Kamis, 3 September 2026 |
oleh: Toad Isbani
Jam
Istirahat sekolah bukan sekadar waktu untuk melepas
lelah setelah mengikuti pembelajaran di dalam kelas. Bagi murid, waktu
istirahat dapat menjadi kesempatan untuk
berinteraksi, berekreasi, mengekspresikan diri, sekaligus menyalurkan bakat dan
minat nonakademik. Suasana halaman madrasah biasanya menjadi lebih hidup
ketika murid keluar dari kelas dan melakukan berbagai aktivitas sesuai dengan
kesenangannya. Ada yang bermain
bola bersama teman, ada yang memainkan alat musik, ada yang bercanda dan berbincang, serta ada pula yang sekadar duduk santai atau
nongkrong di halaman madrasah. Beragam aktivitas tersebut merupakan bagian dari kehidupan sosial murid yang
dapat membantu membangun rasa percaya
diri, kebersamaan, komunikasi, dan kemampuan bekerja sama.
Murid yang memilih bermain bola, misalnya, tidak hanya melakukan aktivitas fisik, tetapi
juga belajar tentang kerja sama tim,
sportivitas, kedisiplinan, strategi, dan tanggung jawab. Sementara itu,
murid yang bermain musik dapat
mengembangkan kreativitas, kepekaan terhadap irama, keberanian tampil, serta
kemampuan mengekspresikan perasaan melalui seni. Bahkan kegiatan sederhana
seperti bercanda dan berbincang dengan teman memiliki manfaat dalam membangun hubungan sosial. Melalui
interaksi tersebut, murid belajar memahami karakter orang lain, menghargai
perbedaan pendapat, menyampaikan gagasan, dan menjaga perasaan teman. Dengan
demikian, kegiatan nonakademik selama waktu istirahat dapat menjadi pengalaman belajar yang berlangsung secara
alami dan menyenangkan.
Bagi
murid yang sekadar duduk santai atau berkumpul di halaman madrasah, waktu
tersebut juga dapat digunakan untuk memulihkan
energi setelah belajar. Namun, kebersamaan tetap perlu dilakukan dengan
memperhatikan tata tertib, kebersihan, keamanan, dan kenyamanan lingkungan
madrasah. Murid perlu memahami bahwa kebebasan menggunakan waktu istirahat
harus disertai tanggung jawab. Bermain tidak boleh mengganggu kelas yang sedang
berlangsung, bercanda tidak boleh
berubah menjadi perundungan, dan kegiatan berkumpul tidak seharusnya
menyebabkan sampah berserakan. Dengan sikap tersebut, jam istirahat dapat menjadi ruang yang sehat untuk mengembangkan
karakter sekaligus menemukan potensi diri di luar bidang akademik.
Jam
istirahat memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan murid secara
utuh. Madrasah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan melalui
pelajaran, tetapi juga menjadi
lingkungan untuk mengembangkan bakat, minat, kreativitas, keterampilan sosial,
dan karakter. Aktivitas sederhana seperti bermain bola, bermusik, bercanda,
berbincang, maupun duduk bersama teman dapat memberikan pengalaman berharga
apabila dilakukan secara positif dan bertanggung jawab. Dari kegiatan tersebut,
guru dan madrasah juga dapat mengenali potensi murid yang mungkin belum
terlihat dalam pembelajaran akademik. Dengan demikian, jam istirahat bukan
waktu yang sia-sia, melainkan kesempatan bagi
murid untuk tumbuh, bersosialisasi, berekspresi, dan menemukan potensi terbaik
dalam dirinya.
Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.
Silahkah diuprek Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.
#Pendidikan,#Toad Isbani,#LiterasiDigital,#MenulisSetiapHari,#Literasi,#Perjuangan,#Berkarya,#informatika mtsnska1,#Wijayalabs.com,#Perjuangan,#Toad Isbani,#eventmenulissetiaphari,#lombablogomjay

wihh, mts keren 👍👍
BalasHapuspastilah, maju dan mendunia MTsN 1 Surakarta
Hapusjosjiss pakk🔥🔥
BalasHapus