruang penting dalam kehidupan generasi Z. Semangat Khanza dan Aisha diharapkan menjadi pemantik bagi murid lainnya untuk berani meneliti, berpikir kritis, berkarya, dan berprestasi. Dari madrasah, lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga mampu mengenali, memahami, serta melestarikan warisan budaya bangsa.

 

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.

Follow Us @soratemplates