Minggu, 18 Oktober 2026 |
oleh: Toad Isbani
Ada
kebahagian tersendiri bagi seorang guru ketika bertemu
kembali dengan murid-murid yang dahulu pernah dididiknya di MTsN Surakarta 1.
Kini, mereka telah melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi,
mengenakan seragam sekolah yang berbeda, serta menjalani pengalaman belajar
yang baru. Namun, ketika berjumpa dengan guru MTs mereka dahulu, para alumni
tersebut tetap menunjukkan sikap ramah dengan menyapa, mengucapkan salam,
bahkan menghampiri untuk berjabat tangan. Sapaan sederhana itu menjadi momen
yang menghangatkan hati, karena menunjukkan bahwa waktu dan jarak tidak
menghapus kenangan serta ikatan antara guru dan murid.
Kebahagiaan tersebut semakin terasa ketika para
alumni tidak hanya menyapa, tetapi juga meminta berfoto bersama dengan guru
yang pernah membimbing mereka. Momen foto bersama menjadi cara sederhana untuk
mengabadikan pertemuan, menyimpan kenangan, sekaligus menunjukkan rasa hormat
dan kedekatan kepada guru. Bahkan, kejadian seperti ini tidak hanya dilakukan oleh
satu murid, melainkan bisa datang dari tiga hingga lima murid atau lebih dalam
satu kesempatan. Bagi guru yang bersangkutan, pengalaman tersebut tentu menjadi
kebanggaan tersendiri. Ada rasa haru, bahagia, dan syukur ketika melihat
anak-anak didiknya tumbuh, berkembang, serta tetap mengingat sosok guru yang
pernah hadir dalam perjalanan pendidikan mereka.
Sikap para alumni tersebut menjadi gambaran bahwa
pendidikan bukan sekadar menyampaikan ilmu pengetahuan di ruang kelas. Lebih
dari itu, pendidikan juga menanamkan nilai kesopanan, penghormatan,
persaudaraan, dan kenangan baik yang melekat dalam kehidupan. Guru mungkin
tidak selalu mengetahui sejauh mana pengaruh pembelajaran dan keteladanan yang
diberikan kepada murid-muridnya. Namun, melalui sapaan tulus, senyuman, jabat
tangan, dan keinginan berfoto bersama, guru dapat merasakan bahwa hubungan yang
dibangun selama mendidik ternyata memiliki arti yang mendalam. Inilah salah
satu buah dari pendidikan karakter yang terus tumbuh meskipun murid telah meninggalkan
bangku madrasah.
MTsN Surakarta 1 patut berbangga karena ikatan
kekeluargaan antara guru dan alumni tetap terjaga meskipun mereka telah
menempuh jalan pendidikan masing-masing. Semoga kebiasaan menyapa, menghormati,
dan menjalin silaturahmi ini terus menjadi budaya positif bagi seluruh alumni.
Kesuksesan seorang guru bukan hanya terlihat dari prestasi akademik murid,
tetapi juga dari tumbuhnya pribadi yang santun, berakhlak mulia, dan tidak
melupakan jasa orang-orang yang pernah mendidiknya. Sebab, bagi seorang guru,
melihat mantan murid tumbuh menjadi pribadi yang baik dan tetap menghargai
gurunya merupakan hadiah berharga yang tidak dapat dinilai dengan materi.
Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.
Silahkah diuprek Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.
