Kamis, 27 Agustus 2026

,

 

Sumber gambar: Ilustrasi. Foto: Klikers (https://www.metrotvnews.com/)  

Kamis, 27 Agustus 2026 | oleh: Toad Isbani         

Blog merupakan salah satu media digital yang dapat dimanfaatkan untuk membangun dan meningkatkan budaya literasi di kalangan murid. Melalui blog, seseorang tidak hanya dapat membaca berbagai informasi, tetapi juga belajar menulis, menyampaikan gagasan, memberikan tanggapan, serta berdiskusi secara santun. Aktivitas membaca postingan para blogger kemudian dilanjutkan dengan menulis komentar menjadi kegiatan sederhana yang memiliki nilai pendidikan. Murid dapat belajar memahami isi tulisan sebelum memberikan pendapat. Dengan demikian, blog dapat menjadi ruang pembelajaran yang mendorong tumbuhnya kebiasaan membaca secara kritis dan menulis secara terarah.

Menulis komentar pada postingan blog bukan sekadar memberikan respons singkat seperti “bagus” atau “menarik”. Komentar yang baik seharusnya menunjukkan bahwa pembaca telah memahami isi tulisan. Murid dapat menyampaikan pendapat, mengajukan pertanyaan, memberikan apresiasi, atau menambahkan informasi yang relevan. Kegiatan tersebut melatih kemampuan berpikir kritis sekaligus kemampuan mengolah bahasa. Murid belajar memilih kata yang tepat, menyusun kalimat yang jelas, serta menyampaikan perbedaan pendapat dengan tetap menghargai penulis. Kebiasaan seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun literasi membaca, menulis, dan berkomunikasi di ruang digital.

Budaya literasi akan semakin berkembang apabila kegiatan membaca dan menulis dilakukan secara rutin. Guru dapat mengarahkan murid untuk mengunjungi blog yang memiliki konten edukatif, kemudian memilih artikel yang sesuai dengan materi pembelajaran. Setelah membaca, murid dapat membuat komentar berdasarkan pemahaman mereka terhadap artikel tersebut. Guru juga dapat memberikan tugas untuk membandingkan beberapa tulisan, menemukan gagasan utama, serta memberikan tanggapan berdasarkan fakta. Kegiatan ini menjadikan pembelajaran lebih aktif karena murid tidak hanya menerima informasi, tetapi ikut berinteraksi, berpikir, dan menghasilkan tulisan.

Selain meningkatkan kemampuan akademik, aktivitas memberikan komentar pada blog juga mengajarkan etika dan tanggung jawab dalam berkomunikasi. Murid perlu memahami bahwa setiap komentar merupakan bagian dari jejak digital yang dapat dibaca orang lain. Oleh sebab itu, komentar harus menggunakan bahasa yang sopan, tidak mengandung penghinaan, tidak menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya, serta tidak menyerang pribadi penulis. Sikap menghargai karya orang lain akan membentuk karakter positif sekaligus memperkuat budaya komunikasi yang sehat di lingkungan digital. Literasi digital dengan demikian tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan berperilaku bijak.

Pada akhirnya, blog dapat menjadi sarana sederhana untuk menumbuhkan generasi yang gemar membaca, terampil menulis, kritis dalam berpikir, dan santun dalam berkomunikasi. Kebiasaan membaca postingan blogger kemudian memberikan komentar yang bermakna dapat menjadi latihan literasi yang dilakukan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Jika dilakukan secara konsisten di sekolah, kegiatan tersebut mampu menciptakan lingkungan belajar yang produktif dan kreatif. Murid tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menjadi pembaca kritis sekaligus pencipta gagasan. Inilah langkah penting dalam meningkatkan pendidikan dan membangun budaya literasi yang kuat di era digital.

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.  

#Pendidikan,#Toad Isbani,#LiterasiDigital,#MenulisSetiapHari,#Literasi,#Perjuangan,#Berkarya,#informatika mtsnska1,#Wijayalabs.com,#Perjuangan,#Toad Isbani,#eventmenulissetiaphari,#lombablogomjay

Rabu, 26 Agustus 2026

,
Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  

Rabu, 26 Agustus 2026 | oleh: Toad Isbani         

Antrian panjang sering menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kita dapat menjumpainya di sekolah, tempat pelayanan umum, loket pembayaran, rumah sakit, pusat perbelanjaan, maupun berbagai kegiatan masyarakat. Ketika jumlah orang banyak sementara pelayanan membutuhkan waktu, setiap orang dituntut untuk menunggu dengan tertib. Dalam kondisi seperti inilah kesabaran seseorang benar-benar diuji. Tidak berebut tempat, tidak menyerobot barisan, dan tidak memaksakan kehendak merupakan bentuk sederhana dari perilaku baik yang menunjukkan bahwa seseorang mampu menghargai hak orang lain. Kesediaan untuk berdiri dan menunggu sesuai urutan menjadi cerminan kedisiplinan sekaligus kesadaran sosial.

Menunggu dalam antrian bukan sekadar persoalan mengikuti aturan, tetapi juga latihan mengendalikan diri. Seseorang yang bersabar akan mampu menahan rasa bosan, lelah, terburu-buru, bahkan keinginan untuk mendapatkan pelayanan lebih dahulu. Ia memahami bahwa setiap orang memiliki kebutuhan dan kepentingan yang sama untuk dilayani. Sikap tidak berebut menunjukkan adanya kesadaran bahwa ketertiban akan menciptakan kenyamanan bersama. Sebaliknya, menyerobot antrian dapat menimbulkan ketidakadilan, kekecewaan, bahkan pertengkaran. Oleh karena itu, kesabaran dalam antrian merupakan pendidikan karakter yang sangat penting karena mengajarkan disiplin, tanggung jawab, menghormati sesama, dan mampu menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

Budaya menunggu dengan tertib juga mencerminkan nilai luhur kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam budaya ketimuran, sopan santun, menghormati orang lain, menjaga perasaan sesama, serta mengutamakan kerukunan merupakan nilai yang patut dijunjung tinggi. Ketika seseorang dengan kesadaran penuh tetap berada di barisannya meskipun melihat kesempatan untuk mendahului, sesungguhnya ia sedang memberikan teladan yang sangat berharga. Anak-anak, remaja, maupun orang dewasa dapat belajar bahwa menjadi manusia yang baik tidak selalu ditunjukkan melalui tindakan besar. Perilaku sederhana seperti memberikan kesempatan kepada orang yang lebih dahulu datang, membantu orang yang membutuhkan, dan tetap tertib dalam antrian merupakan bukti nyata karakter mulia.

Antrian panjang tanpa berebut pada akhirnya menjadi gambaran tentang kualitas kesadaran masyarakat. Kesabaran yang tumbuh dari dalam diri akan melahirkan ketertiban yang tidak harus dipaksakan oleh petugas atau aturan. Setiap orang menyadari bahwa haknya akan terpenuhi pada waktunya dan hak orang lain juga harus dihormati. Dari kebiasaan kecil tersebut tumbuh budaya saling menghargai, disiplin, jujur, tertib, dan bertanggung jawab. Kesabaran dalam antrian bukan sekadar menunggu giliran, melainkan latihan menjadi pribadi yang mampu mengendalikan diri dan menghormati sesama. Karena itu, budaya antri patut dipertahankan dan diwariskan sebagai salah satu wujud perilaku baik serta nilai luhur budaya ketimuran.

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.  

#Pendidikan,#Toad Isbani,#LiterasiDigital,#MenulisSetiapHari,#Literasi,#Perjuangan,#Berkarya,#informatika mtsnska1,#Wijayalabs.com,#Perjuangan,#Toad Isbani,#eventmenulissetiaphari,#lombablogomjay

 


Selasa, 25 Agustus 2026

,
Sumber gambar: Foto dari share drive pada WA Grop Forum Komunikasi HP Pribadi  

Selasa, 25 Agustus 2026 | oleh: Toad Isbani         

Peringatan  Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum penting dalam pembelajaran akidah dan akhlak bagi murid. Kegiatan ini bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan kepada Nabi sekaligus memahami keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kisah perjuangan, kesabaran, kejujuran, kasih sayang, dan kepedulian Rasulullah SAW, murid diarahkan untuk memahami bahwa ilmu agama harus diwujudkan dalam perilaku nyata. Akidah yang kuat akan menjadi dasar terbentuknya akhlak yang mulia, sedangkan akhlak yang baik menjadi cerminan keimanan seseorang.

Sumber video: Video dari share drive pada WA Grop Forum Komunikasi HP Pribadi

Peningkatan adab murid menjadi bagian yang sangat penting dalam proses pendidikan. Adab tidak hanya berkaitan dengan cara berbicara kepada guru dan orang tua, tetapi juga mencakup sikap menghormati teman, menjaga kebersihan, disiplin, bertanggung jawab, rendah hati, serta mampu menjaga perkataan dan perbuatan. Rasulullah Muhammad SAW merupakan suri teladan utama dalam membangun perilaku tersebut. Beliau menunjukkan kelembutan ketika menghadapi perbedaan, kesabaran ketika menghadapi ujian, kejujuran dalam perkataan, serta keadilan dalam memperlakukan sesama. Nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk diterapkan murid dalam kehidupan di madrasah, keluarga, maupun masyarakat.

Sumber gambar: Foto dari share drive pada WA Grop Forum Komunikasi HP Pribadi

Melalui kegiatan Maulid Nabi, murid dapat belajar bahwa meneladani Rasulullah SAW bukan hanya dengan mengagumi sosok beliau, membaca selawat, atau mengikuti rangkaian kegiatan peringatan. Keteladanan harus diwujudkan melalui perubahan perilaku. Murid dapat memulainya dengan membiasakan mengucapkan salam, berbicara santun, menghormati guru, menyayangi teman, membantu orang lain, berkata jujur, menaati aturan, serta bertanggung jawab terhadap tugas. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan membentuk karakter yang kuat. Dengan demikian, peringatan Maulid menjadi pengalaman pendidikan yang mampu menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan kehidupan nyata.

Pendidikan akhlak dan akidah juga perlu dilakukan melalui keteladanan. Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi menjadi contoh dalam tutur kata, kedisiplinan, kesabaran, kepedulian, dan penghormatan terhadap murid. Demikian pula murid diharapkan mampu menjadi teladan bagi teman-temannya. Semangat meneladani Nabi Muhammad SAW dapat membangun budaya madrasah yang penuh kesantunan, persaudaraan, tanggung jawab, dan kepedulian. Dalam lingkungan seperti itu, pembelajaran tidak hanya menghasilkan murid yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik dan berkarakter agamis.

Pada akhirnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya menjadi titik penguatan karakter dan pembentukan adab murid. Kecintaan kepada Rasulullah SAW harus dibuktikan dengan kesungguhan mengikuti ajaran dan akhlak beliau. Setiap murid diharapkan mampu menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai idola dan suri teladan dalam berkehidupan sosial. Dengan membiasakan kejujuran, kesopanan, kasih sayang, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian, nilai-nilai akidah akan semakin hidup dalam perilaku sehari-hari. Inilah hakikat pembelajaran Maulid Nabi: mengenal Rasulullah SAW, mencintai beliau, kemudian berusaha menghadirkan keteladanan beliau dalam setiap langkah kehidupan.

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani. 

#Pendidikan,#Toad Isbani,#LiterasiDigital,#MenulisSetiapHari,#Literasi,#Perjuangan,#Berkarya,#informatika mtsnska1,#Wijayalabs.com,#Perjuangan,#Toad Isbani,#eventmenulissetiaphari,#lombablogomjay

 


Senin, 24 Agustus 2026

,

 


Sumber gambar: Foto dari share WA Grop Forum Komunikasi HP Pribadi  

Senin, 24 Agustus 2026 | oleh: Toad Isbani         

Kegiatan kajian spesial Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu sarana pembelajaran yang tidak hanya memperkaya pengetahuan keagamaan murid, tetapi juga membentuk karakter dan kepribadian yang baik. Melalui kegiatan ini, murid diajak mengenal lebih dekat sosok Nabi Muhammad SAW sebagai suri teladan utama dalam kehidupan. Kisah perjuangan, kesabaran, kejujuran, kasih sayang, dan kepedulian beliau terhadap sesama dapat menjadi sumber inspirasi bagi murid untuk memahami bahwa pendidikan bukan hanya tentang kecerdasan akademik, tetapi juga tentang pembentukan akhlak mulia.

Sumber gambar: Foto dari share WA Grop Forum Komunikasi HP Pribadi

Dalam kajian Maulid Nabi, murid dapat belajar melalui penyampaian kisah kehidupan Rasulullah SAW, pembacaan solawat, diskusi, refleksi, maupun kegiatan keagamaan lainnya. Setiap aktivitas memberikan pengalaman belajar yang bermakna karena murid tidak sekadar mendengarkan materi, tetapi juga diajak menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Keteladanan Rasulullah SAW dalam berkata benar, menepati janji, menghormati orang lain, membantu yang membutuhkan, serta menyelesaikan persoalan dengan bijaksana dapat menjadi contoh konkret yang mudah diterapkan dalam lingkungan keluarga, madrasah, dan masyarakat.

Nabi Muhammad SAW juga merupakan sosok yang menunjukkan karakter agamis sekaligus memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Beliau mengajarkan pentingnya persaudaraan, toleransi, kasih sayang, keadilan, dan menghargai perbedaan. Nilai-nilai tersebut sangat relevan bagi kehidupan murid pada masa kini, terutama ketika mereka berinteraksi dengan teman, guru, keluarga, dan masyarakat, termasuk dalam lingkungan digital. Dengan menjadikan Rasulullah SAW sebagai tokoh teladan dan idola, murid diharapkan mampu memilih perilaku yang baik serta menghindari tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Pembelajaran melalui kajian Maulid Nabi juga dapat menumbuhkan kesadaran bahwa menjadi pribadi yang baik membutuhkan latihan dan pembiasaan. Murid dapat memulai dari hal sederhana, seperti berbicara santun, menghormati guru, menyayangi teman, menjaga kebersihan, bertanggung jawab terhadap tugas, serta membiasakan diri berkata jujur. Nilai keteladanan Rasulullah SAW hendaknya tidak berhenti pada kegiatan peringatan Maulid, tetapi diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi bagian dari karakter murid.

Pada akhirnya, kajian spesial Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum pendidikan karakter yang sangat berharga. Kegiatan tersebut mengajak murid mengenal Rasulullah SAW bukan hanya sebagai tokoh sejarah, tetapi sebagai teladan dalam membangun kehidupan yang beriman, berilmu, berakhlak, dan peduli terhadap sesama. Dengan meneladani sifat dan perilaku beliau, murid diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara intelektual, kuat secara moral, santun dalam bergaul, serta mampu memberikan manfaat positif bagi keluarga, madrasah, masyarakat, bangsa dan Negara Indonesia.

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani. 

#Pendidikan,#Toad Isbani,#LiterasiDigital,#MenulisSetiapHari,#Literasi,#Perjuangan,#Berkarya,#informatika mtsnska1,#Wijayalabs.com,#Perjuangan,#Toad Isbani,#eventmenulissetiaphari,#lombablogomjay

 


Minggu, 23 Agustus 2026

,

Sumber gambar: Foto-foto HP Pribadi sewaktu jalan mudik ke Manyaran  

Minggu, 23 Agustus 2026 | oleh: Toad Isbani         

Suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 masih terasa meriah di berbagai penjuru jalan. Lomba jalan sehat menjadi salah satu kegiatan yang mampu menyatukan warga dalam suasana penuh kegembiraan, kebersamaan, dan semangat kemerdekaan. Sejak pagi hingga siang hari, jalan-jalan perkampungan dipenuhi masyarakat yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Berbagai kelompok warga tampak berjalan bersama dengan pakaian yang beragam dan penuh warna, menciptakan pemandangan yang semarak sekaligus menghibur.

Kemerihaan tersebut juga terlihat di sepanjang Jalan Kartasura–Karangdowo hingga arah Manyaran. Arus warga yang mengikuti maupun menyaksikan kegiatan membuat sejumlah ruas jalan dan gang-gang perkampungan terasa sesak. Meskipun demikian, keadaan tersebut justru memperlihatkan besarnya semangat masyarakat dalam memeriahkan bulan kemerdekaan. Suara tawa, canda, musik, dan sorak-sorai warga berpadu menjadi hiburan yang menyenangkan. Jalan yang biasanya menjadi jalur aktivitas sehari-hari berubah menjadi ruang kebersamaan yang penuh keceriaan dan semangat persaudaraan.

Lomba jalan sehat bukan sekadar kegiatan untuk mendapatkan hadiah atau menjaga kebugaran tubuh. Lebih dari itu, kegiatan ini mengajarkan nilai-nilai karakter mulia, seperti disiplin, tanggung jawab, gotong royong, sportivitas, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama. Warga belajar menghargai peserta lain, menjaga ketertiban, mengikuti aturan, serta menciptakan suasana yang aman dan nyaman. Semangat berjalan bersama juga menjadi simbol bahwa kemerdekaan dapat dirawat melalui persatuan dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Semarak jalan sehat pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan masih hidup di tengah masyarakat. Dari jalan utama hingga gang-gang kecil perkampungan, warga bersama-sama menghadirkan kegembiraan sekaligus memperkuat tali silaturahmi. Kegiatan sederhana tersebut mengandung makna yang mendalam: sehat jasmani, kuat persaudaraan, dan mulia dalam berperilaku. Semangat kemerdekaan hendaknya tidak berhenti pada kemeriahan acara, tetapi terus diwujudkan melalui sikap disiplin, gotong royong, saling menghormati, dan mencintai lingkungan serta bangsa Indonesia.

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.  

#Pendidikan,#Toad Isbani,#LiterasiDigital,#MenulisSetiapHari,#Literasi,#Perjuangan,#Berkarya,#informatika mtsnska1,#Wijayalabs.com,#Perjuangan,#Toad Isbani,#eventmenulissetiaphari,#lombablogomjay

 


Sabtu, 22 Agustus 2026

,

 

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  

Sabtu, 22 Agustus 2026 | oleh: Toad Isbani         

Pembelajaran  di era digital memberikan kesempatan kepada murid untuk mengembangkan pengetahuan, kreativitas, dan keterampilan melalui berbagai teknologi. Kelas 9 Sains 6 MTsN Surakarta 1 melaksanakan pembelajaran dengan memanfaatkan Blogger.com sebagai media untuk membuat dan mengembangkan blog sederhana. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan menggunakan teknologi, tetapi juga mendorong murid menjadi pembelajar yang aktif, kreatif, dan mampu menghasilkan karya digital yang bermanfaat.

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi

Melalui kegiatan membuat blog, murid belajar menuangkan gagasan, pengalaman, pengetahuan, dan hasil pembelajaran dalam bentuk tulisan. Proses menulis blog melatih murid untuk menyusun ide secara runtut, memilih kata yang tepat, membuat judul yang menarik, serta menyampaikan informasi secara jelas dan bertanggung jawab. Dengan demikian, aktivitas blogging dapat menjadi sarana untuk meningkatkan literasi menulis, sekaligus membangun keberanian murid dalam menyampaikan pemikiran kepada orang lain.

Selain menulis, kegiatan blogging juga berkaitan erat dengan literasi membaca. Sebelum menghasilkan tulisan, murid perlu membaca berbagai sumber, memahami informasi, membandingkan fakta, dan menentukan informasi yang relevan. Kebiasaan membaca secara kritis membantu murid membedakan informasi yang benar dan dapat dipercaya dari informasi yang belum tentu valid. Kemampuan tersebut sangat penting agar murid tidak mudah percaya atau menyebarkan informasi yang salah di lingkungan digital.

Penggunaan Blogger.com juga memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual. Murid dapat membuat tulisan tentang sains, pendidikan, lingkungan, teknologi, budaya, pengalaman belajar, maupun berbagai topik positif lainnya. Mereka belajar bahwa teknologi bukan sekadar alat untuk hiburan, tetapi dapat digunakan untuk berkarya, berbagi pengetahuan, dan membangun jejak digital yang positif. Setiap tulisan yang dibuat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter, kreativitas, tanggung jawab, dan kecakapan digital.

Pembelajaran membuat blog di Kelas 9 Sains 6 MTsN Surakarta 1 diharapkan mampu melahirkan murid yang cerdas, literat, kreatif, kritis, dan bijak dalam menggunakan teknologi. Kecerdasan di era digital tidak hanya ditunjukkan melalui kemampuan menggunakan perangkat, tetapi juga melalui kemampuan membaca, berpikir, menulis, mencipta, dan berkomunikasi secara bertanggung jawab. Dengan semangat belajar dan berkarya, blog menjadi ruang bagi murid untuk menumbuhkan budaya literasi sekaligus menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi jembatan menuju pengetahuan dan masa depan yang lebih baik.

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.  

#Pendidikan,#Toad Isbani,#LiterasiDigital,#MenulisSetiapHari,#Literasi,#Perjuangan,#Berkarya,#informatika mtsnska1,#Wijayalabs.com,#Perjuangan,#Toad Isbani,#eventmenulissetiaphari,#lombablogomjay

 



Jumat, 21 Agustus 2026

,

 

Sumber gambar: Foto HP Pribadi  

Jum’at, 21 Agustus 2026 | oleh: Toad Isbani         

Kegiatan belajar mengajar tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana. Salah satu contohnya terjadi ketika jaringan listrik di kelas 9 mengalami mati listrik. Kondisi tersebut menyebabkan beberapa fasilitas pembelajaran, seperti lampu, kipas angin, proyektor, dan perangkat digital tidak dapat digunakan. Namun, keadaan itu bukan alasan bagi siswa untuk berhenti belajar. Demi menjaga kegiatan pembelajaran tetap berlangsung, murid kelas 9 Sains dipindahkan ke ruangan lain yang memiliki kondisi lebih mendukung, yakni kelas 7C, yang sudah kosong karena muridnya pulang jam 13.50 WIB. Sedangkan untuk kelas Sains pulang paling akhir yakni jam 15.20 WIB.

Sumber gambar: Foto HP Pribadi

Perpindahan kelas tersebut menunjukkan bahwa semangat belajar harus tetap dijaga dalam berbagai keadaan. Guru dan murid bekerja sama agar proses pembelajaran tidak terhenti hanya karena adanya kendala teknis. Dengan berpindah ke ruangan yang lebih nyaman, murid dapat kembali berkonsentrasi dan mengikuti materi dengan baik. Sikap seperti ini mengajarkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi juga oleh kemauan untuk berusaha dan mencari solusi.

Di era digital, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu keterampilan penting. Teknologi memang dapat membantu proses belajar, tetapi siswa tidak boleh sepenuhnya bergantung pada teknologi. Ketika listrik atau jaringan mengalami gangguan, kegiatan belajar masih dapat dilakukan melalui buku, diskusi, catatan, maupun kerja kelompok. Dengan demikian, siswa belajar menjadi pribadi yang kreatif, mandiri, dan mampu menghadapi perubahan.

Peristiwa ini juga memberikan pelajaran tentang pentingnya memanfaatkan teknologi secara bijak. Ketika fasilitas digital tersedia, murid dapat menggunakannya untuk mencari informasi, mengembangkan keterampilan, dan memperluas wawasan. Namun, ketika fasilitas tersebut tidak tersedia, murid tetap dapat belajar dengan cara lain. Kemampuan mengombinasikan teknologi dengan metode pembelajaran sederhana akan membuat murid lebih siap menghadapi tantangan masa depan.

Menjadi generasi yang sukses dan berilmu digital bukan berarti harus selalu berada dalam kondisi sempurna. Justru, tantangan dapat menjadi kesempatan untuk melatih ketangguhan, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah. Pengalaman pindah kelas karena listrik mati mengajarkan bahwa proses belajar harus terus berjalan. Murid perlu memiliki semangat untuk mencari pengetahuan dari berbagai sumber dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi hambatan.

Pada akhirnya, kejadian jaringan listrik mati di kelas 9 Sains bukanlah penghalang untuk meraih ilmu. Perpindahan kelas menjadi bukti bahwa pembelajaran dapat berlangsung selama ada kemauan, kerja sama, dan kreativitas. Dengan semangat tersebut, murid dapat tumbuh menjadi generasi yang berilmu, adaptif, melek digital, dan terdepan dalam menghadapi perkembangan zaman. Kesuksesan dapat diraih oleh mereka yang terus belajar, berani beradaptasi, dan menjadikan setiap kendala sebagai pengalaman berharga.

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.  

#Pendidikan,#Toad Isbani,#LiterasiDigital,#MenulisSetiapHari,#Literasi,#Perjuangan,#Berkarya,#informatika mtsnska1,#Wijayalabs.com,#Perjuangan,#Toad Isbani,#eventmenulissetiaphari,#lombablogomjay

Follow Us @soratemplates