Minggu, 27 September 2026 |
oleh: Toad Isbani
Debat
adu gagasan tiga pasangan calon (paslon) Ketua dan Wakil Ketua
OSIM MTsN Surakarta 1 menjadi salah satu bagian penting dalam proses
pembelajaran demokrasi bagi murid (Jum’at,25/09/2026). Kegiatan ini tidak
sekadar menjadi ajang bagi para kandidat untuk menyampaikan visi dan misi,
tetapi juga menjadi pengalaman nyata bagi murid untuk memahami bagaimana sebuah
proses pemilihan pemimpin dilaksanakan. Di hadapan warga madrasah, ketiga
paslon mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan gagasan, program kerja, serta
harapan mereka terhadap kemajuan OSIM dan madrasah. Suasana debat berlangsung
dengan penuh perhatian karena setiap gagasan menjadi bahan pertimbangan bagi
para pemilih.
Melalui
kegiatan tersebut, murid belajar bahwa memilih seorang pemimpin tidak
seharusnya dilakukan hanya karena faktor pertemanan, popularitas, penampilan,
atau ajakan orang lain. Murid diajak untuk mengenali gagasan, program, sikap,
kemampuan menyampaikan pendapat, serta kesediaan calon dalam menjalankan
tanggung jawab. Setiap paslon memiliki kesempatan yang sama untuk menjelaskan
pemikiran dan rencana mereka. Dari sinilah murid belajar menjadi pemilih yang
mampu mendengarkan, memahami, membandingkan informasi, kemudian menentukan
pilihan berdasarkan pertimbangan yang mereka miliki.
Debat
juga memberikan pengalaman tentang pentingnya etika dalam berdemokrasi.
Perbedaan gagasan tidak harus menjadi alasan untuk saling menjatuhkan.
Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi kesempatan untuk belajar menghargai
pendapat, menyampaikan argumentasi dengan santun, mendengarkan pihak lain, dan
menerima keputusan bersama. Pembelajaran seperti ini sangat berharga karena
demokrasi bukan sekadar kegiatan mencoblos atau menentukan suara, melainkan
juga proses belajar bertanggung jawab dalam menggunakan hak untuk memilih.
Bagi
murid MTsN Surakarta 1, pemilu raya OSIM menjadi miniatur pembelajaran
demokrasi yang dekat dengan kehidupan mereka. Dari kegiatan debat, murid
memperoleh pengalaman bahwa masa depan sebuah organisasi turut dipengaruhi oleh
pilihan anggotanya. Mereka diberikan ruang untuk menentukan pemimpin yang
sesuai dengan pertimbangan dan harapan mereka terhadap OSIM. Semoga pengalaman
ini menumbuhkan sikap kritis, bertanggung jawab, jujur, dan menghargai pilihan
orang lain, sekaligus menjadi bekal bagi murid untuk memahami kehidupan
demokrasi di lingkungan yang lebih luas.
Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.
Silahkah diuprek Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar