Jumat, 18 September 2026

,

@masto.asyk

-Foto kiri Ibu Nirmala, Mas Lutfi (alumni) dan Pak Rohas – sedang berdiskusi
Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di are depan PTSP Madrasah

Jum’at, 18 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Ruang publik di lingkungan madrasah tidak selalu harus berupa tempat yang luas dan megah. Sebuah area sederhana yang tertata rapi, nyaman, teduh, dan memberikan suasana damai juga dapat menjadi ruang yang memiliki banyak manfaat. Di depan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) MTsN Surakarta 1, tersedia area umum yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat menerima tamu, berdiskusi, berbincang, maupun sekadar bersantai. Kehadiran ruang ini membuat suasana lingkungan madrasah terasa lebih ramah dan terbuka bagi siapa saja yang datang.


Ketika tamu berkunjung ke madrasah, area tersebut dapat menjadi tempat menunggu dan menerima tamu sebelum memperoleh pelayanan di PTSP. Guru, tenaga kependidikan, murid, maupun orang tua dapat memanfaatkannya untuk berbincang dalam suasana yang lebih santai. Percakapan ringan di ruang tersebut dapat menjadi bagian dari interaksi sosial yang mempererat hubungan ant warga madrasah. Suasana yang teduh membuat kegiatan menunggu tidak terasa membosankan, sementara lingkungan yang tenang menghadirkan rasa nyaman dan damai.


Bagi murid, ruang publik ini juga dapat menjadi tempat beristirahat sejenak setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Mereka dapat duduk bersama teman, bertukar cerita, mendiskusikan tugas, atau menyampaikan gagasan dengan tetap memperhatikan tata krama dan ketertiban. Ruang tersebut sekaligus memberikan alternatif tempat berkegiatan selain ruang kelas dan pojok baca madrasah. Dengan demikian, fasilitas sederhana di lingkungan PTSP dapat berkembang menjadi ruang interaksi yang mendukung kenyamanan, komunikasi, dan kebersamaan warga madrasah.


Keberadaan ruang publik di depan PTSP MTsN Surakarta 1 menunjukkan bahwa fasilitas madrasah bukan hanya berkaitan dengan sarana pembelajaran formal. Area yang nyaman dan teduh juga memiliki nilai penting dalam membangun suasana madrasah yang humanis. Di tempat ini, tamu dapat menunggu dengan nyaman, guru dan murid dapat berbincang, sementara warga madrasah dapat menikmati waktu istirahat dalam suasana yang damai. Ruang publik tersebut menjadi pelengkap fasilitas madrasah sekaligus menghadirkan ruang kebersamaan yang sederhana, tetapi bermakna bagi kehidupan sehari-hari di madrasah.


Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.

Kamis, 17 September 2026

,

 @masto.asyk

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di tembok madrasah

Kamis, 17 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Kanvas tidak hanya menjadi tempat untuk mencurahkan keindahan melalui warna dan gambar, tetapi juga dapat menjadi media untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan pesan yang bermakna. Di lingkungan madrasah, kreativitas murid melalui lukisan dapat diarahkan untuk menyuarakan berbagai pesan positif bagi kehidupan bersama. Salah satunya adalah kampanye untuk menjauhi narkoba, perundungan atau bullying, serta segala bentuk kekerasan. Dengan kuas, cat, gambar, dan tulisan, murid dapat menyampaikan pesan yang terkadang sulit diungkapkan hanya melalui kata-kata. Setiap goresan warna menjadi bentuk kepedulian terhadap terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, sehat, nyaman, dan menyenangkan.

Kampanye melalui kanvas memberikan kesempatan kepada murid untuk menuangkan pemikiran mereka tentang bahaya narkoba dan dampak buruk perundungan serta kekerasan. Gambar tangan yang saling menggenggam, misalnya, dapat menggambarkan persahabatan dan kepedulian. Tulisan “Jauhi Narkoba”, “Stop Bullying”, atau “Madrasah Tanpa Kekerasan” dapat menjadi pesan sederhana yang mudah dipahami oleh siapa saja. Kreativitas tersebut sekaligus menjadi pengalaman belajar yang mengajarkan keberanian menyampaikan pendapat, kepedulian terhadap sesama, serta tanggung jawab menjaga lingkungan madrasah. Seni menjadi jembatan antara ekspresi pribadi dan pesan sosial yang bermanfaat.

Kanvas yang telah selesai dibuat tidak seharusnya hanya disimpan di dalam kelas atau ruang kegiatan. Karya tersebut perlu dipampang pada tembok atau tempat yang mudah dilihat oleh warga madrasah. Ketika murid, guru, tenaga kependidikan, maupun tamu melewati area tersebut, pesan kampanye dapat terbaca dan menjadi bahan perhatian. Tembok madrasah pun berubah menjadi ruang edukasi visual yang menyampaikan pesan secara terus-menerus. Warna dan gambar yang menarik dapat mengundang perhatian, sedangkan pesan yang ditampilkan dapat mengingatkan setiap orang untuk saling menghormati, menjaga pergaulan, dan berani menolak narkoba, perundungan, serta kekerasan.

Melalui kegiatan tersebut, murid tidak hanya belajar menghasilkan karya seni, tetapi juga belajar menjadi bagian dari gerakan menciptakan lingkungan madrasah yang positif. Luapan ekspresi pikiran dan perasaan melalui kanvas menunjukkan bahwa suara murid dapat disampaikan dengan cara kreatif, santun, dan penuh makna. Setiap karya yang terpampang di tembok menjadi pengingat bersama bahwa madrasah adalah tempat untuk tumbuh, belajar, berteman, dan mengembangkan potensi tanpa rasa takut. Pesan anti narkoba, anti bullying, dan anti kekerasan diharapkan terus hidup melalui karya-karya tersebut sehingga menjadi perhatian semua dan menguatkan komitmen bersama untuk menjaga madrasah tetap aman, damai, dan penuh persaudaraan.

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.

 

Rabu, 16 September 2026

,

 @masto.asyk

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di halaman

Rabu, 16 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Sampah menjadi salah satu persoalan yang selalu hadir dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan madrasah. Aktivitas murid, guru, dan seluruh warga madrasah dapat menghasilkan berbagai jenis sampah, mulai dari sisa makanan, daun kering, kertas, hingga botol dan kemasan plastik. Karena itu, diperlukan kebiasaan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama agar sampah tidak menumpuk dan mengganggu kebersihan lingkungan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menyediakan Bank Sampah Rumah Botol Plastik di lingkungan MTsN Surakarta 1. Kehadirannya menjadi tempat untuk mengumpulkan dan mengelola botol plastik agar tidak langsung berakhir sebagai sampah yang berserakan.

Bank sampah bukan sekadar tempat mengumpulkan botol plastik, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi murid. Melalui kegiatan tersebut, murid dilatih untuk mengenali perbedaan antara sampah organik dan anorganik. Sampah organik seperti sisa makanan dan daun dapat dipisahkan untuk pengolahan lebih lanjut, sedangkan botol plastik, kemasan, dan bahan sejenis ditempatkan pada wadah khusus. Kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya dapat membentuk sikap disiplin dan peduli terhadap lingkungan. Murid belajar bahwa membuang sampah pada tempatnya merupakan langkah awal, sedangkan memisahkan sampah sesuai jenisnya merupakan kebiasaan yang memberikan manfaat lebih besar.

Rumah Botol Plastik juga dapat menjadi contoh bahwa menjaga kebersihan madrasah tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. Botol plastik yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat dikumpulkan secara teratur, kemudian dipilah dan dikelola sesuai kebutuhan. Kegiatan ini dapat melibatkan murid melalui jadwal piket, kegiatan kelas, maupun program kepedulian lingkungan. Dengan keterlibatan tersebut, halaman, ruang kelas, taman, dan berbagai sudut madrasah dapat terjaga lebih bersih. Lingkungan yang bersih dan tertata tentu memberikan suasana yang lebih nyaman bagi murid untuk belajar, berinteraksi, dan melaksanakan berbagai kegiatan madrasah.

Lebih dari sekadar mengurangi penumpukan sampah, Bank Sampah Rumah Botol Plastik dapat menjadi media pembentukan karakter murid. Mereka belajar bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan sendiri, bekerja sama menjaga kebersihan, serta memahami bahwa tindakan kecil dapat memberikan dampak bagi lingkungan. MTsN Surakarta 1 dapat menjadikan kebiasaan memilah dan mengumpulkan sampah sebagai bagian dari budaya madrasah. Dari sebuah botol plastik yang dikumpulkan dengan tertib, tumbuh kesadaran bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama dan lingkungan yang sehat dimulai dari kepedulian setiap warga madrasah.

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani. 

 

Selasa, 15 September 2026

,

@masto.asyk 

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di halaman

Selasa, 15 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Halaman madrasah bukan sekadar ruang terbuka yang berada di antara gedung-gedung kelas. Bagi murid, halaman madrasah adalah tempat yang selalu memiliki cerita. Sejak pagi hingga waktu pulang, tempat ini hampir tidak pernah benar-benar sepi. Ada murid yang berjalan bersama teman, bermain, berbincang, bercanda, atau sekadar duduk menikmati suasana setelah mengikuti pembelajaran. Tawa dan sapaan mereka menjadikan halaman madrasah terasa hidup. Di tempat sederhana itulah berbagai pengalaman kecil tumbuh menjadi kenangan yang kelak akan mereka rindukan ketika sudah meninggalkan madrasah.

Ketika waktu istirahat tiba, halaman berubah menjadi arena bermain yang menyenangkan. Murid bergerak bebas setelah beberapa jam berkonsentrasi mengikuti pelajaran di kelas. Ada yang bermain bersama, saling mengejar, berbagi cerita, maupun bercanda dengan teman-temannya. Tidak semua aktivitas harus berupa permainan yang terencana. Percakapan sederhana, gurauan kecil, dan senyum antarteman sudah cukup membuat suasana menjadi hangat. Kebersamaan tersebut mengajarkan bahwa kehidupan di madrasah bukan hanya tentang buku, tugas, dan nilai, tetapi juga tentang membangun persahabatan serta belajar memahami karakter orang lain.

Lebih dari itu, halaman madrasah sering menjadi tempat murid mengadu. Ketika menghadapi persoalan dengan teman, merasa sedih karena hasil belajar belum sesuai harapan, atau memiliki cerita yang ingin disampaikan, mereka membutuhkan seseorang yang mau mendengarkan. Di sudut halaman, dalam suasana santai, seorang teman dapat menjadi tempat berbagi keluh kesah. Kadang-kadang masalah yang terasa berat menjadi lebih ringan setelah diceritakan. Kebersamaan membuat murid menyadari bahwa mereka tidak sendirian menghadapi berbagai pengalaman selama berada di madrasah.

Karena itu, halaman madrasah memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar tempat berkumpul. Ia menjadi ruang tumbuh bagi keceriaan, persahabatan, kepedulian, dan keberanian untuk berbagi cerita. Di sanalah murid belajar bahwa kehidupan membutuhkan keseimbangan antara belajar dengan serius dan menikmati kebersamaan. Suara tawa, canda, langkah kaki, serta cerita yang silih berganti menjadi bagian dari kehidupan madrasah. Halaman yang tak pernah sepi itu pada akhirnya menjadi saksi perjalanan murid dalam membangun pengalaman belajar, persahabatan, dan kenangan indah yang akan selalu tersimpan dalam ingatan.

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani. 

 

Senin, 14 September 2026

,

 @masto.asyk 

Sumber gambar: Foto share whatsapp grup forum komunikasi madrasah

Senin, 14 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Pelaksanaan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) Gasal di madrasah bukan sekadar kegiatan untuk mengukur capaian hasil belajar murid setelah mengikuti rangkaian pembelajaran. Lebih dari itu, setiap proses yang berlangsung dapat menjadi bagian penting dari perjalanan menuju madrasah digital yang semakin baik. Dokumentasi berupa foto, video, maupun arsip digital menjadi bukti nyata bahwa kegiatan asesmen telah dilaksanakan secara tertib, terencana, dan memanfaatkan perkembangan teknologi. Setiap aktivitas murid dan guru yang terdokumentasikan memberikan gambaran tentang budaya belajar yang terus berkembang sesuai tuntutan zaman.

Dokumentasi ASTS Gasal juga menunjukkan bagaimana teknologi mulai menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas pendidikan. Penggunaan perangkat digital, pengelolaan informasi, penyampaian pengumuman, pengarsipan data, hingga publikasi kegiatan dapat dilakukan dengan lebih efektif melalui sistem digital. Dokumentasi tersebut bukan hanya menjadi kenangan, tetapi juga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk melihat sejauh mana madrasah mampu mengembangkan tata kelola pembelajaran yang modern, tertib, transparan, dan efisien. Dengan demikian, digitalisasi tidak berhenti pada penggunaan perangkat, tetapi berkembang menjadi budaya kerja dan budaya belajar.

Bagi murid, dokumentasi kegiatan ASTS Gasal dapat menumbuhkan kesadaran bahwa mereka sedang menjadi bagian dari perubahan pendidikan. Kegiatan asesmen mengajarkan kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, ketelitian, dan kemandirian. Ketika proses tersebut diabadikan dengan baik, murid dapat melihat kembali pengalaman belajarnya sekaligus memahami bahwa teknologi harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab. Dokumentasi juga dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan pembelajaran masa depan.

Dokumentasi ASTS Gasal merupakan salah satu bukti perjalanan madrasah dalam membangun ekosistem digital yang lebih baik. Foto dan arsip kegiatan menjadi rekam jejak bahwa guru, murid, dan madrasah bersama-sama berusaha menciptakan pembelajaran yang tertib, modern, dan bermakna. Madrasah digital bukan hanya tentang perangkat komputer, jaringan internet, atau aplikasi, melainkan tentang perubahan pola pikir dan budaya pendidikan. Dengan dokumentasi yang terkelola dengan baik, setiap kegiatan menjadi bukti perkembangan sekaligus inspirasi untuk menghadirkan madrasah yang semakin maju, cerdas, adaptif, dan berkarakter.

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani. 

 

Minggu, 13 September 2026

,

 @masto.asyk

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di ruang 08 (Kelas 7A)

Minggu, 13 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Kelas bukan sekedar ruangan yang digunakan murid untuk mengikuti pembelajaran, tetapi menjadi tempat tumbuhnya pengalaman, pengetahuan, keterampilan, dan karakter. Kelas yang nyaman dapat memberikan suasana positif sehingga murid merasa aman, tenang, dan lebih siap menerima pembelajaran. Kebersihan ruangan, pencahayaan yang cukup, sirkulasi udara yang baik, tempat duduk yang tertata, serta lingkungan yang rapi menjadi bagian penting dalam menciptakan kenyamanan. Ketika kondisi kelas mendukung, murid akan lebih mudah berkonsentrasi dan menikmati setiap proses pembelajaran yang berlangsung.

Kenyamanan kelas juga berkaitan erat dengan hubungan antara guru dan murid. Guru yang mampu menciptakan suasana pembelajaran ramah, terbuka, dan menyenangkan akan membantu murid berani bertanya, menyampaikan pendapat, berdiskusi, serta mencoba hal-hal baru. Kesalahan dalam belajar tidak dipandang sebagai kegagalan, melainkan sebagai bagian dari proses untuk menjadi lebih baik. Dari pengalaman tersebut, murid belajar membangun kepercayaan diri, tanggung jawab, kerja sama, kedisiplinan, dan sikap saling menghargai. Dengan demikian, kelas nyaman tidak hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga perkembangan karakter.

Pengalaman belajar yang positif akan membuat murid memiliki kenangan baik terhadap proses pendidikan. Mereka tidak hanya mengingat materi pelajaran, tetapi juga pengalaman ketika bekerja dalam kelompok, menyelesaikan tugas, berdiskusi dengan teman, mendapatkan bimbingan guru, dan berhasil mengatasi kesulitan. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan berikutnya. Murid semakin memahami bahwa keberhasilan membutuhkan ketekunan, kesabaran, keberanian mencoba, dan kemauan untuk terus belajar meskipun menghadapi hambatan.

Kelas yang nyaman dapat menjadi salah satu pintu menuju kesuksesan murid. Kenyamanan bukan berarti belajar tanpa tantangan, melainkan menciptakan lingkungan yang membuat murid mampu menghadapi tantangan dengan pikiran positif. Guru, murid, dan seluruh warga madrasah memiliki peran dalam menjaga suasana tersebut. Kelas yang bersih, tertib, harmonis, dan penuh semangat akan mendorong lahirnya pengalaman belajar yang bermakna. Dari ruang kelas yang nyaman, tumbuh murid yang percaya diri, berkarakter, kreatif, dan memiliki semangat untuk meraih kesuksesan di masa depan.

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani. 

 

Sabtu, 12 September 2026

,

 @masto.asyk 

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di ruang 26 (9Sa4)

Sabtu, 12 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) Gasal bukan sekadar kegiatan untuk mengukur sejauh mana murid memahami materi pembelajaran yang telah diberikan. Lebih dari itu, ASTS dapat menjadi bagian penting dari proses pendidikan karakter. Setelah mengikuti serangkaian pembelajaran, murid memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kejujuran melalui pelaksanaan asesmen. Dalam suasana ujian, murid belajar bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh tingginya nilai, tetapi juga oleh proses mendapatkannya. Nilai yang diperoleh dengan usaha sendiri akan memberikan kepuasan dan pengalaman yang jauh lebih bermakna dibandingkan nilai tinggi yang diperoleh melalui cara yang tidak jujur. Dengan demikian, ASTS dapat menjadi sarana pembelajaran untuk menanamkan karakter mulia dalam kehidupan sehari-hari.

Kejujuran menjadi salah satu nilai utama yang dapat dibangun melalui pelaksanaan ASTS. Murid menghadapi soal secara mandiri, membaca petunjuk dengan cermat, mengerjakan sesuai kemampuan, serta menghindari menyontek atau mencari bantuan yang tidak diperbolehkan. Sikap tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi sesungguhnya merupakan latihan moral yang sangat penting. Ketika murid terbiasa jujur dalam asesmen, mereka sedang belajar membangun kepercayaan terhadap dirinya sendiri dan orang lain. Guru pun dapat memberikan pemahaman bahwa kesalahan dalam menjawab soal bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Kesalahan merupakan bagian dari proses belajar yang dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kemampuan pada pembelajaran berikutnya. Kejujuran justru mengajarkan murid untuk berani menerima hasil sesuai kemampuan dan berusaha memperbaikinya.

ASTS Gasal juga dapat menjadi pengalaman belajar yang membentuk karakter tangguh dan bertanggung jawab. Murid belajar mempersiapkan diri sebelum asesmen dengan mengulang materi, mengatur waktu belajar, menjaga kesehatan, dan mengikuti tata tertib yang telah ditentukan. Saat mengerjakan soal, mereka belajar berkonsentrasi, mengendalikan kecemasan, serta tidak mudah menyerah ketika menemukan pertanyaan yang sulit. Nilai yang diperoleh kemudian dapat menjadi cermin terhadap perjalanan belajar sebelumnya. Jika hasilnya belum sesuai harapan, murid tidak perlu merasa gagal, tetapi dapat menjadikannya motivasi untuk belajar lebih baik. Sebaliknya, hasil yang baik hendaknya tidak membuat murid sombong, melainkan semakin bersyukur dan bertanggung jawab untuk mempertahankan prestasinya.

ASTS Gasal dapat menjadi lebih dari sekadar kegiatan evaluasi akademik apabila dilaksanakan dengan kesadaran bahwa pendidikan bertujuan membentuk manusia berilmu sekaligus berkarakter. Pengalaman mengikuti asesmen secara tertib, mandiri, disiplin, dan jujur merupakan bekal berharga bagi kehidupan murid di masa depan. Mereka belajar bahwa setiap keberhasilan membutuhkan proses, perjuangan, tanggung jawab, dan integritas. Serangkaian pembelajaran yang telah dilalui sebelumnya menjadi pengalaman yang membangun pengetahuan sekaligus sikap. ASTS hendaknya dipandang sebagai kesempatan bagi murid untuk membuktikan kemampuan akademiknya sekaligus mempraktikkan karakter mulia. Nilai yang baik memang penting, tetapi nilai kejujuran, tanggung jawab, dan ketangguhan jauh lebih berharga karena menjadi dasar bagi terbentuknya pribadi yang dapat dipercaya dan memiliki masa depan gemilang.

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani. 

 

Follow Us @soratemplates