Tampilkan postingan dengan label #pendidikbercerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #pendidikbercerita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Maret 2021

,

Rabu, 10 Maret 2021 | oleh: Toad Isbani         

 

Musik tak ubahnya sesuatu yang memunculkan suara. Suara yang beraturan itulah yang dikenal dengan istilah musik. Pada jaman dahulu dalam penyampaian suatu ajaran pasti disertai dengan iringan suara benda-benda yang dimainkan, ada potongan bambu yang dipukuli, ada kayu yang dilubangi yang juga dipukul dan lain sebagainya untuk memunculkan suara.

 

Suara yang dibuat dan dimunculkan secara teratur juga dapat diartikan sebagai musik. Banyak juga yang mengartikan bahwa suara atau bunyi yang berarturan disebut juga musik. Musik tidaklah terlepas dari kehidupan manusia. Musik adalah bunyi atau suara yang ditimbulkan dari akibat gerakan suatu benda dengan benda lain yang saling berbenturan ataupun bergesekan secara terus menerus. Benturan atau gesekan tersebut dapat juga disebabkan karena aktivitas dari manusia.

 

Musik biasanya digunakan untuk hiburan ataupun untuk mengekspresikan diri. Musik dapat juga dijadikan sebagai suatu penyaluran perasaan. Musik biasanya disertai dengan lirik lagu. Musik juga dapat digunakan untuk mengiringi suatu gerakan atau tarian. Musik dijadikan suatu ungkapan perasaan senag. Karena sengan akan sesuatu maka mereka memukuli meja sehingga menghasilan bunyi ataupun suara, suara yang teratur karena dilakukan berulang dan dalam aturan tertentu, sehingga disebut dengan musik.

 

Selama ini musik dijadikan suatu sarana untuk menghibur perasaan. Musik bisa dianggap suatu bunyi yang indah ketika dirasakan, sehingga jarang sekali membuat bosan. Ketika merasakan kelelahan banyak yang menghibur dengan mendengarkan musik. Musik tidak hanya dikenal pada masa sekarang saja, akan tetapi sudah sejak dulu musik dijadikan untuk media hiburan pada masyarakat umum.

 

Ada yang menjadikan musik sebagai sarana untuk terapi. Dengan mendengarkan musik, akan menghilangkan kecemasan. Bahkan ada yang menggunakan musik sebagai sarana untuk pengobatan kejiwaan. Musik juga dapat digunakan untuk penyegaran pada sistem pikiran, menghilangkan kepenatan saat belajar maupun bekerja.

 

Musik juga dapat dijakan sebagai sarana penyembuhan sakit psikis, dalam hal ini musik dijadikan sebagai terapi pengobatan. Peranan musik sangatlah banyak, bahkan belajar juga ada yang lekas paham ketika ada alunan musik. Musik juga dapat membentuk karakter dan menjadikan peserta didik lebih kreatif.

 

Tetap harus belajar dan semangat dalam menulis. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya. Aamiin. Salam SEDULUR.

 

Silahkah diuprek  Blog Toad Isbani di URL : https://toadisbanimtsn1solo.blogspot.com/ 

Kamis, 31 Desember 2020

,

Sumber gambar: foto flayer Webinar TV Andi Kamis, 31/12/20

 

Kamis, 31 Desember 2020 | oleh: Toad Isbani                        postingan ke-102 ditahun 2020

 

Webinar, merupakan suatu pertemuan dari beberapa orang yang dimaksudkan untuk memberikan informasi dan juga pihak orang lain yang menginginkan informasi. Webinar juga dapat diartikan sebagai suatu seminar secara online. Webinar dalam arti Web-Seminar. Pada postingan hari ini, yang merupakan hari penghujung tahun 2020 yakni hari Kamis, 31 Desember 2020, saya memposting tulisan dengan judul Akhiri Tahun 2020 dengan Webinar Guru Inspiratif, KOGTIK Kerjasama TV Andi. Ya memang pada hari Kamis, 31 Desember 2020 jam 13.00 – 16.00 WIB ada jadwal dan undangan mengikuti seminar secara web atau online dengan tema Peran Guru di Sekolah Online Dalam menyongsong Tahun Baru 2021 Untuk Indonesia Maju.

 Sumber gambar: foto  acara Webinar TV Andi Kamis, 31/12/20

Sungguh sangat luar biasa kegiatan yang diadakan untuk menutup tahun 2020 ini, KOGTIK kerjasama dengan TV Andi (channel youtube dari penerbit Andi Jogja) yang peduli terhadap kemajuan dunia pendidikan. Dengan menghadirkan PLT Kepala Pusdatin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Muhammad Hasan Chabibie, S.T., M.Si dalam sambutannya tentang kita belajar dengan adanya pandemi, yang semula banyak proses pembelajaran selama ini didesain dengan belajar tatap muka dan akhirnya bergeser ke proses pembelajaran dari rumah dengan istilah pembelajaran jarak jauh. Arahan Beliau adalah untuk membangun optimisme pendidikan di tahun 2021 ini nanti. Optimisme adalah 50% keberhasilan pendidikan kita.

 

Pada diskusi pendidikan yang dikemas rapi pada webinar kali ini, menghadirkan lima guru inspiratif, yakni:

1) Ibu Emi Sudarwati, S.Pd (Guru SMPN 1 Baureno Bojonegoro Jawa Timur)

Sebagai guru Bahasa Jawa yang pada tahun 2014 sudah menerbitkan buku solo (buku tunggal) dengan judul “NGILON” dan dua buku karyanya bersama siswa dengan judul “Lung” dan “Thukul”. Selanjutnya di tahun 2015 semakin menambah karya-karyanya dengan para siswanya yang menobatkan dirinya sebagai guru yang inspiratif, kemudian di tahun 2016 semakin melejitkan prestasi Beliau menjadi Juara 1 Inobel Nasional juga prestasi berikutnya menjadi juara 3 Guru Prestasi sampai menghantarkan untuk lebih mendalami tentang pendidikan di Negeri Belanda.

 

Di tahun berikutnya yakni tahun 2017, semakin melejitkan karyanya dengan menerbitkan hingga 51 judul buku bersama siswa dan guru Indonesia, bisa berkarya dan menjadi narasumber serta kurator berbagai buku. Dan masih banyak prestasi dan karya yang dihasilkan oleh Beliau. Pada tahun 2020 Ibu Emi juga berhasil menerbitkan 95 judul buku bersama siswa, guru dan masyarakat Indonesia.

 

2) Ibu Santika Kusuma D (Guru SMP Islam Baitul Izzah Nganjuk)

Seorang guru Bahasa Inggris yang berhasil memikat hati Mas Menteri Nadiem dengan Surat Untuk Mas Menteri pada Mei 2020. Banyak inovasi yang dibuat oleh Bu Santika dan dengan keprihatinan atas dihapusnya Bahasa Inggris dari sekolah dasar menjadikan tantangan dan pelecut semangat untuk berkarya. Beliau juga menciptakan inovasi tentang Celengan Rindu Kita.

 

3) Bapak Rachman Firdaus M.Pd (Guru SMPN 1 Nagawutung Lombata – NTT)

Seorang guru IPS yang mampu membuat inovasi pembelajaran dengan memanfaatkan kearifan budaya lokal dengan tidan mengesampingkan perkembangan tenologi. Dengan keterbatasan sarana dan prasarana membuat untuk dapat bangkit dan menciptakan inovasi pembelajaran demi memajukan pendidikan Indonesia.

 

4) Ibu Endang Wahyu W., M.Pd (Guru SMPN 4 Cikalong Wetan Jawa Barat)

Seorang guru dengan segudang prestasi yang benar-benar menginspirasi. Prestasi yang diraihnya diantaranya sebagai Juara Guru Berprestasi diberbagai tingkat, Juara Guru Inspiratif di Jawa Barat tahun 2018 dan masih banyak prestasi yang diraihnya. Beliau juga merintis berdirinya SMPN 4 Cakalongwetan serta SMA Terbuka untuk menampung anak-anak putus sekolah agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Sungguh niatan yang sangat luar biasa dari Beliau. Di masa pandemi ini melakukan kegiatan untuk menyelematkan anak putus sekolah di masa covid-19. Selain juga aktif dalam bakti sosial, Beliau juga melakukan inovasi pembelajaran di tengah pandemi covid-19 dengan cara mengkolaborasikan mata pelajaran dalam satu tema yang sama yaitu merdeka dari covid-19 untuk kelas 8 dan inspirasi dari kupu-kupu untuk kelas 9.

 

5) Ibu Atin Kartinah, M.Pd (Guru SMPN 2 Garut)

Seorang guru yang berupaya menghantarkan siswa meraih kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Upaya tersebut dilakukan pembelajaran berbasis lingkungan dengan menciptakan sekolah Adiwiyata. Pembinaan duta sanitasi sekolah dan pembina kelompok ilmiah remaja (KIR). Beliau berprestasi dalam pembimbingan duta sanitasi se Jabar, Peraih Juara 1 Guru Prestasi Kabupaten, Juara ke-1 Lomba PNS Teladan Jabar, Dinalis Inobel Nasional 218-2019.

 

Untuk lebih jelas dan paham dari paparan kelima pembicara tersebut dapat disaksikan pada link URL : https://www.youtube.com/watch?v=2BkP96eZCiw pada Channel Youtuve TV Andi. Atau langsung dapat disaksikan pada video di bawah ini :

 

#Dec31AISEIWritingChallenge

Rabu, 30 Desember 2020

,

Sumber gambar: foto kiriman dari grup WA Belajar Menulis Gel.14 diedit Rabu 30/12/2020

 

Rabu, 30 Desember 2020 | oleh: Toad Isbani                        postingan ke-101 th 2020

 

Bedah Buku, mungkin tidak asing lagi dalam dunia pendidikan dan dikalangan masyarakat umum tentang kata bedah buku. Bedah buku merupakan kegiatan pemahaman, koreksi dan penelaahan isi mutan maupun konten dalam buku tersebut untuk kalayak atau publik. Pada kesempatan zoomingan pada hari ini Selasa, 29 Desember 2020 sesuai yang dijadwalkan yakni, jam 19.30 – 21.30 WIB. Pembahasan bedah buku di sini adalah untuk beberapa buku yang di launchingkan dan diterbitkan oleh Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) pada masa pandemi. Untuk pembicara atau pembahas buku adalah Omjay (Bapak Wijaya Kusumah), Bu Kanjeng (Ibu Sri Sugiastuti, M.Pd.), Cak Imin (Bapak Muminin, S.Pd., M.Pd), Bapak Suparno, S.Pd., M.Pd dari Magetan. Untuk pertemua zoom bedah buku ke-5 ini di moderatori oleh Ibu Noralia Purwa Yunita, M.Pd, akan tetapi karena berhalangan hadir digantikan oleh Ibu Aam H.

Sumber gambar: foto kiriman dari grup WA Belajar Menulis Gel.14 Rabu 30/12/2020 

Pengalaman Omjay (Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd) menerbitkan buku gratis di Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD). Diawali dengan menuliskan buku dari tulisan yang berada di blog yang dibantu oleh Bapak Dian Kalana dari YPTD. Dan pada kesempatan malam hari ini, Selasa 29 Desember 2020 sedang sakit, dipimpin oleh Omjay untuk mendoakan kesembuhan dari Bapak Dian Kelana. Keprihatinan dari Omjay atas proses pembelajaran jarak jauh yang membosankan tersebut, akhirnya bersama dengan kawan-kawan pemerhati pendidikan dan juga guru-guru hebat membuat dan menerbitkan buku. Dan dengan bantuan juga kerjasama dengan YPTD menerbitkan buku dengan judul “Agar PJJ Tidak Lagi Membosankan” Dalam buku tersebut dibedah dibahas pada kesempatan pertemuan zoom malam ini.

 

Buku tersebut diterbitkan gratis oleh YPTD (Perumahan Bumi Harapan Permai, Jl. Bumi Pratama VIII Blok A23, Jakarta). Untuk sampul kaver juga editornya Bapak Dian Kelana dan untuk layout isi dibantu oleh Bapak Maksum. Gambaran singkat dari isi buku tersebut adalah bagaimana cara membuat pembelajaran tidak membosankan. Dan menggali dari beberapa pembelajaran para guru dalam menciptakan pembelajaran efektif dari rumah. Faktor utamanya dalah adanya jaringan internet yang lancar, jika tidak lancar maka tidak lagi mengasikkan tetapi malah membosankan. Harus menciptakan pola pembelajan yang mampu memanfaatkan jaringan internet tersebut baik assinkronous maupun sinkronous. Guru juga harus membuat jadwal dan diberikan kepada siswa agar pembelajaran terjadi secara teratur. Perlu adanya kolaborasi dan komunikasi terhadap para orang tua siswa agar terjalin komunikasi baik, antara guru, pihak sekolah, siswa dan juga orang tua tersebut. Kemudian guru harus memanfaatkan teknologi yang ada dan dapat digunakan oleh semua pihak. Di antaranya daftar isi dari buku tersebut adalah:

1.      Agar PJJ Tak Lagi Membosankan

2.      Wahai guru, Siaplah Menerima Perubahan

3.      Menulislah Untuk Berprestasi

4.      Apakah Bisa Menghasilkan Uang Dengan Bekerja Hanya Dari Rumah

5.      Menciptakan Pola Pembelajaran Dari Rumah

6.      Catatan Diskusi Tata Kelola Organisasi Profesi Guru

7.      Inilah Hasil refleksi Organisasi Profesi Guru

8.      Saya Optimis Organisasi Profesi Guru Bisa Bersatu

9.      Kompasiana Itu Buku Yang Siap Ditulis

10.  Apakah Murid SD Sudah Bisa Menulis Kartul?

11.  Kemandirian TIK, Pentingkah?

12.  Apakah Karena Sudah Terkenal di Kompasiana?

13.  Bagaimana Format Sebuah Disertasi

14.  Pengalaman Sukses Para Guru yang Melaksanakan PJJ

15.  Jadilah Seperti Air Yang Tenang

16.  Belajarlah dari Penghapusan Matpel TIK yang Digantikan Prakarya

17.  Bisakah Anda Menulis 1000 Kata Perhari?

18.  Berjanjilah Menulis 1000 Kata Perhari

19.  Menadi Guru Di Zaman Corona

 

Demikian sedikit resume yang dapat saya tuliskan. Untuk lebih jelasnya paparan dari para pembahas sampai akhir acara silahkan dapat mengakses channel youtube dengan klik URL : https://www.youtube.com/watch?v=ZSoBpXDY7nM&feature=youtu.be

Bisa juga di klik video di bawah ini :

Jadilah pembaca yang lengkap dan menyaksikan yang terpapang dalam video secara komplet. Semoga bermanfaat untuk semua kalangan pembaca. Terimakasih yang sudah membaca dan meninggalkan jejak komentar pada tulisan ini. Ada salah dan kurangnya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan Alhamdulillah postingan tulisan ini merupakan postingan ke 101 di blog penulis pada tahun 2020.

#Dec30AISEIWritingChallenge 

Selasa, 29 Desember 2020

,

Sumber gambar: foto pribadi latihan senam PGRI

 

Selasa, 29 Desember 2020 | oleh: Toad Isbani


Senam PGRI, senam identik dengan olah raga. Memang senam adalah salah satu jenis olah raga dengan maksud untuk menyehatkan. Gerakan senan dirancang sedemikian lupa dapat menyehatkan baik jasmani maupun rohani. Senam PGRI dicanangkan untuk peningkatan kebugaran peserta didik di semua sekolah atau madrasah termasuk guru dan tenga kependidikan. Senam PGRI dirancang dengan gerakan yang lebih tegas, simpel, dan sangat bermanfaat untuk kesehatan. Diharapkan dapat dilakukan setiap hari dan selain menyehatkan juga dapat melunturkan kolesterol dan melatih kesehatan jantung.

 

Dapat disaksikan channel youtube Toad Isbani, asiknya ibu guru yang sedang beraktivitas senam PGRI, penuh semangat dan terkesan lebih bregas teriringi irama-rama musik dari senam PGRI. Silah diputar dengan mengklik tampilan video berikut di bawah:


Sumber video : https://www.youtube.com/watch?v=fz4Ct4V5tfU&feature=youtu.be

 

Senam PGRI telah disosialisasikan beberapa tahun yang lalu dan pernah dijadikan program ajang perlombaan dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) PGRI dan juga hari Guru Nasional (HGN) di setiap tahunnya. Pada tahun 2020 ini, karena adanya masa pandemi dan tidak dimungkinkan untuk berkerumun dalam arti harus jaga jarak juga memakai masker, untuk cabang perlombaan senam PGRI ditiadakan. Senam PGRI juga merupakan salah satu program PGRI dalam kepeduliannya terhadap dunia pendidikan, yakni menyehatkan dalam belajar dan berkreatif.

 

Dengan menciptakan senam dengan irama memadukan vokal yang memotivasi semangat belajar dan kesehatan yang menentukan menjadi hebat, tentu akan mampu meningkatkan motivasi baik individu peserta didik maupun pendidik dan tenaga kependidikan dilingkungan sekolah atau madrasah dan lebih luasnyanya dalam sosial masyarakat.

 

Semoga tulisan ini mampu menginspirasi dan memotivasi diri sendiri khususnya dan juga para pembaca serta pemerhati pendidikan terkait dengan latihan dan berkarya dalam menorehkan tinta dalam baitan susunan kata-kata yang lebih memaknai suatu kemajuan dan keilmuan.

 

#Dec29AISEIWritingChallenge 

Senin, 28 Desember 2020

,

Sumber gambar: foto pribadi map Tanda Kehormatan “Satyalancana Karya Satya”


Senin, 28 Desember 2020 | oleh: Toad Isbani 

Sumber gambar: http://infopublik.id/assets/upload/headline//41_20160118013649.jpg diakses Senin 28/12/20

 

SATYALANCANA KARYA SATYA, merupakan tanda kehormatan yang diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah bekerja dengan penuh kesetian kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara dan Pemerintah serta dengan penuh pengabdian, kejujuran, kecakapan dan disiplin secara terus-menerus paling singkat 10 (sepuluh) tahun dengan lencana perunggu, 20 (dua puluh) tahun dengan lencana perak, atau 30 (tiga puluh) tahun dengan lencana warna emas.

 

Di masa liburan akhir semester gasal sesuai dengan kalender pendidikan, tidak saya sangka mendapat chat WhatsApp resmi dari madrasah untuk mengambil Penghargaan Tanda Kehormatan “Satyalancana Karya Satya” dan mendapat pengarahan tentang penyematan tanda kehormatan tersebut yang akan dilaksanakan di instansi masing-masing dengan atas nama Presiden Republik Indonesia pada peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama Republik Indonesia pada hari Ahad/Minggu tanggal 3 Januari 2021.

 

Dari MTsN Surakarta I, terdapat 16 orang PNS yang mendapatkan penganugrahan tanda kehormatan tersebut. Lima orang PNS mendapat tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya 20 tahun yakni: 1) Drs. H. Mustafid, 2) Sumarno, S.Ag, 3) Drs. Kuncoro, 4) Jais Muslich, S.Pd, 5) Erlien Dahliana, S.Pd. Sedangkan PNS yang mendapatkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya 10 tahun, yakni: 1) Muhammad Rais Hidayat, S.Pd, 2) Yulianto Ogi Swandaru, S.Psi, 3) Dra. Siti Syarifah, 4) Budi Lestari, S.Pd, 5) Kristanti Handayani, S.S, 6) Rasdiyana, S.Ag, 7) Sirojudin, S.Ag, 8) Toad Isbani, S.Kom, 9) Ari Purwani, S.Pd, 10) Ulis Manto, S.Pd dan 11) Afair Chilia Dharmawati, S.Pd.

 

Merupakan suatu kebanggaan tersendiri, dan tambahan kebahagiaan diakhir tahun 2020 ini, karena selain turunnya SK Kenaikan Pangkat bulan November kemarin, diterimanya draf buku duet dengan Prof. Eko Endrajit oleh Penerbit Andi Jogja (Penerbit Mayor), Diberikannya SK Kenaikan Gaji Berkala untuk yang kesekian kalinya sehingga ada tambahan dari penerimaan gaji mulai bulan Oktober 2020 kemarin, mendapatkan kiriman paket hadiah dari AISEI dan akan dianugrahkannya tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya 10 tahun pengabdian dan bekerja dengan penuh kesetiaan, kejujuran, kecakapan dan kedisiplinan.

 

Semua penghargaan dan kebanggaan serta kebahagiaan ini saya persembahkan untuk Istri dan anak-anaku yang telah setia serta menjadikan penyemangat dalam berkerja juga  menambah motivasi. Semoga dapat memberikan manfaat bagi para pembaca semua serta dapat ikut serta dalam kebahagiaan ini. 

#Dec28AISEIWritingChallenge

Follow Us @soratemplates