Rabu, 30 September 2026

,

@masto.asyk  

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di area depan PTSP MTsN Surakarta 1

Rabu, 30 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Area depan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) MTsN Surakarta 1 tidak hanya menjadi tempat menerima tamu dan memberikan pelayanan kepada warga madrasah. Ruang terbuka yang nyaman, teduh, dan cukup luas tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul dan berdiskusi para guru. Seperti terlihat ketika guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) MTsN Surakarta 1 duduk bersama dalam suasana yang santai, tetapi tetap menunjukkan keseriusan. Di tengah lingkungan madrasah yang tenang, mereka memanfaatkan waktu untuk bertukar pikiran dan membahas berbagai hal berkaitan dengan pembelajaran PJOK.

 

Diskusi antarguru menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pembelajaran. Materi PJOK tidak hanya berkaitan dengan aktivitas olahraga dan kebugaran jasmani, tetapi juga mencakup kesehatan, pola hidup sehat, karakter, kerja sama, disiplin, sportivitas, serta keselamatan dalam beraktivitas. Karena itu, guru perlu terus melakukan pembaruan pengetahuan dan menyesuaikan pembelajaran dengan perkembangan kurikulum. Percakapan sederhana di ruang terbuka dapat menjadi kesempatan untuk saling memberikan masukan, berbagi pengalaman mengajar, dan menemukan gagasan baru yang dapat diterapkan di kelas maupun lapangan.

 

Kenyamanan tempat juga turut mendukung terciptanya suasana diskusi yang produktif. Area depan PTSP yang teduh memberikan alternatif ruang bagi guru untuk tidak selalu melakukan pembahasan di dalam ruang kerja. Lingkungan yang terbuka memungkinkan guru tetap berinteraksi dengan suasana madrasah sekaligus mengamati aktivitas warga madrasah di sekitarnya. Dari lingkungan tersebut, berbagai inspirasi pembelajaran dapat muncul, terutama bagaimana materi PJOK dapat dikaitkan dengan kondisi nyata dan kebutuhan murid dalam kehidupan sehari-hari.

 

Keseriusan guru PJOK dalam berdiskusi menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan proses yang terus berlangsung. Guru tidak berhenti belajar setelah menyampaikan materi kepada murid, tetapi juga perlu memperbarui wawasan, berdialog, mengevaluasi pengalaman, dan menyesuaikan pembelajaran dengan perkembangan zaman. Dari sebuah diskusi sederhana di area depan PTSP MTsN Surakarta 1, tumbuh semangat untuk menghadirkan pembelajaran PJOK yang lebih relevan, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan murid serta perkembangan kurikulum

 

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.

 

Selasa, 29 September 2026

,

@masto.asyk 

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di halaman madrasah

Selasa, 29 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Menjadi anggota Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) bukan sekadar mendapatkan nama dalam sebuah kepengurusan, tetapi merupakan sebuah amanah yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan. Setiap anggota OSIM MTsN Surakarta 1 memiliki peran penting dalam mendukung berbagai kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan madrasah. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana madrasah yang aktif, tertib, kreatif, dan penuh semangat kebersamaan. Karena itu, keterlibatan dalam setiap kegiatan bukan hanya bentuk kehadiran secara fisik, melainkan wujud nyata dari kesadaran untuk ikut memberikan kontribusi bagi kemajuan madrasah.

 

Komitmen tersebut sesungguhnya telah diucapkan sejak proses pelantikan pengurus OSIM. Dalam sumpah dan janji yang disampaikan, setiap anggota telah menyatakan kesediaannya untuk melaksanakan tugas dan kewajiban yang diamanatkan dengan sebaik-baiknya serta penuh tanggung jawab. Janji tersebut bukan sekadar rangkaian kata yang diucapkan di hadapan guru dan warga madrasah, tetapi menjadi pengingat bahwa setiap amanah harus dibuktikan melalui tindakan. Oleh sebab itu, ketika madrasah menyelenggarakan kegiatan akademik, keagamaan, sosial, kebersihan, kedisiplinan, maupun kegiatan pengembangan bakat dan minat, anggota OSIM diharapkan mampu hadir dan mengambil bagian sesuai tugasnya.

 

Peran aktif seluruh anggota OSIM juga menjadi contoh pembelajaran kepemimpinan bagi murid lainnya. Mereka belajar bagaimana bekerja dalam sebuah tim, membagi tugas, menghargai pendapat, berkomunikasi dengan baik, serta menyelesaikan tanggung jawab sampai tuntas. Tidak semua tugas selalu mudah, bahkan terkadang membutuhkan waktu, tenaga, dan kesabaran. Namun, dari proses itulah tumbuh karakter tangguh, disiplin, peduli, dan bertanggung jawab. OSIM bukan hanya tempat untuk belajar berorganisasi, tetapi juga ruang untuk membentuk pribadi yang siap mengabdi dan memberikan manfaat.

 

Dukungan dan keterlibatan seluruh anggota OSIM dalam setiap kegiatan madrasah merupakan bukti bahwa sumpah pelantikan benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Tanggung jawab tidak berhenti ketika acara pelantikan selesai, tetapi terus berjalan selama amanah kepengurusan masih diemban. Setiap langkah kecil, bantuan, kerja sama, dan kesediaan untuk terlibat merupakan kontribusi berharga bagi madrasah. Semoga seluruh anggota OSIM MTsN Surakarta 1 mampu menjaga komitmen, menunaikan amanah dengan ikhlas, serta menjadi teladan bagi murid lainnya dalam membangun madrasah yang semakin maju, berkarakter, dan berprestasi.

 

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.

Senin, 28 September 2026

,

@masto.asyk

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di teras madrasah

Senin, 28 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Menjelang latihan, suasana teras MTsN Surakarta 1 terlihat teduh dan cukup ramai oleh anggota PASKIBRA yang sedang mempersiapkan diri. Teras madrasah menjadi tempat yang nyaman untuk berkumpul sebelum mereka mengikuti latihan. Beberapa murid duduk dengan tenang, sementara yang lain berdiskusi dan saling mengingatkan tentang materi yang telah diberikan oleh pembina. Meskipun latihan belum dimulai, semangat dan keseriusan sudah terlihat dari cara mereka mempersiapkan diri.

 

Materi yang diajarkan pada latihan sebelumnya menjadi perhatian utama. Setiap anggota berusaha membaca kembali, memahami, dan menghafalkan materi yang harus dikuasai. Ada yang mengulang hafalan secara mandiri, ada pula yang saling menyimak dengan teman. Kegiatan sederhana tersebut menjadi bagian penting dalam proses latihan PASKIBRA karena kemampuan tidak hanya dibentuk melalui gerakan fisik, tetapi juga melalui pemahaman, kedisiplinan, dan kesiapan mental. Mereka belajar bahwa setiap materi yang diberikan memiliki tujuan dan harus dipersiapkan dengan sungguh-sungguh.

 

Di bawah suasana teras yang teduh, para anggota PASKIBRA tampak saling memberi dukungan. Teman yang sudah menguasai materi membantu teman lainnya yang masih mengalami kesulitan menghafal. Tidak ada rasa malu untuk bertanya atau meminta penjelasan kembali. Justru dari kebersamaan tersebut tumbuh sikap saling menghargai, bekerja sama, dan bertanggung jawab. Mereka menyadari bahwa keberhasilan dalam sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kemauan untuk saling membantu dan menjaga kekompakan.

 

Persiapan sebelum latihan menjadi pengalaman belajar yang berharga bagi anggota PASKIBRA MTsN Surakarta 1. Dari teras madrasah yang sederhana dan teduh, mereka belajar memanfaatkan waktu dengan baik serta mempersiapkan segala sesuatu sebelum menjalankan tugas. Hafalan yang dikuasai, materi yang dipahami, dan kedisiplinan yang dibangun sedikit demi sedikit akan menjadi bekal dalam setiap latihan berikutnya. PASKIBRA bukan sekadar kegiatan baris-berbaris, tetapi juga ruang untuk membentuk karakter, ketangguhan, tanggung jawab, kerja sama, dan semangat memberikan yang terbaik bagi madrasah.

 

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani. 

Minggu, 27 September 2026

,

@masto.asyk

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi dan share WA Grup madrasah

Minggu, 27 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Debat adu gagasan tiga pasangan calon (paslon) Ketua dan Wakil Ketua OSIM MTsN Surakarta 1 menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembelajaran demokrasi bagi murid (Jum’at,25/09/2026). Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang bagi para kandidat untuk menyampaikan visi dan misi, tetapi juga menjadi pengalaman nyata bagi murid untuk memahami bagaimana sebuah proses pemilihan pemimpin dilaksanakan. Di hadapan warga madrasah, ketiga paslon mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan gagasan, program kerja, serta harapan mereka terhadap kemajuan OSIM dan madrasah. Suasana debat berlangsung dengan penuh perhatian karena setiap gagasan menjadi bahan pertimbangan bagi para pemilih.

 

Melalui kegiatan tersebut, murid belajar bahwa memilih seorang pemimpin tidak seharusnya dilakukan hanya karena faktor pertemanan, popularitas, penampilan, atau ajakan orang lain. Murid diajak untuk mengenali gagasan, program, sikap, kemampuan menyampaikan pendapat, serta kesediaan calon dalam menjalankan tanggung jawab. Setiap paslon memiliki kesempatan yang sama untuk menjelaskan pemikiran dan rencana mereka. Dari sinilah murid belajar menjadi pemilih yang mampu mendengarkan, memahami, membandingkan informasi, kemudian menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan yang mereka miliki.

 

Debat juga memberikan pengalaman tentang pentingnya etika dalam berdemokrasi. Perbedaan gagasan tidak harus menjadi alasan untuk saling menjatuhkan. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi kesempatan untuk belajar menghargai pendapat, menyampaikan argumentasi dengan santun, mendengarkan pihak lain, dan menerima keputusan bersama. Pembelajaran seperti ini sangat berharga karena demokrasi bukan sekadar kegiatan mencoblos atau menentukan suara, melainkan juga proses belajar bertanggung jawab dalam menggunakan hak untuk memilih.

 

Bagi murid MTsN Surakarta 1, pemilu raya OSIM menjadi miniatur pembelajaran demokrasi yang dekat dengan kehidupan mereka. Dari kegiatan debat, murid memperoleh pengalaman bahwa masa depan sebuah organisasi turut dipengaruhi oleh pilihan anggotanya. Mereka diberikan ruang untuk menentukan pemimpin yang sesuai dengan pertimbangan dan harapan mereka terhadap OSIM. Semoga pengalaman ini menumbuhkan sikap kritis, bertanggung jawab, jujur, dan menghargai pilihan orang lain, sekaligus menjadi bekal bagi murid untuk memahami kehidupan demokrasi di lingkungan yang lebih luas.

 

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani. 

Sabtu, 26 September 2026

,

@masto.asyk 

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di area parkiran madrasah

Sabtu, 26 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Usai jam pembelajaran berakhir, suasana MTsN Surakarta 1 tidak serta-merta menjadi sepi. Area halaman parkiran justru berubah menjadi ruang berkumpul yang penuh aktivitas. Sebagian murid masih menunggu jemputan dari orang tua atau keluarga, sementara yang lain memilih memanfaatkan waktu dengan berbagai kegiatan positif. Ada yang duduk bersama teman, berbincang santai, membuka buku, hingga menyelesaikan tugas yang belum tuntas. Wajah-wajah lelah setelah seharian mengikuti pembelajaran tampak mulai berubah menjadi lebih ceria ketika mereka berkumpul bersama teman-temannya.

 

Menariknya, waktu menunggu tidak hanya digunakan untuk bersantai. Beberapa kelompok murid terlihat berdiskusi dan mengerjakan tugas secara bersama-sama. Mereka saling bertanya, bertukar pendapat, memeriksa pekerjaan, serta membantu teman yang mengalami kesulitan. Suasana belajar pun terasa lebih santai karena berlangsung di luar ruang kelas. Kegiatan sederhana tersebut menunjukkan bahwa pengalaman belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas. Halaman madrasah pun dapat menjadi tempat untuk berdiskusi, bekerja sama, membangun komunikasi, dan menyelesaikan tanggung jawab sebagai seorang pelajar.

 

Setelah tugas selesai, suasana semakin mencair. Murid mulai bercanda, tertawa, dan bermain bersama sambil tetap memperhatikan lingkungan sekitar. Canda dan tawa menjadi cara sederhana untuk melepaskan kepenatan setelah mengikuti rangkaian pembelajaran sejak pagi. Ada yang sekadar mengobrol tentang pengalaman selama mengikuti pelajaran, ada pula yang berbagi cerita tentang kegiatan di kelas. Kebersamaan seperti ini menjadi bagian dari kehidupan murid di madrasah, sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk menikmati masa remaja dengan cara yang wajar, positif, dan tetap menjaga sopan santun.

 

Area halaman parkiran bukan sekadar tempat menunggu kendaraan. Di tempat tersebut, tersimpan berbagai cerita tentang kebersamaan, tanggung jawab, persahabatan, dan keceriaan murid MTsN Surakarta 1. Menunggu jemputan dapat menjadi kesempatan untuk menyelesaikan tugas, bekerja sama, maupun sekadar melepas penat setelah seharian belajar. Dari aktivitas sederhana itu, terlihat bahwa madrasah bukan hanya tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang untuk tumbuh, berinteraksi, membangun karakter, dan menciptakan kenangan indah bersama teman-teman sebelum akhirnya pulang ke rumah.

 

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.

Jumat, 25 September 2026

,

@masto.asyk

Sumber gambar: Foto dari share WA Grup di HP

Jum’at, 25 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Memasuki hari kedua (23/09/2026) kegiatan kokurikuler, murid kelas VIII MTsN Surakarta 1 mendapatkan pengalaman belajar yang semakin bermakna. Pada dua jam pertama, materi diarahkan pada pembahasan tentang kriteria pemimpin teladan menurut Al-Qur’an dan hadis. Materi ini menjadi bagian penting dalam rangka mempersiapkan murid menghadapi Pemilu Raya Ketua dan Wakil Ketua OSIM. Pemimpin bukan sekadar seseorang yang memiliki jabatan, tetapi sosok yang memiliki tanggung jawab, keteladanan, kejujuran, serta kepedulian terhadap orang-orang yang dipimpinnya. Melalui pembelajaran tersebut, murid diajak memahami bahwa memilih pemimpin merupakan keputusan yang harus dilakukan secara bijaksana.

 

Dalam pembelajaran, murid dikenalkan dengan nilai-nilai kepemimpinan yang bersumber dari ajaran Islam. Al-Qur’an dan hadis memberikan banyak tuntunan mengenai amanah, keadilan, kejujuran, tanggung jawab, serta kemampuan menjalankan tugas dengan baik. Seorang pemimpin hendaknya tidak menjadikan jabatan sebagai kesempatan untuk kepentingan pribadi, melainkan sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Nilai-nilai tersebut kemudian dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari di madrasah, sehingga murid dapat melihat bahwa karakter seorang pemimpin dapat tercermin melalui sikap sederhana, seperti disiplin, menghargai teman, mau mendengarkan pendapat, dan berani mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

 

Pembelajaran ini juga mengajak murid untuk tidak memilih hanya berdasarkan popularitas, pertemanan, penampilan, atau ajakan dari orang lain. Setiap calon Ketua dan Wakil Ketua OSIM perlu dipahami melalui visi, misi, program, sikap, dan rekam jejak perilakunya selama berada di madrasah. Murid diberikan ruang untuk berpikir kritis dan mempertimbangkan pilihan secara mandiri. Dengan demikian, Pemilu Raya tidak sekadar menjadi kegiatan memilih pasangan calon, tetapi menjadi sarana belajar berdemokrasi, mengenal kepemimpinan, serta menerapkan nilai-nilai Islam dalam menentukan pilihan.

 

Materi kokurikuler hari kedua menjadi bekal penting bagi murid untuk menggunakan hak pilih dengan penuh kesadaran. Pilihan yang diberikan hari ini dapat ikut menentukan arah kegiatan dan perkembangan OSIM serta kehidupan organisasi di madrasah pada masa mendatang. Dari proses tersebut, murid belajar bahwa masa depan madrasah tidak hanya ditentukan oleh para pemimpin, tetapi juga oleh warga madrasah yang memilih dan mendukungnya. Pemilu Raya Ketua dan Wakil Ketua OSIM MTsN Surakarta 1 diharapkan menjadi pengalaman pendidikan yang menumbuhkan sikap amanah, kritis, bertanggung jawab, dan mampu menghargai perbedaan pilihan.

 

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.

Kamis, 24 September 2026

,

@masto.asyk

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di aula madrasah

Kamis, 24 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Pengalaman belajar murid tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Melalui kegiatan kokurikuler, murid kelas VIII MTsN Surakarta 1 mendapatkan kesempatan untuk memahami demokrasi secara lebih nyata melalui pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu. Kegiatan bertema “Kelas VIII Pilihanmu, Masa Depan Madrasahmu” menjadi sarana bagi murid untuk mengenal proses demokrasi sekaligus memahami pentingnya partisipasi, tanggung jawab, kejujuran, dan sikap menghargai pilihan orang lain. Pembelajaran ini dirancang agar konsep demokrasi tidak hanya dipahami melalui teori, tetapi juga dialami secara langsung dalam lingkungan madrasah.

 

Salah satu pengalaman penting yang diperoleh murid adalah pemahaman tentang Pemilu Raya dalam pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM). Murid dikenalkan dengan tahapan pemilihan, mulai dari mengenal calon, memahami visi dan misi, menyampaikan aspirasi, menentukan pilihan, hingga mengikuti proses pemungutan suara. Dari kegiatan tersebut, murid belajar bahwa setiap suara memiliki arti dan setiap pilihan harus diberikan berdasarkan pertimbangan yang matang, bukan sekadar mengikuti ajakan teman. Inilah pengalaman demokrasi yang dekat dengan kehidupan mereka sebagai bagian dari warga madrasah.

 

Pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu juga memberikan pengalaman yang lebih luas. Murid dapat menghubungkan pelajaran Informatika dengan pemanfaatan teknologi dalam penyampaian informasi, Bahasa Indonesia melalui kemampuan menyampaikan pendapat dan berkomunikasi, Pendidikan Pancasila melalui nilai demokrasi dan musyawarah, serta berbagai bidang ilmu lainnya dalam memahami proses Pemilu Raya. Kolaborasi tersebut menjadikan kegiatan lebih bermakna karena murid belajar melihat sebuah persoalan dari berbagai sudut pandang. Mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga belajar menjadi warga madrasah yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab.

 

Melalui kegiatan “Kelas VIII Pilihanmu, Masa Depan Madrasahmu”, demokrasi menjadi pengalaman belajar yang nyata dan berkesan. Murid memahami bahwa memilih pemimpin bukan sekadar mencoblos nama atau gambar calon, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab terhadap masa depan bersama. Mereka juga belajar menerima hasil pemilihan dengan lapang dada, menghormati perbedaan pilihan, serta mendukung pemimpin yang terpilih demi kemajuan madrasah. Dari proses sederhana di lingkungan OSIM inilah karakter demokratis dapat tumbuh, sekaligus menjadi bekal bagi murid untuk menjadi generasi yang mampu menggunakan hak pilihnya secara cerdas, jujur, dan bertanggung jawab di masa depan.

 

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.

Follow Us @soratemplates