Sabtu, 03 Oktober 2026

Sukses Medali Perak Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026 di Jakarta, Oleh Khanza Azzahra Alifa dan Aisha Ilfa Dilla (Tim Aksara MTsN Surakarta 1)

@masto.asyk  

Sumber gambar: Foto dari share google drive tim jurnalis dan humas MTsN Surakarta 1

Sabtu, 03 Oktober 2026 | oleh: Toad Isbani         

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan murid MTsN Surakarta 1 melalui ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta. Khanza Azzahra Alifa dan Aisha Ilfa Dilla, yang tergabung dalam Tim Aksara MTsN Surakarta 1, berhasil meraih Medali Perak melalui karya penelitian budaya yang sarat dengan nilai kearifan lokal. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa murid madrasah tidak hanya mampu berprestasi dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menggali kekayaan budaya bangsa melalui penelitian yang dilakukan secara serius, kreatif, dan penuh ketekunan.

 

Karya penelitian yang mereka angkat berjudul “Harmoni Masyarakat dalam Bingkai Jagad Cilik: Aktualisasi Naskah Kuno Karya Pujangga Keraton Surakarta dalam Menghadapi Krisis Kesantunan Generasi Z.” Judul tersebut menunjukkan keberanian Tim Aksara untuk mengangkat persoalan kehidupan generasi muda dengan menjadikan naskah kuno dan pemikiran pujangga Keraton Surakarta sebagai sumber pembelajaran. Di balik penelitian tersebut tersimpan pesan penting bahwa warisan budaya tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi dapat dikaji kembali untuk menemukan nilai-nilai yang relevan dengan kehidupan masyarakat masa kini, termasuk tentang kesantunan, keharmonisan, dan tata hubungan antarmanusia.

 

Prestasi Medali Perak OPSI 2026 sekaligus memperlihatkan bahwa meneliti itu seru. Penelitian mengajak murid bertanya, mencari informasi, membaca berbagai sumber, mengolah data, berdiskusi, menemukan hubungan, kemudian menyusun kesimpulan berdasarkan bukti. Proses tersebut melatih kemampuan berpikir kritis dan membangun keberanian untuk menyampaikan gagasan secara ilmiah. Khanza dan Aisha telah memberikan contoh bahwa prestasi akademik dapat lahir dari rasa ingin tahu yang dipelihara melalui proses belajar yang tekun dan berkelanjutan.

 

Lebih dari sekadar sebuah medali, keberhasilan Tim Aksara menjadi pesan inspiratif bagi seluruh murid MTsN Surakarta 1 bahwa ilmu pengetahuan dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya. Penelitian terhadap naskah kuno membuktikan bahwa kearifan lokal masih memiliki ruang penting dalam kehidupan generasi Z. Semangat Khanza dan Aisha diharapkan menjadi pemantik bagi murid lainnya untuk berani meneliti, berpikir kritis, berkarya, dan berprestasi. Dari madrasah, lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga mampu mengenali, memahami, serta melestarikan warisan budaya bangsa.

 

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Us @soratemplates