Blog LITERASI Guru

Media untuk koreksi latihan corat-coret, menempa diri bersosial, mengkanfas sejarah kehidupan, mengukir pena menimpa noda, memupuk pahala mengikis dosa. Email : toadisbani@gmail.com ==&toadisbani.mts1@gmail.com&== SanDyaSya (GhaiSani, AninDya dan RaiSya)

Tampilkan postingan dengan label #certaanakkuhariini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #certaanakkuhariini. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Maret 2021

,

Sumber gambar: crop video tugas Kak Anindya

 

Selasa, 30 Maret 2021 | oleh: Toad Isbani         

 

Menilai memang sudah menjadi tugas dan kewajiban seorang guru, tidak bedanya dengan apa yang sering saya lakukan. Untuk kali ini adalah hal yang sangat berbeda dari apa yang pernah saya kerjakan. Kenapa?

 

Ya, menilai adalah suatu aktivitas memberikan nilai yang merupakan proses akhir dari suatu aktivitas tersebut. Anakku yang pertama dan kedua sedang dalam aktivitas yang sepertinya sibuk berdua tak boleh ada yang mengganggu. Si Kecil Raisya, yang selalu usil diminta ibundanya untuk menjaga dan menyingkir terlebih dahulu.

 

Mereka berdua sibuk, saya perhatikan sambil menerka-nerka sedang melakukan apa mereka berdua. Dan terkadang kakaknya memberikan pengertian yang sebelumnya memang saya tidak mengetahui apa yang mereka lakukan.

 

Setelah bertanya kepada istri yang sedang ngajak mainan Si Kecil Raisya, ternyata Kak Ghaisani sedang diminta bantuin adeknya (Kak Anindya) untuk merekamkan aktivitasnya. Yakni aktivitas dalam pembuatan video tugas dari gurunya. Saling kompak mereka menjalankan perannya, Kak Ghaisani dengan sabar membimbng adiknya laksana seorang produser perfilman. Sedangkan Kak Anindya yang berperan sebagai artis sekaligus aktor pemeran dalam video tersebut, siap dengan kewajiban yang harus dilakukan sesuai petunjuk dari kakaknya.

 

Selanjutnya, Kak Anin, mendatangi kami (saya, Raisya dan Istri) meminta untuk melihat dan memberi nilai video yang sudah dibuatnya untuk memenuhi tugas dari gurunya tersebut. Saya dan Istripun segera melihat video tersebut dengan penuh penasaran. Dan sungguh luar biasa hasilnya, ternyata mereka berdua sudah didik oleh situasi, kondisi dan keadaan. Lingkungan dan situasi masa pandemi telah mendidik kemandirian dan kreativitas mereka berdua.

 

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam menulis. Membiasakan setidaknya minimal 150 kata dalam sehari untuk menulis dan diposting ke BLOG. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

 

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/

 

#Day30MaretChallenge,#ceritakelaskuhariini,#ceritamuridkuhariini,#certaanakkuhariini 

Minggu, 28 Maret 2021

,

 

Sumber gambar: crop foto dari HP Pribadi

 

Minggu, 28 Maret 2021 | oleh: Toad Isbani         

 

Perilaku anak kecil terkadang membuat gemes juga konyol. Begitulah mungkin sosok anak kecil yang masih suci hatinya dan belum punya dosa. Bikin jengkel tetapi mengasikkan, bikin konyol tetapi ngangeni, bikin gemes karena lucu. Perilaku anak kecil yang memang terkadang tidak terkendali karena belum mempunyai nalar penuh dengan perhitungan.

 

Begitu pula apa yang dilakukan anak kami yang ketiga, Dik Raisya ini. Tidak ada beda antara anak kecil yang satu dengan yang lain, menjadikan saya teringat sewaktu Dik Raisya masih usia satu atau dua tahun. Waktu itu, kemana-mana selalu minta digendong, kalau tidak digendong pasti akan menangis.

 

Sekarang jangankan digendong, digandengan tangannya ketika jalan-jalan saja tidak mau dan pasti teriak-teriak ingin jalan sendiri. Ketika digendong pasti meronta-ronta ingin turun dan jalan sendiri. Saking aktifnya, tidak hanya jalan tetapi malah lari sana-sini.

 

Susah rasanya jika ingin menggendongnya. Lucu memang dan bikin gemes perilakunya. Terkadang ketika diajak pergi untuk belanja ke toko, Dik Raisya pasti langsung lari kesana-kemari tak mau diam. Kami terkadang dibikin bingung mencarinya, karena ketika tahu kalau sedang dicari malah justru lari sembunyi.

 

Sebenarnya tingkah laku anak kecil tidak ada yang istimewa, akan tetapi ketika diperhatikan selalu saja membuat hati bahagia. Kelucuannya menghibur dan juga mampu menghilangkan lelah karena seharian kerja. Si kecil mampu memberi semangat untuk kerja, untuk menulis tulisan ini juga. Semangat untuk selalu konsisten menulis, apalagi ketika kemarin mendapat transfer royalti dari penulisan buku ajar informatika. Bangga sekaligus senang menerima royalti dan yang lebih membahagiakan adalah hasil dari tulisan tersebut dapat kita nikmati bersama keluarga.

 

Semoga apa yang saya tulis akan bermanfaat terhadap orang lain. Walau ada buku yang masih belum menghasilkan royalti yang banyak karena informasi dari penerbit bahwa penjualan buku masih belum stabil karena pengaruh wabah corona.

 

Saya juga mohon do’a dari para pembaca semua, semoga buku saya segera terbit kembali dan mampu mencapai penjualan yang maksimal. Karena buku saya memang masih dalam proses penerbitan, yakni buku yang saya tulis berdua dengan Prof. Eko Indrajit. Untuk hari ini mendapat kabar dari penerbit YPTD (Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan), bahwa buku saya sudah siap beredar. Semoga menjadi ladang dan tambahan rizki bagi kami sekeluarga dan buku tersebut mampu memberikan manfaat bagi para pembaca. Aamiin.

 

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam menulis. Membiasakan setidaknya minimal 150 kata dalam sehari untuk menulis dan diposting ke BLOG. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

 

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/

 

#Day28MaretChallenge,#ceritakelaskuhariini,#ceritamuridkuhariini,#certaanakkuhariini

Jumat, 26 Maret 2021

,

 

Sumber gambar: crop foto dari HP Pribadi

 

Jum’at, 26 Maret 2021 | oleh: Toad Isbani         

 

Persawahan yang ada di samping barat perumahan keluarga kami memang terhampar luas. Setiap pagi hari Ahad (minggu) selalu saja ada yang menikmati hamparan tanaman padi yang menghijau. Di pinggiran sawah itu selalu dipenuhi oleh anak-anak yang bermain. Tak terkecuali kedua anak kami. Sambil duduk-duduk di pinggiran jalan menghadap tanaman padi yang menghampar hijau dan merasakan hangatnya sinar matahari pagi.

 

Sebagai orang tua, cukup mengawasi mereka berdua dari depan rumah. Mereka asik bermain, sesekali mencari belalang atau menangkap hewan-hewan kecil yang ada di sekeliling tanaman padi tersebut. Karena memang sudah agak siang, jadi tidak kelihatan kerumunan anak-anak kecil lainnya yang bermain di lokasi tersebut.

 

Rumah kami yang memang dikelilingi oleh persawahan, di depan juga masih sawah warga, di samping barat dan timur juga sawah. Belakang rumah kami yang dulunya sawah, sekarang sudah menjadi perumahan juga. Sedangkan di sebelah timur, sebagian sudah diwakafkan untuk dibangun masjid.

 

Suasana di sawah dengan udara yang sejuk tentunya, menjadikan kami sekeluarga nyaman tinggal. Setiap liburan ataupun hari minggu pasti ramai anak-anak, hingga orang remaja yang berkumpul di samping barat perumahan kami. Yang pasti ketiga anak kami selalu asik bermain dekat sawah tersebut. Memang tidak seperti di desa asli yang setiap sawah pasti masih ada burung belibis, akan tetapi setidaknya menjadikan pemandangan yang menyejukkan di tengah perkotaan ini.

 

Itulah keseharian anak-anak kami, mereka selalu asik bermain dipinggiran sawah. Semoga saja tanah persawahan tersebut tetap begitu adanya dan tidak lagi menjadi area perumahan. Sehingga kesejukan masih tetap terjaga. Aamiin

 

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam menulis. Membiasakan setidaknya minimal 150 kata dalam sehari untuk menulis dan diposting ke BLOG. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

 

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/

 

#Day26MaretChallenge,#ceritakelaskuhariini,#ceritamuridkuhariini,#certaanakkuhariini

Rabu, 24 Maret 2021

,

 

Sumber gambar: crop foto dari HP Pribadi

 

Rabu, 24 Maret 2021 | oleh: Toad Isbani         

 

Kaca mata mainan itu kami dapatkan ketika berada di toko buku Gramedia Solo. Waktu itu saya dan kak Anindya pergi ke toko buku untuk mencari dan membeli suatu buku. Buku yang akan saya beli adalah buku referensi untuk menulis. Kami sengaja hanya pergi berdua dengan kak Anin, karena anak saya yang kedua tersebut juga ingin membeli sesuatu di toko yang sama.

 

Saya langsung menuju ke area buku-buku di lantai dua toko Gramedia tersebut, sedangkan kak Anindya masih di lantai satu area penjualan peralatan juga perlengkapan sekolah. Saya sempatkan mencari buku di rak-rak buku bagian buku umum, buku komputer, buku anak-anak, buku pendidikan dan hampir semua rak buku saya lihat-lihat.

 

Cukup lama juga saya mencari-cari buku dan pikiran kembali ke kak Anin kenapa tidak segera naik ke atas mencari saya?, tanpa babibu aku putuskan untuk mencari kak Anin ke lantai satu. Saya langsung menuju ke area yang memang tempat penjualan perlengkapan anak sekolah dan juga mainan.

 

Ternyata kak Anin sudah berada di bagian mainan anak-anak yang ada di bagian ujung perlengkapan sekolah. Saya menghampiri kak Anin yang sudah membawa sekeranjang perlengkapan sekolah yang akan dibelinya. Sudah ada belanjaan perlengkapan sekolah yang siap untuk dibayar, tetapi kak Anin masih terpaku melihat mainan anak-anak juga, sambil melihat kaca mata mainan dan mengambilnya untuk dibeli.

 

Kak Anin ternyata membeli kaca mata tersebut untuk adiknya yang di rumah (Dik Raisya). Saya iyakan saja, ketika melihat harga kaca mata terebut hanya Rp 7.000,- dan terlihat lucu pastinya ketika di pakai anak-anak.

 

Dan benar adanya, ketika dipakai sendiri oleh anak saya yang kedua (Kak Anindya) ternyata juga lucu dan terlihat cantik dan manis. Sampai saya saat ini kaca mata mainan tersebut selalu buat rebutan anak kedua dan ketiga kami, siapa yang lebih dulu pakai pasti bikin ngiri yang satunya. Dan biasanya kakak pertama (Kak Ghaisani) pasti nimbrung ketika mereka sudah saling rebutan.

 

Walau saling rebutan karena memang hanya satu buah dan yang pasti si kecil Raisya pasti pakai senjata nangisnya untuk mendapatkan mainan yang diinginkan. Seru kalau melihat mereka saling rebutan dan bercandaan. Walaupun salah satu dari mereka tidak ada yang mau mengalah, tetapi ketika si kecil sudah menangis, pastilah kedua kakaknya akan mengalah juga dan tetap si kecil yang akan mendapatkan.

 

Ada pembelajaran yang dapat kita petik dari kejadian tersebut, tanpa harus kita ajarkan. Yang pertama sikap mengalah terhadap adiknya tersebut merupakan cerminan kasih sayang diantara mereka. Kedua, adanya ego dalam diri mereka yang pada suatu saat harus dipertahankan dan juga pada saat tertentu harus dihilangkan. Ketiga, walau diawal dan beberapa waktu harus saling bertentangan dan berkompetisi, pada akhirnya juga untuk saling bersama-sama dalam kedamaian.

 

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam menulis. Membiasakan setidaknya minimal 150 kata dalam sehari untuk menulis dan diposting ke BLOG. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

 

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/

 

#Day24MaretChallenge,#ceritakelaskuhariini,#ceritamuridkuhariini,#certaanakkuhariini

Senin, 22 Maret 2021

,

Sumber gambar: crop foto dari HP Pribadi

 

Senin, 22 Maret 2021 | oleh: Toad Isbani         

 

Belanja wajib berfoto mungkin ungkapan itulah yang bisa saya katakan dan saya ceritakan pada postingan hari ini. Ya, bagi kami memang berfoto biasanya untuk mendokumentasikan suatu peristiwa ataupun lokasi yang memang bagus dan layak untuk diabadikan. Ketika kami berbelanja, pasti ada yang akan menjadi dokumentasi kami. Apalagi jika tempat kami berbelanja itu tempatnya mengasikkan dan juga dapat dijadikan latar belakang untuk berfoto.

 

Begitulah acara belanja pada waktu itu, anak kami bertiga biasanya saling berfoto pada tempat yang asik untuk berfoto dan berlatar belakang yang menarik. Kami tak ubahnya seperti orang perantauan yang pengen mengabadikan lokasi dan tempat yang kami kunjungi.

 

Terutama untuk anak-anak kami pastilah berfoto menggunakan smartphone mereka. Waktu itu, sebenarnya sudah akan langsung pulang, akan tetapi karena ada daya tarik dari pintu toko yang kami datangi ada sesuatu yang menarik, akhirnya kami memutuskan untuk memfotonya.

 

Saya foto anak kami bertiga, dan di atas adalah hasil croping foto tersebut yang hanya satu foto anak kami yang ke-2. Setelah selesai foto-foto, akhirnya kami pulang dan tentunya kami akan mampir ke warung makan terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah. Kebahagiaan adalah kebersamaan, kebersamaan adalah kekuatan dan semangat.

 

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, karena padatnya kesibukan dan pekerjaan kantor yang masih menumpuk. Semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam menulis. Membiasakan setidaknya minimal 150 kata dalam sehari untuk menulis dan diposting ke BLOG. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

 

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/

 

#Day22MaretChallenge,#ceritakelaskuhariini,#ceritamuridkuhariini,#certaanakkuhariini

Sabtu, 20 Maret 2021

,

 

Sumber gambar: crop foto dari HP Pribadi

 

Sabtu, 20 Maret 2021 | oleh: Toad Isbani         

 

Permen lolipop adalah semacam kembang gula yang selalu disukai dan pasti semua anak kecil mengenalnya. Ya siapa saja kalau diberi beri permen lolipot tersebut pastilah akan dengan senang hati menerimanya, karena memang dari warnanya dan rasanya pastilah ada unsur manis. Sebenarnya yang suka permen tersebut tidak hanya anak kecil saja, anak-anak sekolah atau ABG juga menyukai permen tersebut.

Rasa permen yang manis, dan biasanya ada rasa-rasa tertentu juga seperti rasa mangga, stroberi, bluberi, nanas, dan masih banyak lagi. Kalau tau ada permen tersebut sudahlah pasti adik kecil Raisya pasti minta, dan kakak-kakaknya tak mau kalah juga pasti minta jatah untuk bagiannya juga.

Kadang kala sambil mengulum permen tersebut, si kecil sambil lari kesana-kemari dan juga bermain. Karena memang permen terebut seperti ada penyangganya, atau semacam pimpet pendek warna putih. Orang jawa mengatakan itu adalah permen sunduk.

Kalau sudah mengulum permen tersebut sambil memegangi pimpet tersebut, biasanya bergaya dan gembira ria. Kalau ada kakaknya langsung difoto karena kesan yang lucu atas tingkah lakunya.

Seperti pada gambar tersebut di atas, foto dik Raisya dengan permen yang ada dimulutnya. Sebenarnya kami sudah memberikan peringatan dan nasehat bahwa permen bikin keropos gigi, akan tetapi namanya juga anak kecil, iya-iya tetapi tetap juga nangis meminta dibeliin kalau sudah melihat permen tersebut dipajang.

Tak kalah hebatnya lagi si penjual permen atau penjaga toko sengaja menaruh permen tersebut di depan dan yang pasti terlihat dan mudah dijangkau oleh anak-anak. Memang harga tak mahal, akan tetapi rasa manis yang menggunakan pemanis dan pewarna sebenarnya juga membuat ragu pada hati dan pikiran kami selaku orang tua mereka. Tetapi terkadang semua kalah akan tangisan si kecil.

Semoga kami bisa mengatasi untuk setidaknya mengurangi kecanduan akan permen tersebut. aamiin.

 

Sekian tulisan saya untuk hari ini, karena padatnya kesibukan dan pekerjaan kantor yang masih menumpuk. Semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam menulis. Membiasakan setidaknya minimal 150 kata dalam sehari untuk menulis dan diposting ke BLOG. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

 

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/

 

#Day20MaretChallenge,#ceritakelaskuhariini,#ceritamuridkuhariini,#certaanakkuhariini

Kamis, 18 Maret 2021

,


Sumber gambar: crop foto dari HP Pribadi

 

Kamis, 18 Maret 2021 | oleh: Toad Isbani         

 

Berfoto merupakan aktivitas yang dilakukan untuk mengabadikan lokasi atau tempat yang pernah kita kunjungi. Biasanya ketika kita berkunjung ke tempat yang jarang kita datangi pastilah perlu kita berfoto di tempat tersebut. Dengan berfoto juga dapat dijadikan bahan untuk bercerita. Menceritakan pada kerabat atau keluarga bahwa kita pernah datang di tempat tersebut.

 

Jika kita mempunyai anak yang masih kecil, pergi kemanapun pasti akan digunakan untuk berfoto-foto. Ya memang dengan berfoto, selain memberi kesan kebahagiaan juga dapat digunakan sebagai dokumentasi atas suatu peristiwa. Anak kami yang kedua ini juga hobi dan paling suka kalau difoto.

 

Anak kecil terkadang kalau sedang asik bermain, diajak foto dengan gaya pasti tidak peduli karena sedang asik dengan mainan. Atau fokusnya tidak hanya pada hal tertentu. Anak kecil mempunyai tingkat daya tarik sendiri ketika difoto, dari lucu tingkahnya sampai pada aksi gaya-gayanya yang tidak lazim dilakukan juga.

 

Ketika kami sedang ada perjalanan kesuatu tempat dan ada hal yang menarik untuk dijadikan latar belakang berfoto, pastilah kami sekeluarga ada acara foto-foto. Dengan begitu ada kesan tersendiri pada tempat atau lokasi tersebut. Membuat kenangan dan sekedar untuk mengisi waktu juga.

 

Sekian tulisan saya untuk hari ini, karena padatnya kesibukan dan pekerjaan kantor yang masih menumpuk. Semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam menulis. Membiasakan setidaknya minimal 150 kata dalam sehari untuk menulis dan diposting ke BLOG. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

 

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/

 

#Day18MaretChallenge,#ceritakelaskuhariini,#ceritamuridkuhariini,#certaanakkuhariini 

Selasa, 16 Maret 2021

,


Sumber gambar: crop foto dari HP Pribadi

 

Selasa, 16 Maret 2021 | oleh: Toad Isbani         

 

Smartphone merupakan perangkat pintar yang selama ini dikenal oleh kalayak sebagai HP (Handphone) sudah bukan merupakan perangkat yang istimewa. Juga merupakan perangkat elektronik yang sudah banyak dilengkapi dengan vasilitas yang mudah dipergunakan.

 

Perangkat yang satu ini juga sudah tidak asik lagi bagi generasi sekarang, mulai dari anak balita sampai manula. Anak sekarang yang lahir dijaman milenial yang serba digital juga menjadikan perangkat ini betebaran di lingkungan masyarakat.

 

Dik Raisya, yang merupakan anak ketiga saya ini sudah sangat mahir untuk memencet-mencet perangkat tersebut. Setiap hari pasti minta main HP, entah ganggu punya kakaknya ataupun ibunya. Seorang anak yang lahir dan hidup dizaman milenial dan serba digital ini, pastinya selalu berkembang dengan digitalisasi. Jangan pernah anak dilarang untuk berkembang sesuai dengan zamannya. Marilah sekarang sebagai orang tua harus selalu belajar, agar mampu mengikuti perkembangan zaman dan tidak mengorbankan anak hidup dengan perkembangan teknologi.


Sebagai orang tua tentu juga harus mampu berbuat dan bertindak bijak terhadap anak-anak kita. Meskipun anak kita serba milenial tentu juga kita tidak boleh berpangku tangan saja. Perlu ada pengawasan terhadap anak kita terhadap perangkat pintar tersebut ketika dipakai oleh anak-anak. Jangan sampai juga anak-anak kita terkena dampak dari perkembangan teknologi.

  

Sekian tidak terasa sudah menunjukkan pukul dua puluh satu lebih lima menit. Semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam menulis. Membiasakan setidaknya minimal 150 kata dalam sehari untuk menulis dan diposting ke BLOG. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

 

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/

 

#Day16MaretChallenge,#ceritakelaskuhariini,#ceritamuridkuhariini,#certaanakkuhariini

Minggu, 14 Maret 2021

,

Sumber gambar: crop foto dari HP Pribadi

 

Minggu, 14 Maret 2021 | oleh: Toad Isbani         

 

Lagi-lagi bikin gemes tingkah si kecil Raisya, difoto bikin tidak bisa fokus dan asal jepret saja. Kembali terus diingatkan untuk melihat (arah pandangan) ke kamera, walaupun menggunakan kamera dari handphone.

 

Mengajak, membimbing anak untuk salalu nurut apa kata orang tua masihlah susat. Karena memang masa-masa berkembang diri, sehingga keinginan dari dalam dirinya untuk mengikuti kemaunnya sendiri masihlah kuat. Bahkan kejujuran masih tertanap pada diri si anak kecil.

 

Memang dibutuhkan perhatian yang dalam dan ketat untuk menanamkan sifat patuh pada orang yang lebih tua, atau patuh pada orang tua mereka. Anak sekarang tidak mempan hanya dibentak, semakin dibentik malah akan timbul rasa kebenciaan yang sangat berlebihan. Semestinya kita sebagai orang tua untuk lebih mengarahkan dan memberikan solusi juga alasan-alasan yang dapat membuktikan perbuatannya baik maupun salah.

 

Kita perlu mendidik mereka dengan sepenuh hati kita, agar kelak mereka akan menjaga dan merawat kita, ketika kita sudah tua (tidak mampu lagi) melakukan hal-hal yang lebih komplek.

 

Sebagai makhluk yang diciptakan untuk saling bersosial dan ganti-menggantikan adalah benar adanya. Buktinya, ketika kita kecil dulu diasuh oleh orang tua kita dan ketika nanti orang tua kita sudah tidak dapat berbuat atau melakukan aktivitas apapun, sudah kewajian kita sebagai anak-anaknya untuk merawat orang tua kita.

 

Sekian tidak terasa sudah menunjukkan pukul dua puluh tiga lebih lima puluh empat. Semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam menulis. Membiasakan setidaknya minimal 150 kata dalam sehari untuk menulis dan diposting ke BLOG. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

 

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/

 

#Day14MaretChallenge,#ceritakelaskuhariini,#ceritamuridkuhariini,#certaanakkuhariini


Follow Us @soratemplates