Senin, 21 September 2026 |
oleh: Toad Isbani
Kesuksesan seseorang
tidak pernah lahir begitu saja. Di balik setiap prestasi yang diraih, ada
perjalanan panjang, kerja keras, ketekunan, dukungan keluarga, serta bimbingan
dari orang-orang yang pernah hadir dalam kehidupannya. Salah satu sosok yang
sering kali tidak terlihat dalam gemerlap keberhasilan adalah guru. Guru
mungkin tidak selalu berada di samping murid ketika ia menerima penghargaan,
mencapai cita-cita, atau berdiri di puncak prestasi. Namun, nasihat, ilmu,
keteladanan, dan doa yang pernah diberikan akan terus menjadi bagian dari
perjalanan hidup. Sekecil apa pun peran seorang guru, ibarat biji sawi, tetap
memiliki makna dalam membentuk pribadi dan masa depan seorang murid.
Sehebat
apa pun seseorang ketika telah mencapai keberhasilan, jangan pernah melupakan
dari mana ia memulai perjalanan. Ada almamater yang menjadi tempat belajar,
bertumbuh, mengenal potensi diri, membangun persahabatan, dan belajar
menghadapi berbagai tantangan. Di sana pula terdapat guru-guru yang dengan
sabar membimbing, mendidik, menegur ketika salah, memberikan semangat ketika
lemah, serta mengarahkan ketika langkah mulai kehilangan tujuan. Mungkin pada saat
menjadi murid, semua itu terasa biasa. Namun setelah dewasa, barulah disadari
bahwa setiap nasihat guru ternyata menjadi bekal berharga untuk menghadapi
kehidupan.
Karena
itu, ketika suatu hari seorang murid telah sukses dan berprestasi di mana pun
berada, jangan biarkan jarak dan waktu menghapus kenangan terhadap almamater.
Menyapa guru, berkunjung ke sekolah, mengucapkan terima kasih, atau sekadar
menanyakan kabar merupakan bentuk penghormatan sederhana yang memiliki arti
mendalam. Kesuksesan akan terasa lebih bermakna ketika seseorang masih mampu
mengingat orang-orang yang pernah membantunya sampai pada titik tersebut.
Jangan merasa terlalu tinggi untuk kembali menyapa guru, sebab setinggi apa pun
pencapaian seseorang, selalu ada jejak pendidikan yang pernah mengantarkannya.
Pada
akhirnya, guru mungkin tidak meminta balasan atas ilmu dan kebaikan yang telah
diberikan. Kebahagiaan mereka justru ketika melihat murid-muridnya tumbuh
menjadi manusia yang baik, berkarakter, berprestasi, dan mampu memberikan
manfaat bagi orang lain. Di balik keberhasilan seorang murid, selalu ada doa
yang pernah dipanjatkan oleh guru, bahkan ketika murid tersebut sudah tidak
lagi berada di bangku sekolah. Doa dan restu itu tidak akan luntur hanya karena
waktu berlalu. Maka, jangan lupa pada almamater, jangan lupakan guru-guru yang
pernah membimbing dan mendidik. Ketika berada di puncak kesuksesan, tengoklah
ke belakang dan ingatlah mereka yang pernah menuntun langkah pertama. Karena
prestasi boleh membawa kita jauh, tetapi adab dan rasa terima kasih akan selalu
mengingatkan kita untuk pulang.
Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.
Silahkah diuprek Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.


.jpeg)
