Sabtu, 26 September 2026

,

@masto.asyk 

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di area parkiran madrasah

Sabtu, 26 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Usai jam pembelajaran berakhir, suasana MTsN Surakarta 1 tidak serta-merta menjadi sepi. Area halaman parkiran justru berubah menjadi ruang berkumpul yang penuh aktivitas. Sebagian murid masih menunggu jemputan dari orang tua atau keluarga, sementara yang lain memilih memanfaatkan waktu dengan berbagai kegiatan positif. Ada yang duduk bersama teman, berbincang santai, membuka buku, hingga menyelesaikan tugas yang belum tuntas. Wajah-wajah lelah setelah seharian mengikuti pembelajaran tampak mulai berubah menjadi lebih ceria ketika mereka berkumpul bersama teman-temannya.

 

Menariknya, waktu menunggu tidak hanya digunakan untuk bersantai. Beberapa kelompok murid terlihat berdiskusi dan mengerjakan tugas secara bersama-sama. Mereka saling bertanya, bertukar pendapat, memeriksa pekerjaan, serta membantu teman yang mengalami kesulitan. Suasana belajar pun terasa lebih santai karena berlangsung di luar ruang kelas. Kegiatan sederhana tersebut menunjukkan bahwa pengalaman belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas. Halaman madrasah pun dapat menjadi tempat untuk berdiskusi, bekerja sama, membangun komunikasi, dan menyelesaikan tanggung jawab sebagai seorang pelajar.

 

Setelah tugas selesai, suasana semakin mencair. Murid mulai bercanda, tertawa, dan bermain bersama sambil tetap memperhatikan lingkungan sekitar. Canda dan tawa menjadi cara sederhana untuk melepaskan kepenatan setelah mengikuti rangkaian pembelajaran sejak pagi. Ada yang sekadar mengobrol tentang pengalaman selama mengikuti pelajaran, ada pula yang berbagi cerita tentang kegiatan di kelas. Kebersamaan seperti ini menjadi bagian dari kehidupan murid di madrasah, sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk menikmati masa remaja dengan cara yang wajar, positif, dan tetap menjaga sopan santun.

 

Area halaman parkiran bukan sekadar tempat menunggu kendaraan. Di tempat tersebut, tersimpan berbagai cerita tentang kebersamaan, tanggung jawab, persahabatan, dan keceriaan murid MTsN Surakarta 1. Menunggu jemputan dapat menjadi kesempatan untuk menyelesaikan tugas, bekerja sama, maupun sekadar melepas penat setelah seharian belajar. Dari aktivitas sederhana itu, terlihat bahwa madrasah bukan hanya tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang untuk tumbuh, berinteraksi, membangun karakter, dan menciptakan kenangan indah bersama teman-teman sebelum akhirnya pulang ke rumah.

 

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.

Jumat, 25 September 2026

,

@masto.asyk

Sumber gambar: Foto dari share WA Grup di HP

Jum’at, 25 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Memasuki hari kedua (23/09/2026) kegiatan kokurikuler, murid kelas VIII MTsN Surakarta 1 mendapatkan pengalaman belajar yang semakin bermakna. Pada dua jam pertama, materi diarahkan pada pembahasan tentang kriteria pemimpin teladan menurut Al-Qur’an dan hadis. Materi ini menjadi bagian penting dalam rangka mempersiapkan murid menghadapi Pemilu Raya Ketua dan Wakil Ketua OSIM. Pemimpin bukan sekadar seseorang yang memiliki jabatan, tetapi sosok yang memiliki tanggung jawab, keteladanan, kejujuran, serta kepedulian terhadap orang-orang yang dipimpinnya. Melalui pembelajaran tersebut, murid diajak memahami bahwa memilih pemimpin merupakan keputusan yang harus dilakukan secara bijaksana.

 

Dalam pembelajaran, murid dikenalkan dengan nilai-nilai kepemimpinan yang bersumber dari ajaran Islam. Al-Qur’an dan hadis memberikan banyak tuntunan mengenai amanah, keadilan, kejujuran, tanggung jawab, serta kemampuan menjalankan tugas dengan baik. Seorang pemimpin hendaknya tidak menjadikan jabatan sebagai kesempatan untuk kepentingan pribadi, melainkan sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Nilai-nilai tersebut kemudian dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari di madrasah, sehingga murid dapat melihat bahwa karakter seorang pemimpin dapat tercermin melalui sikap sederhana, seperti disiplin, menghargai teman, mau mendengarkan pendapat, dan berani mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

 

Pembelajaran ini juga mengajak murid untuk tidak memilih hanya berdasarkan popularitas, pertemanan, penampilan, atau ajakan dari orang lain. Setiap calon Ketua dan Wakil Ketua OSIM perlu dipahami melalui visi, misi, program, sikap, dan rekam jejak perilakunya selama berada di madrasah. Murid diberikan ruang untuk berpikir kritis dan mempertimbangkan pilihan secara mandiri. Dengan demikian, Pemilu Raya tidak sekadar menjadi kegiatan memilih pasangan calon, tetapi menjadi sarana belajar berdemokrasi, mengenal kepemimpinan, serta menerapkan nilai-nilai Islam dalam menentukan pilihan.

 

Materi kokurikuler hari kedua menjadi bekal penting bagi murid untuk menggunakan hak pilih dengan penuh kesadaran. Pilihan yang diberikan hari ini dapat ikut menentukan arah kegiatan dan perkembangan OSIM serta kehidupan organisasi di madrasah pada masa mendatang. Dari proses tersebut, murid belajar bahwa masa depan madrasah tidak hanya ditentukan oleh para pemimpin, tetapi juga oleh warga madrasah yang memilih dan mendukungnya. Pemilu Raya Ketua dan Wakil Ketua OSIM MTsN Surakarta 1 diharapkan menjadi pengalaman pendidikan yang menumbuhkan sikap amanah, kritis, bertanggung jawab, dan mampu menghargai perbedaan pilihan.

 

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.

Kamis, 24 September 2026

,

@masto.asyk

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di aula madrasah

Kamis, 24 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Pengalaman belajar murid tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Melalui kegiatan kokurikuler, murid kelas VIII MTsN Surakarta 1 mendapatkan kesempatan untuk memahami demokrasi secara lebih nyata melalui pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu. Kegiatan bertema “Kelas VIII Pilihanmu, Masa Depan Madrasahmu” menjadi sarana bagi murid untuk mengenal proses demokrasi sekaligus memahami pentingnya partisipasi, tanggung jawab, kejujuran, dan sikap menghargai pilihan orang lain. Pembelajaran ini dirancang agar konsep demokrasi tidak hanya dipahami melalui teori, tetapi juga dialami secara langsung dalam lingkungan madrasah.

 

Salah satu pengalaman penting yang diperoleh murid adalah pemahaman tentang Pemilu Raya dalam pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM). Murid dikenalkan dengan tahapan pemilihan, mulai dari mengenal calon, memahami visi dan misi, menyampaikan aspirasi, menentukan pilihan, hingga mengikuti proses pemungutan suara. Dari kegiatan tersebut, murid belajar bahwa setiap suara memiliki arti dan setiap pilihan harus diberikan berdasarkan pertimbangan yang matang, bukan sekadar mengikuti ajakan teman. Inilah pengalaman demokrasi yang dekat dengan kehidupan mereka sebagai bagian dari warga madrasah.

 

Pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu juga memberikan pengalaman yang lebih luas. Murid dapat menghubungkan pelajaran Informatika dengan pemanfaatan teknologi dalam penyampaian informasi, Bahasa Indonesia melalui kemampuan menyampaikan pendapat dan berkomunikasi, Pendidikan Pancasila melalui nilai demokrasi dan musyawarah, serta berbagai bidang ilmu lainnya dalam memahami proses Pemilu Raya. Kolaborasi tersebut menjadikan kegiatan lebih bermakna karena murid belajar melihat sebuah persoalan dari berbagai sudut pandang. Mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga belajar menjadi warga madrasah yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab.

 

Melalui kegiatan “Kelas VIII Pilihanmu, Masa Depan Madrasahmu”, demokrasi menjadi pengalaman belajar yang nyata dan berkesan. Murid memahami bahwa memilih pemimpin bukan sekadar mencoblos nama atau gambar calon, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab terhadap masa depan bersama. Mereka juga belajar menerima hasil pemilihan dengan lapang dada, menghormati perbedaan pilihan, serta mendukung pemimpin yang terpilih demi kemajuan madrasah. Dari proses sederhana di lingkungan OSIM inilah karakter demokratis dapat tumbuh, sekaligus menjadi bekal bagi murid untuk menjadi generasi yang mampu menggunakan hak pilihnya secara cerdas, jujur, dan bertanggung jawab di masa depan.

 

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.

Rabu, 23 September 2026

,

 @masto.asyk 

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di halaman madrasah (21/09/2026)

Rabu, 23 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Tampak lebih semarak dari biasanya pada hari Senin, 21/09/2026, di halaman MTsN Surakarta 1. Suasana madrasah yang penuh aktivitas belajar menjadi semakin meriah dengan hadirnya kegiatan sosialisasi hidup sehat dari Cimory yang ditujukan bagi seluruh warga madrasah. Murid-murid mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan rasa ingin tahu. Kehadiran kegiatan di halaman madrasah tersebut menjadi pengalaman tersendiri karena pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Lingkungan madrasah dapat menjadi ruang belajar yang luas, menyenangkan, sekaligus memberikan pengalaman nyata kepada murid.

 

Sosialisasi hidup sehat menjadi kesempatan bagi murid untuk mendapatkan pengetahuan tambahan mengenai pentingnya menjaga kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tentang pola hidup sehat dapat disampaikan melalui suasana yang lebih santai dan interaktif sehingga mudah diterima oleh murid. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga merasakan bahwa belajar dapat berlangsung melalui berbagai kegiatan yang dekat dengan kehidupan mereka. Hal sederhana seperti memperhatikan kesehatan tubuh, menjaga kebersihan, memilih makanan dan minuman dengan bijak, serta membangun kebiasaan hidup sehat merupakan bagian penting dari pendidikan karakter.

 

Kegiatan seperti ini juga menambah semangat murid dalam menjalani aktivitas di madrasah. Suasana yang berbeda memberikan penyegaran setelah mengikuti pembelajaran di kelas. Interaksi antara murid, guru, dan pihak yang memberikan sosialisasi menciptakan pengalaman belajar yang lebih beragam. Madrasah menjadi tempat yang tidak hanya mengajarkan pengetahuan melalui buku dan materi pelajaran, tetapi juga menghadirkan pengalaman langsung dari berbagai pihak. Setiap pertemuan, kegiatan, dan lingkungan yang ditemui murid sebenarnya dapat menjadi sumber pembelajaran yang berharga.

 

Dari kegiatan tersebut, tersampaikan sebuah pesan bahwa pengalaman belajar dapat diperoleh dari manapun, oleh siapapun, dan kapanpun. Belajar bukan hanya tentang duduk di bangku kelas dan menyelesaikan tugas, tetapi juga tentang membuka diri terhadap pengalaman, informasi, dan pengetahuan baru. Sosialisasi hidup sehat dari Cimory di halaman MTsN Surakarta 1 menjadi salah satu warna dalam perjalanan pendidikan murid. Semoga kegiatan semacam ini semakin memperkaya pengalaman mereka, menumbuhkan kesadaran hidup sehat, serta membangun semangat untuk terus belajar dan berkembang dalam berbagai kesempatan.

 

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani. 

Selasa, 22 September 2026

,

 @masto.asyk 

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di ruang kelas 9B

Selasa, 22 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Keberhasilan tidak datang secara tiba-tiba, apalagi hanya karena keberuntungan. Di balik setiap pencapaian selalu ada kesungguhan, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar. Sikap serius dalam menjalani setiap proses menjadi langkah awal untuk mencapai tujuan. Ketika seseorang mampu menempatkan sesuatu yang sedang dikerjakan sebagai hal penting, ia akan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan, lebih bertanggung jawab terhadap tugas, serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Keseriusan menjadi bukti bahwa seseorang menghargai masa depan yang sedang diperjuangkannya.

 

Selain serius, fokus dan konsentrasi merupakan kunci penting dalam perjalanan menuju keberhasilan. Banyak kesempatan sebenarnya hadir di sekitar kita, tetapi tidak semuanya dapat dimanfaatkan ketika pikiran mudah teralihkan. Fokus berarti mampu menentukan tujuan dan mengarahkan perhatian pada langkah yang harus dilakukan. Konsentrasi membuat seseorang mampu menyelesaikan pekerjaan dengan lebih teliti, memahami pembelajaran dengan lebih baik, dan menggunakan waktu secara efektif. Kebiasaan sederhana seperti menyelesaikan tugas tepat waktu, mengurangi gangguan, serta tidak menunda pekerjaan merupakan latihan untuk membangun fokus dan konsentrasi.

 

Masa depan pada akhirnya sangat dipengaruhi oleh diri sendiri. Orang lain dapat memberikan nasihat, guru dapat membimbing, orang tua dapat memberikan doa dan dukungan, serta lingkungan dapat menyediakan berbagai kesempatan. Namun, semua itu hanyalah faktor pendukung. Keputusan untuk belajar, berusaha, disiplin, bangkit dari kegagalan, dan terus memperbaiki diri tetap berada di tangan masing-masing. Tidak ada orang lain yang dapat menjalani seluruh proses kehidupan menggantikan diri kita. Jangan terlalu bergantung pada keadaan atau menunggu kesempatan datang tanpa usaha.

 

Setiap langkah yang dilakukan hari ini merupakan bagian dari perjalanan menuju masa depan. Jika ingin meraih keberhasilan, mulailah dengan keseriusan, pertahankan fokus, dan latih konsentrasi dalam setiap aktivitas. Jangan takut berjalan perlahan selama tetap bergerak menuju tujuan. Kesuksesan bukan hanya tentang siapa yang memiliki fasilitas paling lengkap, tetapi juga tentang siapa yang mampu memanfaatkan apa yang dimilikinya dengan sungguh-sungguh. Jadikan dukungan dari orang tua, guru, teman, dan lingkungan sebagai tambahan kekuatan, sementara kemauan untuk berjuang tetap berasal dari dalam diri sendiri. Masa depan adalah tanggung jawab kita.

 

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.

Senin, 21 September 2026

,

@masto.asyk

Sumber gambar: Foto dari share WA grup forum komunikasi madrasah

Senin, 21 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Kesuksesan seseorang tidak pernah lahir begitu saja. Di balik setiap prestasi yang diraih, ada perjalanan panjang, kerja keras, ketekunan, dukungan keluarga, serta bimbingan dari orang-orang yang pernah hadir dalam kehidupannya. Salah satu sosok yang sering kali tidak terlihat dalam gemerlap keberhasilan adalah guru. Guru mungkin tidak selalu berada di samping murid ketika ia menerima penghargaan, mencapai cita-cita, atau berdiri di puncak prestasi. Namun, nasihat, ilmu, keteladanan, dan doa yang pernah diberikan akan terus menjadi bagian dari perjalanan hidup. Sekecil apa pun peran seorang guru, ibarat biji sawi, tetap memiliki makna dalam membentuk pribadi dan masa depan seorang murid.

 

Sehebat apa pun seseorang ketika telah mencapai keberhasilan, jangan pernah melupakan dari mana ia memulai perjalanan. Ada almamater yang menjadi tempat belajar, bertumbuh, mengenal potensi diri, membangun persahabatan, dan belajar menghadapi berbagai tantangan. Di sana pula terdapat guru-guru yang dengan sabar membimbing, mendidik, menegur ketika salah, memberikan semangat ketika lemah, serta mengarahkan ketika langkah mulai kehilangan tujuan. Mungkin pada saat menjadi murid, semua itu terasa biasa. Namun setelah dewasa, barulah disadari bahwa setiap nasihat guru ternyata menjadi bekal berharga untuk menghadapi kehidupan.

 

Karena itu, ketika suatu hari seorang murid telah sukses dan berprestasi di mana pun berada, jangan biarkan jarak dan waktu menghapus kenangan terhadap almamater. Menyapa guru, berkunjung ke sekolah, mengucapkan terima kasih, atau sekadar menanyakan kabar merupakan bentuk penghormatan sederhana yang memiliki arti mendalam. Kesuksesan akan terasa lebih bermakna ketika seseorang masih mampu mengingat orang-orang yang pernah membantunya sampai pada titik tersebut. Jangan merasa terlalu tinggi untuk kembali menyapa guru, sebab setinggi apa pun pencapaian seseorang, selalu ada jejak pendidikan yang pernah mengantarkannya.

 

Pada akhirnya, guru mungkin tidak meminta balasan atas ilmu dan kebaikan yang telah diberikan. Kebahagiaan mereka justru ketika melihat murid-muridnya tumbuh menjadi manusia yang baik, berkarakter, berprestasi, dan mampu memberikan manfaat bagi orang lain. Di balik keberhasilan seorang murid, selalu ada doa yang pernah dipanjatkan oleh guru, bahkan ketika murid tersebut sudah tidak lagi berada di bangku sekolah. Doa dan restu itu tidak akan luntur hanya karena waktu berlalu. Maka, jangan lupa pada almamater, jangan lupakan guru-guru yang pernah membimbing dan mendidik. Ketika berada di puncak kesuksesan, tengoklah ke belakang dan ingatlah mereka yang pernah menuntun langkah pertama. Karena prestasi boleh membawa kita jauh, tetapi adab dan rasa terima kasih akan selalu mengingatkan kita untuk pulang.

 

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.

Minggu, 20 September 2026

,

 @masto.asyk 

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di SMAN 6 Surakarta

Minggu, 20 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Ada pemandangan sederhana tetapi penuh makna ketika dua alumni MTsN Surakarta 1 kembali menyapa gurunya, meskipun mereka kini sudah melanjutkan pendidikan ke sekolah berikutnya. Sapaan hangat, senyum, dan sikap hormat yang mereka tunjukkan menjadi pengingat bahwa hubungan antara guru dan murid tidak selalu berakhir ketika masa belajar di madrasah telah selesai. Ada nilai-nilai kebaikan yang tetap tumbuh dan terbawa dalam perjalanan mereka menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

 

Bagi seorang guru, bertemu kembali dengan murid yang pernah dididiknya tentu menghadirkan kebahagiaan tersendiri. Apalagi ketika alumni masih mengingat gurunya, menyapa dengan sopan, serta menunjukkan rasa hormat sebagaimana ketika mereka masih menjadi murid di madrasah. Hal sederhana tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya tentang pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga tentang pembentukan karakter, adab, dan kebiasaan baik yang diharapkan melekat dalam kehidupan sehari-hari.

 

Dua alumni tersebut memberikan gambaran bahwa pendidikan karakter membutuhkan proses yang panjang dan keteladanan yang konsisten. Sikap menghormati guru, menjaga kesopanan ketika bertemu orang yang lebih tua, serta tidak melupakan tempat seseorang pernah belajar merupakan bagian dari nilai luhur yang penting untuk dipertahankan. Ketika kebiasaan tersebut tetap dilakukan setelah meninggalkan madrasah, pendidikan karakter menjadi sesuatu yang hidup dan tidak berhenti hanya di dalam ruang kelas.

 

Madrasah tidak hanya berharap melahirkan murid yang berprestasi secara akademik, tetapi juga pribadi yang memiliki akhlak, sopan santun, kepedulian, dan rasa hormat kepada sesama. Dua alumni itu menjadi contoh sederhana bahwa karakter yang ditanamkan sejak di madrasah dapat terus melekat dalam perjalanan kehidupan. Sebab, ilmu dapat membawa seseorang menuju masa depan, tetapi adab dan karakter baik akan menjadi bekal yang menyertai setiap langkahnya.

 

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani. 

 

Follow Us @soratemplates