Selasa, 06 Oktober 2026

Pembinaan/Pengarahan Untuk Kaum Putri yang Sedang Berhalangan Tidak Solat Dhuhur di Masjid Madrasah

@masto.asyk  

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di area madrasah

Selasa, 06 Oktober 2026 | oleh: Toad Isbani         

Pembinaan dan pengarahan bagi kaum putri yang sedang berhalangan sehingga tidak melaksanakan salat Dhuhur di masjid madrasah merupakan salah satu bentuk perhatian dan pendampingan dari guru serta tenaga kependidikan (tendik) putri. Kegiatan ini dilaksanakan oleh guru dan tendik putri yang mendapatkan tugas piket pada waktu salat Dhuhur. Para siswi yang sedang berhalangan diarahkan untuk tetap menjaga ketertiban dan mengikuti kegiatan pembinaan di tempat yang telah ditentukan oleh madrasah. Dengan adanya kegiatan ini, para siswi tetap mendapatkan pendampingan dan pembinaan keagamaan meskipun sedang tidak melaksanakan salat.

 

Dalam pelaksanaannya, guru atau tendik putri memberikan pengarahan dengan bahasa yang santun, bijaksana, dan mudah dipahami oleh para siswi. Mereka diberikan pemahaman bahwa kondisi berhalangan merupakan bagian dari ketentuan syariat yang harus dipahami dan dijalankan dengan baik. Meskipun tidak melaksanakan salat, para siswi tetap diarahkan untuk menjaga sikap, adab, kebersihan, kedisiplinan, serta menghormati teman-teman yang sedang melaksanakan ibadah. Pembinaan juga menjadi kesempatan bagi guru untuk memberikan nasihat dan penguatan mengenai pentingnya menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

 

Selain pengarahan keagamaan, guru dan tendik putri yang bertugas juga melakukan pendampingan agar kegiatan berlangsung tertib, aman, dan kondusif. Para siswi diarahkan untuk menggunakan waktu dengan kegiatan yang bermanfaat, seperti membaca materi keagamaan, berdiskusi, mendapatkan nasihat, atau mengikuti pembinaan karakter. Pendekatan yang dilakukan diharapkan tidak menimbulkan rasa malu atau tidak nyaman bagi siswi yang sedang berhalangan, tetapi justru memberikan rasa dihargai dan diperhatikan oleh pihak madrasah.

 

Melalui kegiatan pembinaan dan pengarahan tersebut, madrasah berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang religius, humanis, dan penuh kepedulian. Guru dan tendik putri tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga menjadi pembimbing yang memberikan teladan dan dukungan kepada para siswi. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman keagamaan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta pembentukan akhlak mulia pada diri siswi. Dengan demikian, meskipun sedang berhalangan dan tidak melaksanakan salat Dhuhur, para siswi tetap memperoleh pembinaan keagamaan yang terarah dan bernilai positif.

 

Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Us @soratemplates