Sabtu, 19 September 2026

Menjadi Pengawas ASTS Gasal Mapel Informatika di Ruang 14 Kelas (8 Sains 3)

@masto.asyk

Sumber gambar: Foto dari HP Pribadi  di ruang 14 ASTS

Sabtu, 19 September 2026 | oleh: Toad Isbani         

Menjadi pengawas Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) Gasal mata pelajaran Informatika di Ruang 14, kelas 8 Sains 3, memberikan pengalaman tersendiri dalam melihat pelaksanaan evaluasi pembelajaran berbasis digital. Sejak awal kegiatan, murid tampak mempersiapkan perangkat telepon seluler (HP) masing-masing dan mengikuti arahan guru pengawas. Suasana ruang kelas terlihat tenang dan tertib. Hampir seluruh murid fokus menatap layar HP untuk membaca soal dan menentukan jawaban. Penggunaan HP dalam ASTS bukan untuk bermain atau membuka media sosial, melainkan sebagai sarana utama untuk mengerjakan asesmen yang memang dirancang secara digital.

Pelaksanaan ASTS berbasis digital tentu memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga kejujuran murid. HP merupakan perangkat yang memiliki banyak fungsi dan secara teknis dapat digunakan untuk mencari informasi atau melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan ketentuan ujian. Namun, madrasah telah menerapkan sistem yang membatasi akses perangkat selama asesmen berlangsung. HP dikondisikan agar hanya dapat digunakan untuk membuka dan mengerjakan soal yang telah disediakan. Dengan demikian, kesempatan untuk membuka aplikasi atau sumber lain dapat diminimalkan sehingga murid dapat berkonsentrasi pada soal yang sedang dikerjakan.

Selain sistem digital yang dikunci, pelaksanaan asesmen juga didukung oleh pengawasan langsung dari guru pengawas dan kamera CCTV yang tersedia di dalam ruangan. Kehadiran kedua unsur tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana asesmen yang tertib, aman, dan berintegritas. Murid terlihat fokus mengerjakan soal masing-masing tanpa banyak melakukan aktivitas lain. Pengawasan bukan semata-mata untuk mencari kesalahan, tetapi juga membantu membangun kesadaran bahwa setiap murid memiliki tanggung jawab terhadap proses belajarnya sendiri. Nilai yang paling penting bukan hanya memperoleh hasil yang baik, tetapi mendapatkannya melalui usaha dan kemampuan sendiri.

Pengalaman menjadi pengawas ASTS Gasal Informatika di kelas 8 Sains 3 menunjukkan bahwa digitalisasi madrasah perlu berjalan seiring dengan penguatan karakter. Teknologi dapat membantu membuat proses asesmen lebih praktis dan efisien, tetapi kejujuran tetap menjadi fondasi utama. Di tengah tantangan global dan perkembangan madrasah digital, murid perlu dibiasakan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Kejujuran dalam mengerjakan asesmen menjadi latihan penting untuk membentuk pribadi yang berintegritas, disiplin, mandiri, dan siap menghadapi dunia yang semakin digital.

 Sekian dulu tulisan saya untuk hari ini, semoga ada manfaat untuk para pembaca semua. Tetap harus belajar dan semangat dalam berkembang. Membiasakan untuk menulis dan diposting ke BLOG minimal 150 kata setiap hari. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ Untuk lebih mengetahui tentang penulis blog klik di Profile Toad Isbani. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Us @soratemplates